Bisnis Pet Care yang Kian Menjanjikan

Industri hewan peliharaan di Indonesia kini berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi yang menjanjikan. Hal itu seiring dengan pergeseran gaya hidup masyarakat modern yang dikenal sebagai pet humanization. 

Bisnis Pet Care yang Kian Menjanjikan

Cara pandang masyarakat terhadap hewan peliharaan tidak sekadar berubah. Survei Pet Industry In Indonesia 2026 yang dilakukan oleh Jakpat memperlihatkan ada alasan unik di balik fenomena gaya hidup memelihara hewan peliharaan.

Gaya hidup itu dipengaruhi oleh pandangan bahwa hewan peliharaan dianggap sebagai bagian dari keluarga inti, yang juga berfungsi meredakan stres dan memperbaiki suasana hati. 

Survei Jakpat 2026 dengan total 1.254 responden di berbagai kota besar di Indonesia juga menunjukkan bahwa tingkat kepemilikan hewan peliharaan di tanah air telah meningkat mencapai 52%. Tidak berhenti di situ, sebanyak 16% masyarakat yang belum memiliki hewan peliharaan menyatakan memiliki rencana untuk memelihara di masa mendatang. Sementara itu, hanya 32% yang tidak memiliki dan tidak berencana memiliki hewan peliharaan. 

Tren ini juga didukung oleh catatan KAI Logistik. Sepanjang semester I-2026, volume pengiriman hewan peliharaan melonjak signifikan hingga mencapai 90.321 ekor. Angka tersebut tumbuh sebesar 21% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka 74.637 ekor.

Temuan survei Jakpat dan juga KAI Logistik menggambarkan bahwa penetrasi pasar sektor hewan peliharaan masih memiliki ruang tumbuh yang luas, didorong oleh tingginya minat masyarakat urban terhadap kehadiran hewan kesayangan di rumah mereka.

Besarnya minat memelihara hewan berdasarkan temuan tersebut menjadi potensi pengembangan bisnis. Ditambah lagi, survei turut merekam pola pengeluaran konsumen untuk keperluan harian hewan peliharaan mereka. Survei Jakpat 2026 mencatat bahwa untuk kategori makanan dan minuman bulanan, pemilik anjing dan kucing mengalokasikan dana yang bervariasi.

Sebagian besar pemilik anjing (39%) dan kucing (43%) membelanjakan antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan, bahkan tidak sedikit pula yang menggelontorkan dana di atas Rp 300 ribu hingga lebih dari Rp 1 juta demi kualitas terbaik. Pola belanja yang royal oleh para pemilik hewan peliharaan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian akan kesejahteraan nutrisi peliharaan mereka. Hal tersebut membuka peluang emas bagi para pelaku bisnis ritel, produsen, dan penyedia jasa bisnis terkait.

Ekspansi bisnis yang besar semakin dikuatkan oleh data market size industri pet care di Indonesia yang pada tahun 2026 mencatat angka sebesar 3,1 miliar dolar AS, mengalami lonjakan signifikan dibandingkan 2,8 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan Future Market Insight (FMI), pangsa pasar berdasarkan jenis produk didominasi oleh pet food sebesar 60%, disusul oleh pet care production (25%), dan pet accessories (15%). 

Sementara itu, dari sisi kegunaannya, sektor daily pet care memegang porsi terbesar sebesar 55%, diikuti oleh segmen healthy and wellness yang mencapai 30%, serta training and behavior sebesar 15%, yang menggambarkan kesadaran akan kesehatan dan perawatan yang menyeluruh terhadap hewan kesayangan kini menjadi prioritas utama konsumen.

Meningkatnya tren gaya hidup memelihara hewan peliharaan bukan lagi sekadar hobi musiman, melainkan sebuah transformasi sosial-ekonomi jangka panjang. Dengan tingkat kepemilikan yang tinggi, loyalitas konsumen dalam pengeluaran bulanan, serta market size industri pet care and wellness yang menembus 3,1 miliar Dolar AS di tahun 2026, sektor ini menjanjikan prospek bisnis yang bernilai tinggi dan berkelanjutan bagi para pelaku industri di masa depan.

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Data