PT Amartha Financial Group mendorong penguatan financial health atau kesehatan finansial komunitas akar rumput melalui kolaborasi lintas sektor menjelang pelaksanaan The 2026 Asia Grassroots Forum. Upaya tersebut dilakukan seiring masih adanya kesenjangan antara tingginya akses layanan keuangan dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara lebih berkelanjutan.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Indonesia disebut telah mencapai 80,51%. Di sisi lain, World Bank Global Findex juga mencatat bahwa lebih dari 60% pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih mengalami kesulitan dalam memperoleh pendapatan yang stabil sehingga menyebabkan rumah tangga tidak mampu mengelola, menabung, ataupun merencanakan keuangan keluarga.
Dalam Road to The 2026 Asia Grassroots Forum: Accelerating Growth, Nurturing Changemakers yang digelar oleh Amartha Financial dan difasilitasi oleh Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), sebanyak lebih dari 20 mitra lintas sektor dari lembaga sosial masyarakat, perusahaan, peneliti, hingga pemerintah, menggali berbagai perspektif dan insight terkait financial health di tingkat akar rumput pada Kamis (07/05/2011).

Pada kesempatan tersebut, Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto, menilai perlu adanya intervensi demi mendorong pelaku UMKM untuk maju dan berkembang, khususnya melalui kemudahan dalam mengakses keuangan.
“Akses keuangan menjadi salah satu instrumen yang dapat mendorong UMKM untuk maju, tetapi akses keuangan perlu dibarengi dengan intervensi. Mulai dari pendampingan, edukasi, teknologi yang mudah, akses pasar, hingga kebijakan. Inilah yang mendasari Amartha mengumpulkan para mitra lintas sektor untuk bersama-sama merumuskan berbagai intervensi yang mampu mendorong ketahanan kesehatan keuangan bagi komunitas akar rumput,” kata Aria dalam keterangannya, Senin (11/05/2026).
Kebutuhan untuk membangun ketahanan finansial ini menjadi semakin mendesak di tengah dinamika ekonomi global. Financial health pun berperan sebagai langkah konkret untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat khususnya di tingkat akar rumput.
Amartha pun akan kembali menggelar The 2026 Asia Grassroots Forum dengan mengusung tema “Enabling Growth, Elevating Financial Health” pada 3-4 Juni mendatang di Hotel Shangri-La, Jakarta. Forum ini merupakan ruang kolaboratif yang mendorong pendekatan financial health yang berfokus pada ketahanan dan kesejahteraan finansial jangka panjang.
Aria mengatakan, akan ada lebih dari 500 delegasi lintas sektor mulai dari pemangku kebijakan, investor, akademisi, perusahaan teknologi, hingga komunitas akar rumput dari dalam dan luar negeri yang akan hadir dalam forum tersebut.
“Keberhasilan financial health tidak bisa hanya diukur dari seberapa banyak masyarakat yang telah mendapatkan akses keuangan. Lebih dari itu, harus diukur ketangguhan komunitas akar rumput dalam menghadapi berbagai risiko. Melalui The 2026 Asia Grassroots Forum, Amartha mengajak para pembuat kebijakan, pelaku industri, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk berkontribusi dalam merumuskan solusi financial health yang relevan dan dapat diimplementasikan secara luas,” tutupnya.
Sementara itu, Analis Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia (BI) Siti Humaira, mengatakan pendekatan financial health ini merupakan cara pandang yang lebih komprehensif untuk melihat kondisi keuangan masyarakat. Namun, konsep ini masih harus terus disosialisasikan kepada masyarakat untuk dapat diimplementasi dengan baik dan efektif.
“Financial health memiliki cara pandang yang lebih komprehensif dalam melihat kondisi keuangan masyarakat. Namun, karena konsep ini masih relatif baru, penting untuk menyamakan pemahaman mengenai definisi serta bentuk implementasinya,” kata Siti.
Direktur Eksekutif KEM Fito Rahdianto menyebut financial health ini perlu dirumuskan berdasarkan kondisi nyata masyarakat akar rumput, termasuk pendapatan yang tidak menentu, risiko usaha, hingga kemampuan mereka dalam mengelola keuangan sehari-hari.
“Sebagai koalisi yang mendorong pembiayaan bagi bisnis berkelanjutan dan ekonomi restoratif, KEM melihat inisiatif Amartha sebagai langkah penting untuk membawa perspektif akar rumput ke dalam perumusan financial health. Melalui forum ini, berbagai pihak dapat menyelaraskan pandangan dan membangun pendekatan yang lebih relevan, aplikatif, serta berdampak bagi ketahanan finansial dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Fito.