PLTS Jadi Fokus, Indonesia Percepat Transformasi Energi Bersih

Indonesia punya potensi besar memproduksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mengingat letak geografis Indonesia di garis khatulistiwa dengan paparan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun.

PLTS Jadi Fokus, Indonesia Percepat Transformasi Energi Bersih
Ilustrasi panel surya. Foto: Chelsea / Unsplash
Daftar Isi

Pemerintah Indonesia terus mempercepat transisi energi sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menekan emisi karbon. Salah satu fokus utama dalam agenda ini adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang dinilai memiliki potensi besar mengingat letak geografis Indonesia di garis khatulistiwa dengan paparan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.

Dorongan pengembangan PLTS semakin kuat seiring arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt (GW) pada 2029. Target ambisius ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan energi surya sebagai tulang punggung bauran energi nasional di masa depan. Selain itu, pengembangan PLTS diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi sekaligus mengurangi impor bahan bakar energi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wanhar Abdurrahim mengatakan untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi sektor swasta. Ini termasuk kerja sama dengan investor asing dan pengembangan industri panel surya dalam negeri. Berbagai kebijakan pendukung juga disiapkan, mulai dari insentif fiskal hingga penyederhanaan regulasi. 

“Dengan strategi yang terintegrasi, pengembangan PLTS tidak hanya menjadi solusi energi bersih, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan,” ujar dia dalam acara launching Enlit Asia-Electricity Connect 2026 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, (17/4/2026).

Penyelenggaraan Enlit Asia-Electricity Connect 2026 didukung penuh oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, MKI serta PT PLN (Persero). Enlit Asia-Electricity Connect 2026 akan diselenggarakan pada 22–24 September 2026 di ICE, BSD City, Tangerang. Foto: Ridho/Suar.id

Pembangunan PLTS 100 GW ini tidak hanya bertujuan menurunkan emisi, tetapi juga merespons lonjakan kebutuhan listrik sektor digital. Khususnya data center, yang diprediksi tumbuh hingga 20 persen per tahun di kawasan ASEAN.

Untuk itu, pemerintah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kebijakan yang konsisten, guna memastikan ketersediaan energi bersih yang kompetitif bagi industri masa depan. Termasuk menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang terus tumbuh pesat secara eksponensial di tanah air. 

Enlit Asia-Electricity Connect 2026

Wanhar mengatakan melalui Enlit Asia-Electricity Connect 2026, pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang tumbuh ekspansif melalui kebijakan yang konsisten dan inovatif.

Enlit Asia-Electricity Connect 2026 menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun sistem kelistrikan yang andal, terjangkau, berkelanjutan, dan siap menghadapi masa depan, sekaligus mendorong inovasi, investasi, dan kemandirian energi jangka panjang. 

Enlit Asia merupakan acara tahunan terkemuka untuk sektor ketenagalistrikan ASEAN, yang menghadirkan lebih dari 11.000 peserta dan 280 exhibitor dari berbagai negara. Acara mempertemukan pembuat kebijakan, utilitas, pelaku industri, penyedia teknologi, dan inovator untuk membahas perkembangan terkini, berbagi wawasan, serta membentuk arah masa depan energi kawasan.

Penyelenggaraan tahun ini didukung penuh oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia serta PT PLN (Persero). Enlit Asia-Electricity Connect 2026 akan diselenggarakan pada 22–24 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Baca juga:

Dukung Transisi Energi, Kemendag-PLN Resmikan Tiga Stasiun Isi Daya Mobil Listrik
Adapun, sebanyak tiga unit SPKLU yang berada di Kantor Kemendag ini berjenis Ultra Fast Charging dengan masing-masing kapasitas 120 kW

CEO Clarion Events Asia, Richard Ireland mengatakan, pendaftaran untuk exhibitor, sponsor, dan peserta resmi dibuka mulai 17 April 2026. "Dengan target 11.000 peserta dan 280 exhibitor global, acara ini bukan sekadar pameran, melainkan pusat transaksi teknologi dan investasi energi," ujar dia. 

Wadah kolaborasi lintas sektor

Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Suroso Isnandar mengatakan Kolaborasi strategis antara Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT PLN (Persero), dan Clarion Events kembali menghadirkan ajang bergengsi Enlit Asia Electricity Connect 2026. 

“Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan pemangku kepentingan industri ketenagalistrikan dari dalam dan luar negeri, mulai dari regulator, pelaku usaha, hingga penyedia teknologi energi,” ujar dia.

Enlit Asia Electricity Connect 2026 dirancang sebagai platform untuk memperkuat transformasi sektor energi, khususnya dalam menghadapi tantangan transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Melalui forum ini, para peserta dapat berbagi wawasan, teknologi terbaru, serta solusi inovatif di bidang kelistrikan, termasuk pengembangan energi terbarukan, digitalisasi jaringan listrik, dan peningkatan efisiensi sistem energi. Diskusi dan pameran yang dihadirkan diharapkan mampu mendorong percepatan adopsi teknologi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia dan kawasan Asia.

Selain menjadi ajang pertukaran pengetahuan, kolaborasi ini juga membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis yang lebih luas di sektor ketenagalistrikan. Kehadiran pelaku industri global dalam Enlit Asia Electricity Connect 2026 diyakini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar energi yang strategis di kawasan. Dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, asosiasi, dan mitra internasional, acara ini diharapkan mampu menjadi katalis dalam mewujudkan sistem kelistrikan yang andal, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

Komitmen PLN Akselerasi Pengembangan Proyek EBT

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi pengembangan proyek energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional sekaligus menekan emisi karbon. PLN secara aktif mempercepat berbagai proyek strategis yang berbasis energi ramah lingkungan guna memastikan ketahanan energi jangka panjang.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. PLN terus mendorong pembangunan PLTS skala besar maupun rooftop di berbagai wilayah, termasuk kawasan industri dan daerah terpencil. 

Baca juga:

Transisi Energi, Antara Ambisi Besar, Tantangan, dan Aksi Nyata
Ambisi besar itu dihadapkan pada berbagai tantangan yang menuntut aksi nyata, kehati-hatian, serta kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan para pemangku kepentingan.

Selain itu, untuk mengatasi tantangan intermitensi energi surya, PLN juga mengembangkan teknologi Battery Energy Storage System (BESS) atau sistem penyimpanan energi berbasis baterai yang mampu menyimpan kelebihan energi dan menyalurkannya saat dibutuhkan.

Melalui integrasi PLTS dan BESS, PLN berupaya menciptakan sistem kelistrikan yang lebih fleksibel, andal, dan efisien. Langkah ini tidak hanya mendukung percepatan transisi energi, tetapi juga membuka peluang investasi baru di sektor energi bersih. Dengan strategi yang terarah dan kolaborasi dengan berbagai pihak, PLN optimistis dapat mempercepat realisasi proyek EBT sekaligus memperkuat perannya sebagai motor penggerak transformasi energi di Indonesia.

Baca selengkapnya

Ω