Prabowo Reshuffle Kabinet Lagi, Qodari Jadi Kepala Bakom

Muhammad Qodari dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah

Prabowo Reshuffle Kabinet Lagi, Qodari Jadi Kepala Bakom
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (kiri) dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol (kanan) berjabat tangan usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: Antara/Bayu Pratama S/app/tom.

Presiden Prabowo Subianto kembali merombak ulang atau reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (27/4/2026). Kali ini, ada enam pejabat baru yang dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta.

Tercatat ini merupakan perombakan kelima kalinya sejak Prabowo menduduki kursi Presiden RI pada Oktober 2024 lalu. Perombakan pertama terjadi 19 Februari 2025 lalu, terakhir ia merombak kabinet pada Oktober 2025.

Dalam reshuffle kali ini, Muhammad Qodari dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional, Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dan Hanif Faisol sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Usai pelantikan, Abdul Kadir Karding mengatakan, dirinya sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia yang baru akan segera melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah terkait sambil meneruskan langkah-langkah yang telah dibangun oleh pemimpin sebelumnya.

“Hari ini saya mendapatkan amanah baru dari Presiden Republik Indonesia sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia. Badan Karantina ini adalah lembaga baru yang diharapkan dibangun untuk memastikan supaya penyakit-penyakit yang terikut dalam hewan maupun tumbuhan terutama dari luar negeri tidak masuk ke Indonesia,” ucap Kadir.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja keras agar tidak mengganggu proses ekspor dan impor yang sedang berjalan, sehingga pertumbuhan perekonomian nasional tidak terhambat dari proses pengawasan yang akan dilakukan.

“Kita harus melakukan langkah-langkah pengawasan dan pengetatan yang ketat, tetapi poinnya adalah tidak boleh mengganggu proses ekspor-impor yang berjalan. Jadi jangan sampai pengawasan yang begitu ketat lalu proses ekspor-impor melambat dan berpengaruh terhadap perekonomian kita,” tegasnya.

Hanif Faisol, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, kini menempati posisi sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Ia menjelaskan, reshuffle yang dilakukan oleh Presiden Prabowo ini sudah melewati pertimbangan secara matang, sebagai tindak lanjut dari dinamika yang terjadi.

“Pertimbangan Bapak Presiden tentu sangat mendalam dan sangat memperhatikan dinamika yang terjadi, tentu penempatan kami di bawah Bapak Menko akan mendukung sepenuhnya. Insya Allah kami akan langsung segera kerja keras, besok kami sudah mulai kerja,” tambah Hanif.

Sementara itu, Jumhur Hidayat, yang menggantikan posisi Hanif Faisol, menambahkan masih ada sejumlah pekerjaan yang perlu segera diselesaikan oleh dirinya sebagai Menteri Lingkungan Hidup yang baru.

“Alhamdulillah saya barusan ditetapkan, dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Pasti banyak hal yang harus dilakukan di depan mata kita, misalkan sampah secara bertahap juga akan mengikuti global standard dengan berbagai perjanjian internasional, kita akan kerjakan itu,” tegas Jumhur.

Hasan Nasbi, M. Qodari, dan Dudung Abdurahman juga menegaskan bahwa mereka siap mengemban tugas dan amanah baru yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Baca selengkapnya

Ω