Di tengah ketidakpastian ekonomi yang terus membayangi, ketahanan fiskal menjadi jangkar utama dalam menjaga fundamental makroekonomi Indonesia. Di saat Bank Indonesia memberlakukan suku bunga tinggi, daya tarik Surat Berharga Negara ikut naik.
APBN mengalami penurunan angka defisit menjadi Rp164,4 triliun atau 0.64%. Menunjukkan posisi APBN masih sangat terjaga, terukur, dan sesuai desain APBN 2026.
Indonesia pernah mengalami defisit APBN di angka 6% di masa pandemi Covid-19. Namun, setelah pulih kembali ke batas aman di bawah 3% selama empat tahun terakhir, defisit APBN berpotensi kembali melebar akibat kondisi geopolitik global.
Penerimaan pajak tahun 2025 yang tidak sesuai target menyebabkan defisit anggaran yang hampir mendekati batas 3%. Salah satu solusi untuk menaikkan penerimaan pajak datang dari Dana Moneter Internasional atau IMF, yakni dengan menaikkan pajak penghasilan.
Menampilkan 12 dari 4 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.