Penjualan Mobil Naik 55% Pada April 2026

Penjualan mobil wholesales mencatat lonjakan signifikan pada April 2026, menembus 80.776 unit.

Penjualan Mobil Naik 55% Pada April 2026
Pengunjung mengamati kendaraan yang ditampilkan pada BMW Group Festival of JOY di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (17/4/2026). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc.)
Daftar Isi

Penjualan mobil nasional mencatatkan pertumbuhan positif di awal tahun 2026 di tengah melambatnya daya beli masyarakat karena tekanan perekonomian global.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis awal pekan ini, penjualan mobil wholesales mencatat lonjakan signifikan pada April 2026, menembus 80.776 unit. Jumlah tersebut melesat 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 52.108 unit.

Kenaikan juga terlihat pada penjualan retail. Sepanjang April 2026, tercatat 75.730 unit terjual, meningkat 30,2 persen dibandingkan April 2025 yang berada di angka 58.174 unit.

Jika dibandingkan secara bulanan, penjualan wholesales tumbuh 31,8 persen dari Maret 2026 yang mencatat 61.268 unit. Penjualan retail juga naik 13,7 persen dibanding bulan sebelumnya, dari 66.595 unit menjadi 75.730 unit.

Secara kumulatif, penjualan wholesales Januari–April 2026 mencapai 297.787 unit. Angka ini naik 12,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatat 257.647 unit.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, menyampaikan optimisme terhadap tren penjualan mobil yang terus meningkat. Ia berharap capaian positif pada April 2026 dapat berlanjut di bulan-bulan berikutnya sehingga industri otomotif tetap berada dalam jalur pertumbuhan.

“Harapan kami semua, agar angka penjualan dapat terus bertahan dan meningkat di bulan-bulan mendatang,” ujarnya kepada SUAR melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (13/5/2026).

Menurut Jongkie, konsistensi pertumbuhan penjualan akan menjadi indikator penting bagi pemulihan daya beli masyarakat sekaligus keberlanjutan industri otomotif nasional.

Dengan dukungan permintaan kendaraan komersial dan mulai bergairahnya pasar kendaraan hybrid, Gaikindo menilai momentum ini bisa dimanfaatkan produsen untuk memperkuat strategi pemasaran dan memperluas penetrasi pasar.

Astra catat pertumbuhan positif

Sejalan dengan tren tersebut, PT Astra International Tbk (ASII) juga membukukan pertumbuhan penjualan mobil pada periode yang sama ditopang oleh kinerja positif segmen kendaraan komersial.

Penjualan mobil Astra tercatat mencapai 143.365 unit atau naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusi utamanya, berasal dari tingginya permintaan konsumen untuk segmen kendaraan komersial yang mendukung mobilitas dan kegiatan usaha.

Head of Corporate Communication Astra Windy Riswanto mengatakan pertumbuhan dari Astra ini ditopang oleh tingginya minat konsumen dalam membeli kendaraan komersial yang mendukung kegiatan sehari-harinya.

“Pertumbuhan penjualan kendaraan Astra pada periode Januari hingga April 2026 didukung oleh peningkatan penjualan pada segmen kendaraan komersial, terutama dari model unggulan kami Daihatsu Gran Max yang mendukung mobilitas dan kegiatan usaha,” ucap Windy, Senin (11/05/2026).

Selain itu, mobil hybrid juga menarik perhatian dan minat masyarakat yang kemudian terkonversi menjadi pembelian.

“Toyota Veloz Hybrid yang diluncurkan pada akhir tahun lalu dan mulai dlakukan pengiriman kepada konsumen sejak Februari 2026 turut mendukung pertumbuhan penjualan,” lanjutnya.

Baca juga:

Penjualan Mobil Turun 13,8% pada Maret 2026, Ini Sebabnya
Penurunan penjualan mobil pada Maret 2026 disebabkan oleh banyaknya hari libur menjelang Hari Raya Lebaran yang berdampak pada aktivitas operasional dealer.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan tren pasar otomotif kini sudah mulai bergeser ke kendaraan berbasis listrik di tengah kekhawatiran terhadap gejolak harga bahan bakar minyak (BBM).

Data dari Gaikindo yang diterima oleh pihak Kementerian Perindustrian juga memperlihatkan adanya pergeseran orientasi pasar ke kendaraan elektrifikasi, imbas konflik geopolitik dan gejolak harga energi.

“Data yang saya terima dari teman-teman Gaikindo, mengatakan sejak perang Hormuz ini terjadi, orientasi market switch ke yang lebih berbasis elektrik, menghindari penggunaan BBM,” ucap Agus, Selasa (05/05/2026).

Pemerintah juga kembali membuka opsi pemberian insentif untuk kendaraan listrik demi mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik. Insentif ini diperlukan untuk mempercepat peralihan penggunaan kendaraan berbasis BBM menuju elektrifikasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Insentif atau stimulus itu memang harus atau dalam rangka memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita juga bisa terlindungi,” katanya.

Pengunjung memadati venue pameran mobil pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.)

Fase pemulihan

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai industri otomotif nasional tengah berada dalam fase pemulihan setelah mengalami tekanan yang cukup lama. Meski demikian, masih ada sejumlah hambatan yang dihadapi di dalam industri tersebut.

“Industri ini masih menghadapi tekanan berat dari menurunnya daya beli masyarakat, dibiarkannya berbagai brand dari China yang hanya menggunakan skema contract manufacturing dengan parts impor,” kata Yannes.

Kebijakan dari pemerintah juga dinilai belum cukup efektif untuk mendukung pertumbuhan industri nasional secara lebih berkelanjutan. Pemerintah pun disebut lebih terlihat memprioritaskan pemberian insentif untuk kendaraan listrik.

“Mengingat fokusnya lebih kepada EV dan sedikit ke HEV, maka segmen kendaraan konvensional low cost yang menjadi tulang punggung APM harganya relatif tinggi. Jadi tampaknya ada kebijakan yang perlu lebih berpihak pada industrialisasi nyata di dalam negeri, bukan sekadar pertumbuhan sales semata,” ucapnya.

Baca juga:

Penjualan Mobil Nasional Januari 2026 Naik, Astra Mendominasi
Dari jumlah tersebut, Astra membukukan penjualan 34.867 unit dan menguasai 52% pangsa pasar nasional.

Akan tetapi, pemberian insentif akhir-akhir ini yang direncanakan oleh pemerintah untuk kendaraan listrik dinilai sangat realistis dan diharapkan akan mendorong tingginya pembelian dari konsumen.

Jika insentif diterima dengan baik oleh masyarakat dan kemudian terkonversi menjadi pembelian, jumlah penjualan kendaraan dalam negeri pun bukan tidak mungkin akan meningkat lebih tinggi lagi ke depannya.

“Jika ekonomi kita membaik, maka volume sales bakal naik ya,” katanya.

Baca selengkapnya

Ω