Pergerakan aliran modal asing di pasar keuangan Indonesia di sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan dinamika yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2026 menunjukkan perbaikan tren aliran modal asing yang masuk.
Penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter diperkuat untuk menjaga keberlanjutan perekonomian nasional.
Bagaimana sikap Destry Damayanti soal BI Rate ke depan? Apakah Hawkish? Dovish? atau Status Quo dari gubernur sebelumnya? mungkin jawabannya bisa kita lihat dari beragam pandangan Destry selama tiga dekade terakhir.
Kepemimpinan Destry Damayanti membawa tingginya ekspektasi pasar. Di lembaran baru sejarah bank sentral ini, eksekusi komitmen keberlanjutan kebijakan moneter dinanti
DPR resmi menunjuka Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026-2031. Perlu mendorong bank sentral lebih berdaya dalam upaya mendongkrak pertumbuhan
Jajaran baru Dewan Gubernur BI janjikan iklim kondusif dengan pertumbuhan yang kuat, stabilitas yang dinamis dan terjaga, serta ekonomi yang semakin inklusif.
Dua laporan survei Bank Indonesia (BI), yakni Survei Konsumen Bank Indonesia dan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) memotret kondisi ketenagakerjaan di dalam negeri yang sedang tidak baik-baik saja.
Proses pergantian pucuk pimpinan Bank Indonesia berlanjut. Nama Destry Damayanti jadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia atas usulan Presiden. DPR segera gelar fit and propert test
Tanggung jawab pemerintah dalam pergantian Gubernur Bank Indonesia bukan hanya menjaga kepercayaan pasar, tetapi juga memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai akhir terhormat seorang begawan
Keputusan mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, pada Juli 2026 setelah genap delapan tahun memimpin bank sentral itu (Mei 2018 – Juli 2026) menjadi momen yang melengkapi catatan sejarah ekonomi modern Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan pribadi per tanggal 25 Juli 2026. Adapun Pejabat Gubernur Sementara diduduki oleh Deputi Gubernur Senior BI yakni Destry Damayanti yang sudah efektif berlaku 26 Juli 2026.
Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) baru saja mencatatkan capaian baru pada bulan Juni 2026 dengan total outstanding yang mencapai Rp 1.072,62 triliun. Minat terhadap SRBI meningkat setelah BI menaikkan tingat suku bunga acuan.
Menampilkan 12 dari 41 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.