Evaluasi Dunia Usaha Jelang Pengumuman Ekonomi Kuartal I-2026

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Evaluasi Dunia Usaha Jelang Pengumuman Ekonomi Kuartal I-2026
Foto: Antara/Darryl Ramadhan/wsj.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Sesudah Efisiensi, Dunia Usaha Mesti Kembali ke Jalur Ekspansi

  • Dunia usaha Indonesia cenderung memilih strategi defensif dengan menempuh efisiensi operasional di tengah tekanan global yang semakin tidak menentu. Sebanyak 33,9% responden merespon kondisi ekonomi saat ini dengan melakukan efisiensi biaya operasional. Strategi efisiensi menunjukkan fokus pengusaha sepanjang triwulan pertama 2026 adalah menjaga kesehatan arus kas dan stabilitas usaha. Temuan tersebut tergambar dalam Kadin Indonesia Business Pulse Q1-2026 yang diumumkan Kadin Indonesia Institute di Jakarta, Jumat (24/04/2026). Survei ini merupakan riset persepsi pelaku usaha Indonesia terhadap kondisi bisnis, tantangan, dan dampak ketidakpastian global yang telah dilaksanakan antara 17 Maret-5 April 2026.
  • Meski demikian, menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama pekan depan, dunia usaha diharapkan segera kembali ke jalur ekspansi agar momentum percepatan roda perekonomian tidak terputus di tengah jalan.

Pemerintah Bantah Isu APBN Habis, Pengusaha Melihat Perkembangan Fiskal

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan hingga saat ini kas negara melimpah dan mampu membiayai program prioritas pemerintah serta memberikan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu. Karena itu, ia membantah kabar bahwa kas negara hanya tersisa Rp120 triliun. Kalangan pengusaha menilai kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi faktor utama dalam menentukan keputusan ekspansi usaha pada tahun ini. Bagi dunia usaha, kondisi fiskal pemerintah tidak hanya dipandang sebagai indikator keuangan negara, tetapi juga sinyal penting terhadap stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, serta prospek pertumbuhan bisnis ke depan.

Peluang dan Tantangan Mandat Ganda Danantara

  • Sebagaimana diketahui, Danantara beroperasi melalui dua struktur utama yakni asset management dan investment management. Ini membuat Danantara tidak hanya berperan sebagai pengelola aset negara, melainkan sebuah institusi yang berperan aktif untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Jejak Rempah dan Janji Investasi di Indonesia Timur

  • Pemerintah Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan mendorong peningkatan investasi melalui penguatan sektor unggulan berbasis rempah, bahari, dan ekonomi lingkungan. Adapun strategi yang ditempuh mencakup kolaborasi kawasan, kemudahan perizinan, serta optimalisasi potensi lokal. Dari sisi kesiapan, Ternate telah memiliki infrastruktur dasar seperti bandara, Pelabuhan Ahmad Yani, pelabuhan peti kemas, serta pelabuhan penyeberangan yang mendukung konektivitas dan distribusi logistik. Kota ini juga mengandalkan komoditas rempah seperti cengkeh, pala, lada, dan kayu manis sebagai basis ekonomi, yang diperkuat dengan penetapan city branding “Ternate Kota Rempah” sejak 2022. Tidore menetapkan tiga sektor utama investasi, yakni pertanian dan perkebunan, perikanan dan kelautan, serta pariwisata. Kebijakan ini didasarkan pada karakter wilayah yang tidak memiliki sumber daya mineral, tetapi kaya sumber daya alam berbasis lingkungan.

Efek Domino Kelangkaan Minyak pada Harga LPG Non-Subsidi

  • Ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah memicu gangguan pada rantai pasok energi global, yang turut berdampak langsung pada kenaikan harga energi di Indonesia. Pasokan LPG masih tersedia, tetapi harganya semakin mahal. Secara rata-rata, persentase kenaikan harga LPG non-subsidi ini berkisar antara 18% hingga 19%. Kenaikan tertinggi terlihat di wilayah Maluku dan Papua, di mana harga LPG tabung 12 kg kini mencapai Rp 285.000. Selisih harga yang mencapai hampir 20% ini tentu menjadi beban baru bagi konsumen kelas menengah dan pelaku usaha yang mengandalkan bahan bakar non-subsidi.

Pertumbuhan Pesat Global South Mengubah Wajah Perdagangan Dunia

  • Dinamika Global South tengah menjadi sorotan dunia. Negara-negara di kawasan Global South kini bukan lagi sekadar pelengkap dalam ekonomi global, melainkan mesin pertumbuhan utama yang mengubah peta kekuatan dunia dalam tiga dekade terakhir. Global South merujuk pada negara-negara yang sedang berkembang di wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang kini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam lanskap ekonomi global. Berdasarkan data UN Conference on Trade and Development (UNCTAD), sejak tahun 1995 hingga 2024, terjadi pergeseran struktural di mana dominasi perdagangan antarnegara maju (North to North) merosot tajam dari pangsa pasar 56,8% menjadi hanya 37,8%. Namun, dari sisi nominal nilainya tumbuh dari 2.773,6 miliar dolar AS ke 9.113,4 miliar dolar AS. Sebaliknya, perdagangan antarnegara berkembang (South to South) melonjak signifikan dari pangsa pasar 10,4% (505,6 miliar dolar AS) menjadi 25,7% dengan nilai mencapai 6.177,2 miliar dolar AS. Fenomena ini menandakan kemandirian ekonomi yang semakin kuat di antara negara-negara selatan.

National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI). Dalam rangka memperkuat keyakinan dan optimisme pelaku ekonomi dan investor pada arah kebijakan serta prospek perekonomian Indonesia, serta memperkuat sinergi kebijakan dan pembiayaan lintas sektor untuk mengakselerasi program prioritas, Bank Indonesia (BI) akan menyelenggarakan acara ini pada Senin 27 April 2026 pukul 08.30-12.00 WUB di Grha Bhasvara Icchana, Kantor Pusat BI. Hadir memberikan Inspirational Speech Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain itu turut hadir, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Ketua Pokja Satgas P2SP Satya Bhakti, dan CTO Danantara Sigit Puji Santoso.

Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri pasar modal akan menyelenggarakan acara ini pada Senin 27 April 2026 pukul 08.45 WIB di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Turut hadir Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi; dan Ketua Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) Lolita Liliana.

"Enam 'dokter' terbaik di dunia adalah: matahari, istirahat, olahraga, pola makan, rasa percaya diri, dan sahabat." (Charlie Chaplin - Komedian film bisu)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya

Ω