Pemerintah Dorong Produk Lokal Berkualitas untuk Perkuat Pasar Domestik dan Ekspor

Pengusaha UMKM didorong meningkatkan mutu produknya agar bisa berdaya saing global. Ekspor kini bisa dilakukan melalui e-commerce

Pemerintah Dorong Produk Lokal Berkualitas untuk Perkuat Pasar Domestik dan Ekspor
Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang Saat Meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesian Indah (TMII), Jakarta (13/8) (Ridho-Suar.id)
Daftar Isi

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk lokal agar semakin mampu memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri sekaligus memiliki daya saing di pasar global. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat industri nasional, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, serta membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia.

Perajin menyelesaikan pembuatan baju adat di Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (12/8/2026). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengusulkan target penyaluran kredit UMKM dinaikkan dari Rp1500 triliun menjadi Rp2000 triliun sebagai upaya memperluas akses pembiayaan serta mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan produksinya guna menjaga ketahanan pasar. ANTARA FOTO/Angga Palguna

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, peningkatan kualitas produk lokal dapat memberikan dampak positif terhadap penguatan produksi dalam negeri. Produk yang memiliki kualitas semakin baik akan lebih mudah diterima konsumen domestik sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk bersaing dengan produk sejenis dari negara lain. 

"Produk lokal yang semakin berkualitas dapat mendorong produksi dalam negeri, menekan ketergantungan terhadap produk impor, dan membuka peluang ekspor," kata Budi dalam acara “Kolaborasi Kementerian Perdagangan dan Shopee Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (13/8/2026).

Harmonisasi produk lokal dan perdagangan digital

Menurut Budi, pelaku usaha juga perlu memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan yang telah disepakati Indonesia dengan negara maupun kawasan mitra dagang. Salah satunya adalah perjanjian perdagangan Indonesia-Uni Eropa yang diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia. Namun, pemanfaatan peluang tersebut harus diikuti kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar kualitas, sertifikasi, spesifikasi, dan kebutuhan konsumen di pasar internasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) mencicipi buah kakao produksi petani Indonesia saat pembukaan Indonesia International Cocoa Conference di Hotel Tentrem, Sleman, D.I Yogyakarta, Kamis (23/7/2026). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Budi menekankan, penguatan kualitas produk lokal juga harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem perdagangan digital yang sehat. Ekosistem tersebut mencakup produk, platform perdagangan, dan konsumen yang saling mendukung.

“Perdagangan digital dapat menjadi sarana penting bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran, memperkenalkan produk lokal, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen,” ungkap dia.

Kepuasan konsumen, lanjut Budi, menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas perdagangan. Ketika konsumen mendapatkan produk lokal dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan kebutuhannya, peluang terjadinya pembelian ulang akan semakin besar.

Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan penjualan pelaku usaha, tetapi juga dapat membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap produk dalam negeri.

Ia mengatakan pemerintah mendorong pelaku usaha menjadikan peningkatan kualitas sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Dengan produk yang semakin kompetitif, pemanfaatan perjanjian perdagangan, serta dukungan ekosistem perdagangan digital yang sehat, produk Indonesia diharapkan tidak hanya semakin kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu memperluas pangsa pasar global dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Kemendag-Shopee hadirkan program akselerasi usaha lokal

Budi menambahkan, sejalan dengan semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Shopee Indonesia bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menghadirkan ‘Program Akselerasi Usaha Lokal’, sebuah inisiatif baru untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri di ekosistem digital. 

Melalui program ini, Shopee menghadirkan 6 manfaat baru bagi penjual dalam negeri yang mencakup dukungan peningkatan penjualan melalui Voucher Akselerasi Usaha Lokal, dan perluasan akses pasar global melalui Program Ekspor Shopee FLEXI.

Ada juga kesempatan peningkatan keterampilan digital melalui Kampus UMKM Shopee Kelas Online, transparansi pengelolaan program melalui Pengelolaan Program Saya, perlindungan HAKI melalui Brand IP Portal, dan peningkatan efisiensi operasional melalui layanan Dikelola Shopee. 

Program Akselerasi Usaha Lokal melanjutkan berbagai dukungan yang telah Shopee hadirkan secara berkelanjutan bagi pengusaha lokal Indonesia. Selain kanal Shopee Pilih Lokal yang telah hadir sejak 2018, sepanjang semester 1 2026, Shopee telah menyalurkan dukungan senilai lebih dari Rp100 miliar bagi usaha lokal, sebagai bagian dari upaya untuk membuka lebih banyak peluang bagi produk dalam negeri untuk tumbuh dan semakin berdaya saing di ekosistem digital dalam berbagai bentuk 

Budi menyampaikan apresiasinya atas inisiatif berkelanjutan Shopee untuk meningkatkan daya saing, pengutamaan produk dalam negeri di ekosistem digital serta menghadirkan transparansi informasi bagi pelaku usaha dalam negeri. 

“Kami mengapresiasi Shopee yang hari ini meluncurkan program baru sesuai yang diamanatkan dalam Permendag Nomor Tahun 19/2026. Shopee merespon dengan cepat peraturan ini dengan meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal, yang di dalamnya ada berbagai fasilitas dan program dukungan, untuk mendorong daya saing usaha lokal agar produk-produk lokal diutamakan sehingga semakin menjadi pilihan utama konsumen,” ungkap dia.

Mengusung semangat 3 akselerasi

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang mengatakan program akselerasi lokal ini mengusung semangat 3 Akselerasi (3A): Akselerasi Usaha, Akselerasi Operasional, dan Akselerasi Perlindungan.

Program Akselerasi Usaha Lokal dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan pengusaha lokal dalam mengembangkan bisnisnya, mulai dari meningkatkan penjualan dan keterampilan digital hingga memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta melindungi merek. 

Ia mengungkapkan komitmen Shopee untuk terus menjadi kawan dalam perjalanan pertumbuhan pengusaha lokal Indonesia. 

“Melalui Program Akselerasi Usaha Lokal, kami ingin menghadirkan dukungan yang semakin relevan dengan kebutuhan penjual di setiap tahap perkembangan bisnisnya, mulai dari meningkatkan penjualan dan keterampilan digital, membuka akses ke pasar global, meningkatkan efisiensi operasional, hingga melindungi HAKI dan merek dagang,” ujar dia.

Pihaknya berharap berbagai dukungan ini dapat membantu pengusaha lokal semakin berdaya saing sekaligus memperkuat daya saing produk dalam negeri, sehingga produk-produk Indonesia dapat terus menjadi pilihan utama konsumen di pasar domestik dan semakin dikenal di pasar global.

Oleh-oleh Mpok Mumun, kebanggaan produk lokal

Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun menjadi salah satu contoh kebanggaan produk lokal yang mampu berkembang dan memperluas pasar melalui pemanfaatan platform digital. Usaha yang menghadirkan beragam produk khas Betawi tersebut kini mampu mencatat omzet sekitar Rp75 juta per bulan, setelah menjadi mitra Shopee. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.

Karyawan Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun, Sulistiawati, mengatakan produk yang ditawarkan antara lain dodol Betawi, bir pletok, dan rengginang. Dari berbagai produk tersebut, dodol Betawi menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati atau best seller

“Produk-produk tersebut tidak hanya menjadi oleh-oleh khas Jakarta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan dan memperkenalkan kuliner tradisional kepada konsumen yang lebih luas,” ujar dia.

ILUSTRASI. Oleh oleh khas Jakarta, Mpok Mumun (Dok/Mpok Mumun)

Sulistiawati menuturkan, Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun telah menjadi mitra Shopee sejak 2022. Sejak bergabung dengan platform tersebut, penjualan produk mengalami peningkatan yang signifikan. Kehadiran kanal penjualan digital membuat produk Mpok Mumun dapat lebih mudah ditemukan konsumen dari berbagai wilayah, sehingga pasar yang sebelumnya terbatas secara geografis dapat berkembang lebih luas.

Menurut Sulistiawati, dukungan Shopee tidak hanya melalui penyediaan platform untuk berjualan secara daring, tetapi juga melalui berbagai program pelatihan yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan usaha. Pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengelola bisnis, memasarkan produk, serta mengoptimalkan penjualan melalui kanal digital.

Keberhasilan Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun menjadi gambaran bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk berkembang ketika didukung kualitas produk dan pemanfaatan teknologi digital. Dengan omzet yang mencapai Rp75 juta per bulan dan dukungan berbagai program pengembangan UMKM, Mpok Mumun menunjukkan bahwa produk tradisional seperti dodol Betawi, bir pletok, dan rengginang dapat terus berkembang serta menjangkau konsumen yang lebih luas melalui ekosistem perdagangan digital.

Author

Ridho Sukra
Ridho Sukra

Wartawan ekonomi makro dan DPR

Baca selengkapnya