Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi Asing Antara Vietnam dan Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi Asing Antara Vietnam dan Indonesia

Pascapandemi Covid-19, Vietnam tumbuh menjadi kekuatan baru di Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal ketiga 2026 telah mencapai 9,95%.

Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi Asing Antara Vietnam dan Indonesia
Dalam Artikel Ini

Dengan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga tahun ini yang mencapai 9,95%, Vietnam optimistis bisa mencapai pertumbuhan dua digit pada kuartal berikutnya. Pertumbuhan ekonomi yang terus menanjak terutama dalam dua tahun terakhir ini menjadi faktor kunci yang meningkatkan daya tarik negara ini di mata investor global.

Daya tarik ini menempatkan Vietnam sebagai pesaing yang sangat kompetitif di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk dengan Indonesia. Peluang Vietnam menjadi lokasi pembangunan suatu pabrik industri semakin terbuka lebar.

Berbeda dengan Vietnam, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stagnan di kisaran 5%. Di kuartal yang sama, pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,29%.

Pertumbuhan PDB Vietnam yang masif ini tidak terjadi secara instan, melainkan didorong oleh orkestrasi kebijakan struktural yang terarah. Vietnam sukses memposisikan dirinya sebagai pusat manufaktur alternatif yang krusial di tengah tren relokasi rantai pasok global. Selain itu, arah pembangunan dan optimalisasi di sektor ekspor juga turut dibangun sebagai tonggak pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Kebijakan yang pro-bisnis, keterbukaan melalui berbagai perjanjian perdagangan bebas, serta iklim industri berorientasi ekspor membuat roda ekonomi Vietnam berputar maksimal. Selain itu, pemerintah Vietnam juga cepat dalam merespons kebutuhan infrastruktur dasar. Sehingga, eksekusi proyek-proyek penanaman modal dapat berjalan lancar tanpa hambatan birokrasi yang berarti.

Meski tren pertumbuhan ekonomi Vietnam terus menanjak, kinerja realisasi investasi asing (FDI) Indonesia secara nominal masih lebih unggul. Berdasarkan data tren realisasi, Indonesia mencatatkan realisasi investasi sebesar 30,77 miliar dolar AS pada tahun 2026, lebih tinggi dibandingkan realisasi FDI Vietnam yang berada di angka 21,07 miliar dolar AS. 

Total investasi terdaftar di Vietnam hingga Q3-2026 melonjak 76,4% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 50,36 miliar dolar AS. Lonjakan investasi terdaftar tersebut merupakan gambaran adanya antrean modal asing besar yang siap direalisasikan ke depan.

Daya tarik utama yang mendasari derasnya minat investor ke Vietnam turut tergambarkan dari tingkat efisiensi investasinya yang tercermin dari angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Pada periode 2020-2024, ICOR Vietnam tercatat sangat rendah di kisaran 3,4 hingga 4,0, berbanding terbalik dengan Indonesia yang memiliki angka ICOR tertinggi di ASEAN, yakni 6,2 hingga 7,1. 

Rasio tersebut dapat diartikan bahwa Indonesia membutuhkan modal hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan Vietnam hanya untuk menghasilkan satu unit pertumbuhan PDB yang sama. Efisiensi struktural inilah yang menjadi magnet kuat Vietnam, karena investor menghitung bahwa setiap modal yang ditanamkan akan memberikan output yang jauh lebih efisien dan optimal.

Reformasi dan penataan ulang fokus pembangunan ekonomi di Vietnam yang berhasil mendorong pertumbuhan hampir mencapai dua digit tersebut menjadi pelajaran berharga, termasuk bagi Indonesia. Untuk itu, Indonesia perlu mengevaluasi strategi dan melakukan pembenahan dengan fokus untuk efisiensi struktural ekonomi. 

Mengandalkan besaran populasi pasar domestik dan sekadar program hilirisasi sumber daya alam tidak lagi cukup jika biaya logistik, tumpang tindih regulasi, dan inefisiensi birokrasi masih membuat angka ICOR tetap tinggi. Pemerintah harus fokus memangkas ekonomi biaya tinggi, memberi kepastian dan konsistensi regulasi, serta akselerasi produktivitas tenaga kerja untuk membangun iklim berusaha yang lebih baik. 

Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang banyak jika ingin menarik investasi asing yang lebih besar dan mempertahankan investor yang sudah ada tidak berpindah ke Vietnam.

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Data

Rekomendasi SUAR