Manfaatkan Perjanjian Dagang, Kemendag Dorong Pelaku UMKM Ekspansi Global Lewat E-Commerce
Pada semester pertama tahun 2026, nilai ekspor produk lokal Indonesia ke kawasan ASEAN tercatat sebesar US$ 31,77 miliar.
Pada semester pertama tahun 2026, nilai ekspor produk lokal Indonesia ke kawasan ASEAN tercatat sebesar US$ 31,77 miliar.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku perdagangan elektronik atau e-commerce, untuk memperluas ekspansi ke pasar internasional dengan memanfaatkan berbagai kesepakatan perdagangan bebas dan kemitraan ekonomi yang telah dijalin Indonesia dengan sejumlah negara. Pasar potensial yang dapat dibidik antara lain Kanada, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, Indonesia telah memiliki 25 perjanjian perdagangan dengan berbagai negara dan mitra dagang. Perjanjian tersebut mencakup free trade agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas serta comprehensive economic partnership agreement (CEPA) atau perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif. Berbagai kesepakatan tersebut dapat menjadi instrumen strategis untuk memperluas akses pasar bagi produk dan jasa Indonesia, termasuk melalui pemanfaatan ekosistem perdagangan digital.
“Platform e-commerce dapat berperan sebagai jembatan yang menghubungkan produk lokal dengan permintaan pasar internasional,” ujar dia ketika ditemui dalam acara “ Shopee Global Kreasi Lokal, di Gudang Shopee, Jakarta (27/10)
Ekspansi melalui marketplace juga berpotensi membantu UMKM meningkatkan skala usaha, memperluas basis pelanggan, dan mengembangkan daya saing produk. Namun, untuk memanfaatkan peluang tersebut, pelaku usaha perlu memperhatikan standar kualitas, ketentuan ekspor, regulasi produk di negara tujuan, serta kesiapan logistik dan layanan purnajual. Dukungan platform digital dalam menyediakan informasi pasar, memfasilitasi transaksi lintas negara, dan membantu proses pemasaran juga menjadi faktor penting agar UMKM dapat menjalankan ekspor secara berkelanjutan.
Kemendag berharap kolaborasi dengan pemain e-commerce, termasuk Shopee Indonesia, dapat memperkuat pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional sebagai pintu masuk bagi produk-produk unggulan nasional ke pasar global.
Shopee Indonesia terus mempertegas komitmennya dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menembus pasar internasional. Hal ini diwujudkan melalui pembukaan jalur destinasi ekspor baru di Asia Tenggara yaitu Singapura, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam.
Mengacu pada proyeksi Kementerian Perdagangan yang menargetkan nilai ekspor nasional mencapai US$ 315 miliar (Rp5,7 kuadriliun) pada tahun 2026, sektor UMKM dinilai memegang peran yang sangat strategis dengan kontribusi sebesar 15,7% terhadap total ekspor nasional.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang menyampaikan bahwa potensi pasar regional, khususnya di kawasan ASEAN, menunjukkan tren yang sangat positif. Pada semester pertama tahun 2026, nilai ekspor produk lokal Indonesia ke kawasan ASEAN tercatat sebesar US$ 31,77 miliar (Rp576,56 triliun).
“Nilainya cukup besar dan berpotensi bisa terus meningkat seiring dengan kemajuan produk UMKM Indonesia,” ujar dia.
Baca juga:

Balques menekankan pentingnya penguatan pada empat pilar utama agar UMKM Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar global. Pertama, standarisasi dan sertifikasi produk. hal ini menjadi tolok ukur utama kesiapan dan kualitas produk lokal untuk bersaing di tingkat internasional.
Kedua, dukungan akses pembayaran dan logistik. Dalam hal ini, mempermudah transaksi lintas negara serta integrasi pengiriman logistik hingga ke tangan konsumen luar negeri.
Ketiga, fleksibilitas pengaturan harga dan promosi, yakni memberikan keleluasaan bagi para penjual untuk mengatur margin keuntungan secara maksimal dan menyesuaikan strategi harga.
Keempat, penguatan pemahaman pasar luar negeri. Dalam hal ini, memberikan wawasan lengkap mengenai tren pasar, budaya, preferensi konsumen, hingga regulasi lokal di negara tujuan.
Sementara itu, Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto menyatakan dukungannya terhadap ekspor UMKM.
"Sebagai mitra logistik yang telah menjalin kerja sama panjang dengan Shopee, JNE selalu berkomitmen memberikan layanan pengiriman yang andal, efisien, dan aman. Kami bangga dapat turut berkontribusi dalam mendukung usaha lokal dalam memperluas jangkauannya ke pasar mancanegara," ungkap Feriadi.