Simalakama DMO Batu Bara, Stimulus Ekonomi, dan Perbedaan Tafsir BEI dengan MSCI

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Simalakama DMO Batu Bara, Stimulus Ekonomi, dan Perbedaan Tafsir BEI dengan MSCI
Warga menyalakan lilin saat pemadaman listrik bergilir di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, mendahulukan istirahat sebelum lelah." (Buya Hamka - Cendekiawan Muslim)

Listrik Padam, Simalakama DMO Batu Bara

  • Pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa beberapa hari terakhir, menjadi pemantik diskusi tentang kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara. Sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 1395 K/2018, melalui ketentuan soal DMO ini, perusahaan tambang batubara wajib memasok batu bara ke PLN minimal sebesar 20% dari total produksi batu bara dengan harga jual batu bara ke PLN sebesar USD70 per ton. Namun, karena kebijakan ini tidak menarik bagi para pemasok batu bara yang beroperasi di Indonesia, pasokan ke PLN pun menyusut hingga memicu pemadaman bergilir.
  • Masalah ini yang kemudian mendorong asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan kebijakan DMO agar lebih efektif dan berkelanjutan. Kebiijakan DMO dinilai sudah berjalan cukup lama sehingga beberapa aspek perlu dievaluasi.

Tahan Perlambatan Konsumsi, Stimulus Rp26,34 Triliun Dikucurkan

  • Pemerintah kembali mengucurkan stimulus fiskal senilai Rp26,34 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menahan perlambatan konsumsi rumah tangga di paruh kedua tahun 2026. Dikemas dalam paket kebijakan dan bantuan sosial, desain penyaluran yang tajam menjadi kunci efektivitas stimulus dalam menggerakkan ekonomi yang kurang darah. Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, stimulus fiskal semester kedua 2026 menjadi langkah proaktif untuk mencegah dan mengantisipasi risiko eksternal sekaligus meningkatkan geliat ekonomi domestik.

Lika-liku Transparansi Pasar Modal, Ketika Bursa dan MSCI Berbeda Tafsir

  • Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan masih terdapat sejumlah poin yang perlu dijelaskan lebih lanjut oleh MSCI, terutama terkait ketersediaan informasi bagi investor global dan standar transparansi yang digunakan dalam penilaian. Salah satu catatan MSCI yang menjadi perhatian adalah ketersediaan informasi dalam bahasa Inggris. Menurut Jeffrey, BEI perlu mengetahui secara spesifik informasi apa yang dianggap belum tersedia, mengingat seluruh emiten telah diwajibkan menyampaikan laporan keuangan dalam dua bahasa. "Ada informasi yang tidak tersedia dalam bahasa Inggris. Itu informasi yang mana? Sedangkan sesuai dengan peraturan bursa, seluruh laporan keuangan itu sudah harus disampaikan dalam dua bahasa," jelasnya.

Tekan Biaya Nasional, Sembilan BUMN Logistik Bersatu

  • Sebanyak 9 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik akan bersatu ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI), menandai fase awal dari pembentukan holding logistik nasional yang dipimpin oleh PT Pos Indonesia (Persero). Ketujuh perusahaan yang akan bergabung dalam tahap awal ini antara lain PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) yang saat ini berada di bawah naungan Pelindo, PT Pos Logistik Indonesia (PIL) milik Pos Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik (SBL) milik PT Pelni, PT KBN Prima Logistik (KPL) milik Danareksa, PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) milik SIG, dan PT Krakatau Jasa Logistik dari Krakatau Steel. Sementara itu, PT Pos Indonesia juga ditugaskan untuk menambah 2 perusahaan baru di dalam konsolidasi ini yang akan masuk ke dalam tahap dua. Perusahaan tersebut adalah PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia logistik (Pilog). Hal ini dilakukan untuk memangkas biaya logistik nasional yang kurang kompetitif dibandingkan dengan negara lain. Tahap pertama akan dimulai dengan tujuh perusahaan yang akan bergabung pada tanggal 1 Juli 2026.

Menjaga Likuiditas Kredit Perbankan di Tengah Lonjakan Suku Bunga

  • Langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan secara agresif sepanjang Mei hingga Juni 2026 menandai era baru kebijakan moneter ketat. Setelah sempat bertahan lama di level 4,75%, BI menaikkan suku bunga ke angka 5,25% pada Mei dan dilanjutkan pada Juni menjadi 5,75%. Berdasarkan data hingga April 2026, kondisi penyaluran kredit tengah berada dalam performa ekspansif. Total posisi kredit Bank Umum dan BPR pada April 2026 tercatat mencapai Rp 7.551,70 triliun, tumbuh konsisten dari posisi Januari 2026 yang sebesar Rp 7.413,85 triliun. 

Pentingnya Diversifikasi Pasok Energi Guna Menjaga Denyut Ekonomi Nasional

  • Di Pulau Jawa, geliat perekonomian memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap energi listrik. Berdasarkan data Laporan Statistik PLN, konsumsi energi listrik di Pulau Jawa pada tahun 2025 menembus angka 210.867,33 GWh dari total konsumsi nasional sebesar 313.640,73 GWh. Ditambah lagi, secara nasional ketergantungan pasok energi dari bahan batubara masih mendominasi produksi kelistrikan, khususnya, di Pulau Jawa.Dominasi konsumsi yang masif ini menegaskan posisi Jawa sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional. Sehingga, sekecil apapun dalam pasokan akan langsung menimbulkan efek domino yang melumpuhkan industri kelistrikan domestik.

Statistik Perkembangan Uang Beredar Mei 2026 akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada Selasa 23 Juni 2026. Adapun laporan selengkapnya dapat diunduh dan dilihat di situs BI yakni www.bi.go.id. Data perkembangan uang beredar jadi penting bagi dunia usaha untuk melihat bagaimana geliat perekonomian.

Asia-Pacific Sustainable Business Summit 2026 akan diselenggarakan 22-25 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dari Global Sustainable Development Congress (GSDC). Adapun acara ini berisi beragam sesi diskusi panel yang membahas tentang keberlanjutan bisnis di tengah situasi dan ketidakpastian ekonomi domestik dan internasional.

Selamat beraktivitas, Chief

Tim SUAR

Baca selengkapnya