Mengulas kebijakan, tren, dan dinamika keuangan nasional maupun global, membantu pengambil keputusan memahami arah perekonomian.
RDG Mingguan BI mengumumkan kenaikan BI Rate menjadi 5,50%. Sesuai Undang-undang dan praktik yang berjalan selama ini, BI setiap hari Selasa mengadakan RDG Mingguan untuk evaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang ditetapkan dalam RDG Bulanan.
Perluasan mandat Bank Indonesia (BI) memosisikan bank sentral ke persimpangan antara tanggung jawab stabilitas moneter dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menengok sejarah tentang beragam cara untuk mengendalikan kurs dollar AS dan perkuat nilai tukar rupiah.
Tekanan terhadap rupiah terus berlanjut hingga berada di titik terlemahnya sepanjang sejarah. Per 19 Mei 2026, nilai tukar rupiah tercatat di level Rp 17.719 per dolar AS. Tak hanya Indonesia, sejumlah mata uang negara lain, seperti Jepang dan India, juga ikut terpuruk.
Selain intervensi moneter di pasar keuangan, menyelamatkan daya beli masyarakat perlu dipastikan agar pukulan depresiasi tidak merusak konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi pilar pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah mengakselerasi pertumbuhan moneter dan fiskal dengan kolaborasi Pemerintah, swasta dan Danantara. BI meluncurkan PINISI wadah kolaborasi pembiayaan bersama.
Bank sentral mempertahakan BI Rate di level 4,75%. Otoritas moneter juga secara bertahap menaikkan suku bunga instrumen SRBI
Posisi M2 pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp10.089,9 triliun atau tumbuh sebesar 8,7% (yoy), setelah pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,0% (yoy).
Selain China, beberapa negara mitra kerjasama penggunaan mata uang lokal antara lain Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab dan Jepang
Merespon tren pelemahan nilai tukar rupiah, Bank Indonesia (BI) memodifikasi ambang jual-beli mata uang Dollar Amerika Serikat (USD) mulai 1 April 2026. Ini mengatur ambang pembelian dan penjualan rupiah dan valas.
Keputusan tersebut meresonansikan komitmen bank sentral dunia untuk memprioritaskan stabilitas moneter, menahan tingkat pengangguran, serta mengembalikan tingkat inflasi di tengah turbulensi global.
Pengelolaan cadangan devisa bisa jadi instrumen penting untuk meredam gejolak ketidakpastian global. Pengelolaan yang tepat bisa meredam depresiasi rupiah sehingga ciptakan stabilitas perekonomian domestik.
Menampilkan 12 dari 65 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.