Dubes Lilla Karsay Kagumi Kehangatan Budaya Indonesia

Tentu saja ada banyak tantangan menjadi Duta Besar. Namun yang paling saya suka adalah dalam menjaga hubungan tradisional dan budaya kedua negara

Dubes Lilla Karsay Kagumi Kehangatan Budaya Indonesia
Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Lilla Karsya Saat Ditemui Dalam Pameran Threads of Wax: A Cultural Confluence of Indonesian and Hungarian Heritage” di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta (29/6). (Ridho Syukra / Suar.id)
Daftar Isi

Bagi Lilla Karsay, menjadi seorang Duta Besar di usia muda tak pernah ada dalam rencana hidupnya. Terlebih untuk menjadi duta besar untuk tiga wilayah sekaligus, Indonesia, Timor Leste dan ASEAN.

Dalam sesi wawancara eksklusif bersama SUAR awal pekan ini, ia mengatakan sempat berharap akan menjadi Duta Besar di usia 50 tahun. Pada kenyataannya, kesempatan itu datang jauh lebih cepat.

"Ini adalah tugas pertama saya di Indonesia sebagai diplomat dan juga sebagai Duta Besar. Memang bukan baru menjabat tapi sebagai Duta Besar ada beberapa tantangan dalam posisi ini," demikian ujar perempuan kelahiran 1990 ini.

Duta Besar Hungaria untuk Republik Indonesia, Timor Leste dan ASEAN ini lahir di Budapest 36 tahun lalu. Ia menempuh pendidikan di The International School of Tongji University (Shanghai, Tiongkok), Budapest Business University of International Management and Business, serta Kainan University (Taoyuan, Taiwan).

Ia mengawali kariernya di Hungarian National Trading House—sebuah lembaga pemerintah yang bergerak di bidang promosi ekspor—sebagai Asisten Regional untuk Tiongkok, sebelum kemudian beralih peran menjadi Spesialis Hubungan Internasional untuk kawasan Asia.

Pada tahun 2016, ia pindah ke Indonesia dan ditunjuk sebagai Kepala Kantor Perwakilan Hungarian National Trading House di Jakarta. Pada tahun 2019, ia bergabung dengan korps diplomatik dan menjabat sebagai Kepala Bidang Perdagangan dan Investasi di Kedutaan Besar Hungaria di Jakarta. Setelah dua tahun berkarier di bidang diplomasi, ia diangkat sebagai Duta Besar Hungaria untuk Republik Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN pada tahun 2021.

Penunjukkan duta besar berusia muda, ujar dia, sangat tidak biasa terjadi di banyak negara, termasuk di Hungaria.

"Karena saya masih berusia 30 tahun ketika saya mendapat audisi pertama di parlemen Hungaria. Ini tentu saja tekanan yang besar. Awalnya saya tidak pernah menyangka ini. Ini adalah kehormatan yang sangat besar bagi saya, karena tidak banyak orang yang bisa Duta Besar di usia yang sangat muda," ujar Lilla ketika ditemui usai peresmian acara “Threads of Wax: A Cultural Confluence of Indonesian and Hungarian Heritage” di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta (29/6).

Tak hanya menjalankan tugas diplomatik, Lilla mengaku menjadi tantangan dan kepuasan tersendiri ketika melihat hubungan kedua negara terus berkembang. Terlebih ketika ia bisa menjadi jembatan yang mempertemukan pelaku usaha Hungaria dengan berbagai peluang investasi di Indonesia.

"Tentu saja ada banyak tantangan menjadi Duta Besar. Namun yang paling saya suka adalah dalam menjaga hubungan tradisional dan budaya kedua negara," kata dia.

Melalui budaya, ujar dia, semua hal bisa terasa lebih mudah. Contohnya, kata dia, budaya adalah suatu hal yang mudah dipelajari dari tiap orang yang ditemui.

"Orang bisa dengan mudah melawat, mengunjungi suatu tempat dan belajar budaya di sana. Tidak ada hal politik atau masalah sensitif di dalamnya. Saya sangat senang untuk menunjukkan kepada orang-orang bagaimana kita bisa berkombinasi, bagaimana kita bisa berkomplementasi dengan satu sama lain, dan bagaimana kita bisa menciptakan sesuatu yang sangat baru," kata dia

Lilla menilai Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, sementara Hungaria menawarkan berbagai keunggulan di bidang teknologi, inovasi, kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan air.

Karena itu, ia berupaya menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan kepentingan dunia usaha dari kedua negara agar tercipta kerja sama yang saling menguntungkan. Menurutnya, diplomasi ekonomi saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai perdagangan, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua negara. 

Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Lilla Karsya Saat Ditemui Dalam Pameran Threads of Wax: A Cultural Confluence of Indonesian and Hungarian Heritage” di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta (29/6). (Tria Dianti / Suar.id)

Cinta kehangatan Indonesia

Namun, kecintaan Lilla terhadap Indonesia tidak berhenti pada urusan ekonomi. Selama tinggal di Indonesia selama 10 tahun, ia justru semakin terpikat oleh kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam.

Dari tradisi, kuliner, seni, hingga kebiasaan masyarakat di berbagai daerah, semuanya memberikan pengalaman yang menurutnya sulit ditemukan di negara lain. Keragaman itulah yang membuat setiap perjalanan dinas selalu menghadirkan cerita dan pembelajaran baru.

“Saya sangat suka sekali budaya indonesia karena unik dan berbeda, semuanya ada disini,” ujar dia.

Di antara semua hal yang ia kagumi, keramahan masyarakat Indonesia menjadi kesan yang paling membekas. Lilla mengaku belum pernah merasakan budaya yang begitu hangat di belahan dunia lain.

Orang Indonesia sangat mudah bersosialisasi, terbuka terhadap orang baru, dan gemar berkumpul bersama keluarga maupun sahabat. Kebiasaan tersebut sangat berbeda dengan budaya di banyak negara Barat yang cenderung lebih individualistis.

"Ini adalah sesuatu yang saya sangat merindui ketika saya tinggal di sini. Tentu saja, di budaya Asia, ada perbedaan dari masyarakat. Di Indonesia, orang-orang lebih dekat dengan keluarga atau berkumpul dalam komunitas," kata dia.

Menurut Lilla, budaya berkumpul yang masih kuat di Indonesia memiliki nilai sosial yang luar biasa. Kehangatan dalam percakapan, kebiasaan saling membantu, hingga rasa kekeluargaan yang terjalin dalam kehidupan sehari-hari menjadi pengalaman yang memperkaya dirinya, baik sebagai diplomat maupun sebagai pribadi.

Nilai-nilai tersebut, katanya, menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia selalu memiliki tempat istimewa di hatinya.

Hal tersebut, kata dia, juga membantu dirinya memahami dinamika hubungan bilateral hingga menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya yang baru.

Namun, Lilla tidak pernah memandang tantangan sebagai beban. Sebaliknya, setiap tantangan dinikmatinya sebagai kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.

Dengan semangat itu, ia berharap dapat terus memperkuat hubungan Hungaria dan Indonesia, tidak hanya melalui kerja sama ekonomi, tetapi juga melalui pertukaran budaya dan hubungan antar masyarakat yang semakin erat. 

man in white and red crew neck t-shirt and black shorts playing basketball
Photo by Muktasim Azlan / Unsplash

Hobi Badminton

Di sela-sela kesibukannya, Lilla Karsay memiliki satu hobi yakni bermain badminton. Olahraga tersebut menjadi aktivitas favoritnya untuk menjaga kebugaran sekaligus melepas penat setelah menjalani berbagai agenda diplomatik.

Selama bertugas di Indonesia, ia bahkan telah mencoba bermain di berbagai sport center di Jakarta dan menikmati atmosfer badminton yang begitu hidup di Tanah Air.

"Saya sangat menyukai bermain badminton. Saya bukan pemain pro namun saya sering bermain dengan teman-teman saya," kata dia. 

Meskipun badminton bukanlah permainan yang populer di Hungaria, namun olahraga ini sangatlah terkenal di Asia. Lilla mengaku mempelajarinya saat dia menjadi mahasiswa di bangku Universitas di China.

"Saya bukan pemain yang bagus, tapi saya meneruskan main di sini. Ini adalah sebuah latihan yang sangat intens. Saya suka bermain dengan suami saya, ketika kita bersama-sama melawan dua teman lain. Jadi, ini adalah permainan tim, tapi di satu sisi, ini adalah latihan kardio yang sangat bagus," kata dia. 

Selain memacu adrenalin, badminton juga  sebagai olahraga yang sangat baik untuk kesehatan. Gerakan yang dinamis membantu menjaga kebugaran, melatih daya tahan tubuh, serta meningkatkan kelincahan. Karena itu, ia menjadikan badminton sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang rutin dilakukan selama tinggal di Indonesia.

Kecintaannya terhadap badminton juga semakin mempererat hubungannya dengan Indonesia. Di setiap kesempatan bermain, Lilla tidak hanya berolahraga, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dan merasakan antusiasme besar warga terhadap cabang olahraga yang telah melahirkan banyak juara dunia tersebut. 

"Pastinya setelah bermain saya merasa pikiran saya lebih jernih dalam mengambil suatu keputusan atau kebijakan," kata dia.

Selain badminton, Lilla juga mengaku sering mengunjungi tempat-tempat yang berbeda di Jakarta. "Ada banyak hal yang bisa dilakukan di sini," kata dia.

Penulis

Ridho Sukra
Ridho Sukra

Wartawan ekonomi makro dan DPR

Baca selengkapnya