Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan dan energi bersih tidak hanya membuka peluang perdagangan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi ekspansi bisnis Indonesia di kawasan Afrika.
Hal tersebut menanggapi kedatangan Menteri Luar Negeri Madagaskar Alice N'Diaye di Jakarta, Rabu (03/06/2026) dalam rangka pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono.
Menurut Ronny, Madagaskar memiliki potensi ekonomi yang menarik karena didukung ketersediaan lahan pertanian yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta kebutuhan pembangunan infrastruktur pangan dan energi yang masih besar. Di sisi lain, Indonesia memiliki pengalaman yang relatif kuat dalam pengembangan agribisnis tropis, pupuk, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, hingga manajemen rantai pasok.
"Peluang ekonominya cukup menjanjikan, terutama jika kerja sama tersebut tidak berhenti pada level diplomatik, tetapi diterjemahkan menjadi proyek bisnis konkret dan investasi jangka panjang," katanya pada SUAR, Kamis (05/06/2026).
Dalam sektor ketahanan pangan, sambungnya, peluangnya tidak hanya berupa ekspor produk pertanian atau teknologi pertanian Indonesia, tetapi juga investasi langsung perusahaan Indonesia dalam pengembangan perkebunan, pengolahan hasil pertanian, serta industri pupuk dan benih. Ini berpotensi menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibanding sekadar hubungan dagang biasa.
Sementara itu, pada sektor energi bersih, Madagaskar memiliki potensi besar di bidang energi terbarukan, termasuk tenaga surya, hidro, dan biomassa. Perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor konstruksi, energi, maupun teknologi pembangkit skala menengah berpeluang masuk sebagai investor, kontraktor, maupun mitra teknologi.
Ronny mengatakan kerja sama ini juga dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasar Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ketika pasar tradisional menghadapi perlambatan, Afrika menjadi kawasan dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang relatif menjanjikan.
Pijakan strategis Indonesia di Afrika Timur
Ia menambahkan, Madagaskar sebaiknya dipandang sebagai salah satu pijakan strategis Indonesia di Afrika Timur, bukan semata-mata pasar tujuan ekspor. Menurut dia, meski ukuran ekonominya tidak sebesar negara-negara utama di Afrika, posisi geografis Madagaskar di jalur perdagangan Samudra Hindia memberikan nilai strategis bagi perusahaan Indonesia yang ingin memperluas jaringan distribusi dan investasi di kawasan tersebut.
"Madagaskar dapat menjadi titik awal bagi perusahaan Indonesia untuk membangun jaringan distribusi dan investasi di kawasan Afrika Timur dan negara-negara di sekitar Samudra Hindia," katanya.
Ronny melihat ada beberapa keunggulan yang membuat Madagaskar menarik untuk dipertimbangkan. Pertama, ketersediaan sumber daya alam yang cukup besar, baik di sektor pertanian, perikanan, pertambangan, maupun energi terbarukan. Ini membuka peluang investasi lintas sektor yang relatif beragam.
Kedua, potensi ekonomi biru yang sangat besar. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang dan wilayah laut yang luas, Madagaskar memiliki potensi besar di sektor perikanan, akuakultur, pengolahan hasil laut, dan logistik maritim. Ini merupakan bidang yang juga menjadi kekuatan Indonesia.
Ketiga, biaya tenaga kerja yang relatif kompetitif dibanding beberapa negara Afrika yang ekonominya lebih maju. Faktor ini dapat menjadi pertimbangan bagi industri manufaktur ringan maupun pengolahan hasil pertanian.
Keempat, tingkat penetrasi investasi asing di sejumlah sektor strategis masih belum sepadat negara-negara Afrika yang lebih populer. Artinya, terdapat ruang yang lebih besar bagi investor Indonesia untuk menjadi pemain awal (first mover) dan membangun posisi pasar yang kuat sebelum kompetisi semakin ketat.
Bagi pelaku usaha Indonesia, sambungnya, keberhasilan membangun basis bisnis di Madagaskar dapat menjadi pintu masuk untuk memahami regulasi, karakter pasar, serta dinamika bisnis Afrika yang selama ini masih relatif kurang digarap oleh perusahaan Indonesia. Namun demikian, Ronny melihat bahwa investor Indonesia perlu memperhatikan sejumlah tantangan seperti kualitas infrastruktur, biaya logistik, kapasitas institusi, serta kepastian regulasi.
Karena itu, pendekatan yang paling tepat bukanlah ekspansi yang agresif dalam jangka pendek, tapi pembangunan kemitraan strategis yang bertahap dan berkelanjutan.
"Jika dikelola dengan baik, Madagaskar bisa menjadi salah satu jangkar kehadiran ekonomi Indonesia di Afrika Timur, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pangan, energi bersih, ekonomi biru, dan investasi strategis Indonesia di benua Afrika yang selama ini masih relatif kurang tergarap," katanya.
Baca lagi :

Bilateral fokus pada kemitraan ekonomi dua negara
Indonesia dan Madagaskar sepakat memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan hingga energi bersih sebagai bagian dari upaya memperluas kemitraan ekonomi kedua negara.
Hal itu disepakati dalam pertemuan bilateral Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Madagascar Alice N'Diaye di Jakarta, Rabu (03/06/2026).
Dalam joint statement, Sugiono mengatakan kedua negara mencatatkan tren positif perdagangan bilateral dan menekankan pentingnya memperluas hubungan antarpelaku usaha serta peluang investasi.
"Kami juga membahas berbagai kemungkinan untuk saling mendukung kebutuhan industri dan domestik, kerja sama pembangunan, serta menjajaki peluang memperdalam kerja sama di sektor-sektor yang memiliki potensi besar, termasuk energi, keuangan, dan ekonomi kreatif. Kami juga membahas ketahanan pangan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjamin produksi pangan kita. Kami juga membahas kolaborasi konkret dalam energi bersih dan inisiatif ekonomi biru," kata Sugiono.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga menandatangani dua kesepakatan, yakni Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) serta perjanjian pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Kesepakatan-kesepakatan tersebut akan memberikan kerangka kelembagaan yang lebih kuat bagi kemitraan, memfasilitasi koordinasi yang lebih erat antara para pejabat pemerintah kedua negara, serta menciptakan peluang kerja sama yang lebih besar di berbagai sektor.
Sugiono menegaskan Indonesia dan Madagaskar telah menjalani lebih dari lima dekade hubungan bilateral yang hangat dan bersahabat, yang berakar pada ikatan sejarah serta sosial budaya yang mendalam. Madagaskar, sambungnya, tetap menjadi salah satu mitra penting Indonesia di Afrika dan mitra berharga dalam memajukan kerja sama antarnegara Global South.
"Kunjungan ini menegaskan kembali persahabatan yang kuat dan terus berkembang antara kedua negara, sekaligus komitmen bersama untuk semakin memperkuat kerja sama bilateral dan mendorong kemitraan Global South yang lebih inklusif dan sejahtera," katanya.
Baca lagi:

Senada, Menteri Luar Negeri Madagascar Alice N'Diaye mengatakan Madagaskar memandang Indonesia sebagai mitra penting yang memiliki banyak kesamaan kepentingan ekonomi. Menurut dia, kedua negara telah mengidentifikasi sejumlah sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.
"Kami telah mengidentifikasi beberapa sektor dengan potensi kerja sama yang tinggi, termasuk pertanian seperti yang Anda (Sugiono) sebutkan, industri pertanian, perikanan dan ekonomi biru, pertambangan dan sumber daya alam,
pariwisata, energi terbarukan, serta zona ekonomi khusus dan industri ringan,” katanya.
Ia menambahkan, pembentukan JCBC menjadi langkah penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Mekanisme tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarinstansi pemerintah, mendorong pertukaran pengalaman, serta mempercepat implementasi kerja sama di berbagai sektor strategis.
Ia juga menegaskan komitmen Madagaskar untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation). Menurut dia, pengalaman dan dukungan diplomatik Indonesia merupakan aset penting bagi Madagaskar dalam meningkatkan keterlibatannya dalam dinamika ekonomi internasional serta mengembangkan kemitraan strategis baru.