Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Saya belajar sepanjang karir saya untuk menikmati penderitaan." (Rafael Nadal - Petenis Dunia)

Percepat Transformasi Pengelolaan Sampah, Danantara Percepat Proyek PSEL Tahap 2 di 8 Lokasi
- Perusahaan afiliasi Danantara yang bergerak di bidang pengolahan sampah terintegrasi yang diolah jadi energi listrik, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), terus mempercepat era baru pengolahan sampah di Tanah Air. Setelah menyelesaikan seremoni dimulainya pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali di Denpasar, Bali, pada 8 Juli lalu, kini Denera sudah siap melanjutkan proyek PSEL tahap 2 di 8 lokasi dan 20 kabupaten/kota di Indonesia.
- Adapun pasokan sampah tiap lokasi berkisar antara 1.000 ton per hari - 1.700 ton per hari. Apabila sudah beroperasi pada atau 2029 fasilitas PSEL imemproduksi listrik sekitar 20 Megawatt- 30 Megawatt per jam di tiap lokasi. Total investasi untuk pembangunan tahap 2 menelan biaya sekitar Rp24 triliun - Rp25 triliun.


S&P Pertahankan Rating Indonesia, Investor Cermati Sentimen Pekan Ini
- S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek (outlook) stabil. Dalam laporan yang diterbitkan Senin (13/7/2026), S&P menyatakan prospek stabil didasarkan pada ekspektasi bahwa penerimaan negara akan terus pulih sepanjang tahun ini. Penerimaan ekspor juga diperkirakan meningkat sejalan dengan penguatan harga komoditas global yang masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Seiring berbagai sentimen tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin berhasil kembali menembus level psikologis 6.000. Indeks ditutup menguat 113,48 poin atau 1,92% ke level 6.037,84 setelah sempat bergerak di zona merah pada awal perdagangan. IHSG dibuka di level 5.934,72, sempat menyentuh level terendah 5.898,15, kemudian berbalik menguat hingga ditutup di level tertinggi hariannya.

Partisipasi Sensus Ekonomi Demi Target Pembangunan Semakin Presisi
- Partisipasi Sensus Ekonomi di wilayah DKI Jakarta sebagai kontributor PDB terbesar akan menjadi indikator ekonomi nasional. Dunia usaha siap berpartisipasi demi menghasilkan data yang bermakna. Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mendeklarasikan Komitmen Bersama Menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam sensus yang akan dimulai Rabu, 15 Juli 2026 hingga Senin, 31 Agustus 2026 ini akan membantu pemerintah menyusun target pembangunan dan pengambilan keputusan yang semakin presisi dan tepat sasaran.

Jalan Cepat Minyak Jelantah di Industri Penerbangan
- Pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur sebagai bagian dari upaya membangun industri bahan bakar penerbangan rendah karbon. Salah satu langkah terbaru yang ditempuh adalah menjajaki pengembangan ekosistem SAF melalui kolaborasi antara PT Pertamina (Persero) dan Boeing. Kerja sama ini penting mengingat berdasarkan laporan ASEAN 2050 SAF Outlook, Indonesia menempati peringkat tiga besar di ASEAN dengan potensi surplus produksi SAF terbesar yang diproyeksi mencapai 2,2 juta barel per hari pada 2050.


Peluang Meningkatkan Investasi Rusia di Indonesia
- Pemerintah Indonesia terus memperluas jaringan investasi global. Dengan mempromosikan potensi kawasan industri domestik sebagai pintu masuk strategis bagi klaster industri internasional, Indonesia menargetkan Rusia berinvestasi di industri Indonesia. Potensi kerja sama ini semakin diperkuat jika menilik data historis realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) asal Rusia yang menunjukkan tren fluktuatif namun ekspansif dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, realisasi investasi Rusia tercatat sebesar 23.207,8 ribu dolar AS dengan pertumbuhan fantastis mencapai 404,1 persen.

Outlook ADB: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026-2027 Stabil 5,2%
- Pada 8 Juli 2026, Bank Pembangunan Asia (ADB) merilis Asian Development Outlook July 2026 mengenai A Fragile Outlook as Energy Market Disruptions Persist. Dalam laporan tersebut, ADB menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia Pasifik menjadi 4,5% secara tahunan dari sebelumnya sebesar 4,6% yang disampaikan pada April 2026. Angka proyeksi yang diturunkan juga berlaku untuk pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN yakni menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,6%. Untuk Indonesia, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 tetap sama, yakni di angka 5,2%. Untuk tahun 2027, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tetap di angka 5,2%.


Risk and Governance Summit (RGS) 2026 akan diselenggarakan Selasa 14 Juli 2026 pukul 08.00 - 15.00 WIB di Auditorium Binakara, Hotel Bidakara, Jakarta. Hadir sebagai narasumber Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sophia Wattimena. Kegiatan ini dalam rangka mendorong praktik governansi yang baik, pengelolaan risiko, dan penegakan budaya integritas di sektor jasa keuangan yang berkolaborasi dengan pemangku kepentingan.
OJK Banking Forum 2026 akan diselenggarakan Selasa 14 Juli 2026 di Ruang Serbaguna, Gedung Menara Radius Prawiro Lantai 25, Kompleksi Perkantoran Bank Indonesia, Thamrin. Hadir sebagai narasumber Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya OJK dalam penguatan tata kelola teknologi informasi perbankan, serta peningkatan upaya pemberantasan kejahatan keuangan dan perjudian online di era digital.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR