Danantara & GOTO hingga Jurus Mengendalikan Rupiah

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Danantara & GOTO hingga Jurus Mengendalikan Rupiah
Foto: elwis musa tambuwun / Unsplash
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Isu Danantara Miliki Saham GOTO dan Komisi Baru untuk Ojol

  • Ekosistem industri transportasi daring dan aplikasi beberapa hari ini diramaikan dengan kabar Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang membeli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau biasa disebut GoTo. Tak hanya itu, pemerintah pun kini mengatur untuk memperbesar komisi yang diterima ojol. Seperti apa duduk persoalannya? Lantas bagaimana ke depannya?

Berharap pada Currency Swap Saat Rupiah Tertekan

  • Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus menyiapkan berbagai langkah untuk memitigasi tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang belakangan mengalami pelemahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Adapun langkah yang disiapkan salah satu langkah utama adalah memperkuat kerja sama pertukaran mata uang (currency swap) dengan berbagai negara mitra. Melalui mekanisme ini, kebutuhan transaksi internasional dapat dipenuhi tanpa sepenuhnya bergantung pada dolar AS, sehingga tekanan terhadap rupiah bisa dikurangi.

Investasi Rasional Dorong Pasar Properti Tumbuh Berkelanjutan

  • Pertumbuhan pasar properti di wilayah Jakarta dan sekitarnya sepanjang triwulan pertama 2026 menunjukkan pergeseran signifikan. Dari perilaku investasi bersifat spekulatif, keterbatasan supply dan meningkatnya kebutuhan, telah mendorong investor semakin rasional dan bijak. Akibatnya, pasar properti tumbuh berkelanjutan, didorong permintaan riil, dan mengarah pada kompetisi sehat antarkawasan maupun antarpengembang.

CNG 3 Kg Belum Siap Gantikan LPG, Ini Kendalanya

  • Rencana pemerintah mengembangkan compressed natural gas (CNG) dalam tabung 3 kilogram sebagai pengganti liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg menuai beragam respons dari pengamat energi. Meski dinilai lebih efisien dan berpotensi menekan subsidi, pengembangan CNG masih menghadapi sejumlah tantangan besar, terutama dari sisi distribusi, infrastruktur, dan regulasi.

Lompatan PDB Indonesia di Awal 2026 Didongkrak Konsumsi dan Investasi

  • Lonjakan PDB di triwulan pertama 2026 melampaui ekspektasi mengingat tantangan geopolitik global dan fluktuasi harga komoditas yang membayangi di awal tahun. Meski demikian, sejumlah data menunjukkan bahwa fundamental ekonomi domestik masih kokoh dan mampu meredam guncangan eksternal dengan baik. Peningkatan pertumbuhan dari 5,39% pada kuartal sebelumnya (2025-TW IV) menjadi 5,61% saat ini mengonfirmasi adanya akselerasi ekonomi yang signifikan. 

Dampak Kenaikan Impor pada Surplus Neraca Perdagangan dan Ketahanan Rupiah

  • Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara kumulatif, Januari-Maret 2026, nilai impor Indonesia mencapai 61,3 miliar dolar AS. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 55,7 miliar dolar AS. Kenaikan sekitar 10% ini berpengaruh terhadap menyusutnya nilai surplus neraca perdagangan luar negeri Indonesia pada periode tersebut. Peningkatan nilai impor terjadi pada sektor non migas, yakni sebesar 12,16% menjadi 52,97 miliar dolar AS. Sementara nilai impor migas turun tipis -1,72%. Penurunan impor migas ini terutama disebabkan oleh menurunnya impor hasil minyak (-4,33%). Sementara impor minyak mentah mengalami kenaikan (5,69%). Kenaikan nilai impor minyak mentah terutama terjadi di bulan Maret yang disinyalir dampak dari lonjakan harga minyak dunia dan juga biaya pengiriman pada bulan itu akibat konflik di Timur Tengah.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN rencananya akan diadakan pada 7-8 Mei di Cebu, Filipina. Rencananya Presiden Prabowo Subianto beserta jajarannya akan hadir di acara tersebut. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara akan membawa dua agenda krusial bagi kepentingan nasional, yakni ketahanan pangan dan penguatan sektor energi.

Hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II Tahun 2026 akan disampaikan pada Kamis 7 Mei 2026 pukul 16.00 WIB sampai selesai di Gedung Otoritas Jasa Keuangan Menara Radius Prawiro, Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Jl. M.H. Thamrin, Jakarta. Hadir memberikan keterangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu.

"Kita harus keras kepala pada visi, tetapi fleksibel pada detail. Adaptasi adalah tentang bagaimana Anda menyesuaikan taktik tanpa kehilangan arah tujuan utama." (Jeff Bezos - Pendiri Amazon)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya

Ω