Tren, pola, dan dinamika konsumsi masyarakat serta dampaknya terhadap ekonomi dan kebijakan publik.
Mesin konsumsi negeri ini hari ini dijalankan oleh orang-orang muda, dan ke arah merekalah setiap pelaku usaha kini mengarahkan produk dan iklannya.
Tekanan kenaikan harga terus menggerus kelas menengah. Padahal, kelas menengah punya andil besar menjadi motor penggerak perekonomian.
Berhentinya operasional salah satu perusahaan baja nasional memberi sinyal memburuknya sektor manufaktur Indonesia. Gelombang pemutusan hubungan kerja membayangi. Sektor industri didera tingginya biaya operasional dan kondisi pasar yang tidak menentu.
Laporan Statistik Eksperimental Neraca Transfer Nasional (NTA) yang dirilis BPS pada 30 April 2026 lalu mengungkap dinamika kondisi ekonomi antar-generasi di Indonesia. Berdasarkan Neraca Economic Life Cycle, terjadi defisit siklus hidup ekonomi pada kelompok anak-anak dan lansia.
Indonesia memiliki tingkat konsumsi domestik yang resilien dan arah penciptaan lapangan kerja untuk merehabilitasi kelas menengah yang mendorong konsumsi. Dua hal ini bisa "senjata" utama Indonesia menghadapi ketidakpastian global.
Kenaikan penjualan pada Mei dan Agustus akan dipicu oleh banyaknya tanggal merah yang bisa mendorong konsumsi masyarakat.
Mereka khawatir, stres, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Pengeluaran untuk perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi kelompok pengeluaran utama masyarakat di tahun 2025, menggeser pengeluaran untuk makanan dan minuman. Selain itu, kondisi geografis juga menentukan prioritas pengeluaran masyarakat.
Pengeluaran itu berasal dari belanja makanan minuman, pakaian, transportasi, akomodasi, dan lain-lain. Momen gelontoran uang yang bisa mendorong konsumsi masyarakat.
Saat ini konsumsi masyarakat dibayangi oleh kemungkinan inflasi dan pelambatan ekonomi ke depan, yang dipicu ketegangan geopolitik Amerika Serikat dengan Iran.
Survei Penjualan Eceran memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2026 tetap tumbuh kuat secara tahunan, mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif terjaga meskipun terjadi koreksi terbatas secara bulanan.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 121,2, naik dari 115,0 pada bulan sebelumnya. Angka tersebut berada di atas level 100 yang menandakan optimisme konsumen terhadap situasi ekonomi saat ini maupun ke depan.
Menampilkan 12 dari 13 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.