Mendorong Keberlanjutan Peningkatan Daya Beli

"Akhir tahun selalu punya ilusi optik. Mal penuh, paket belanja menumpuk di kurir, dan linimasa media sosial ramai promosi. Tetapi kebijakan publik tidak boleh terpukau oleh keramaian."

Mendorong Keberlanjutan Peningkatan Daya Beli
Suasana berbelanja di Lotte Mart Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Minggu (28/12/2025). (Foto: Gema Dzikri/SUAR).
Daftar Isi

Beragam program menarik seperti potongan harga pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi salah satu faktor utama pendorong meningkatnya daya beli masyarakat.

Berbagai produk kebutuhan pokok, produk fesyen ataupun pernak pernik bisa dimiliki dengan harga terjangkau membuat masyarakat berbondong-bondong pergi ke pusat perbelanjaan atau mal untuk membeli barang yang ditargetkan.

Namun tidak semua pusat perbelanjaan ramai dikunjungi pembeli. Beberapa pusat perbelanjaan tampak biasa saja atau bahkan sepi pengunjung.

Tim SUAR berkesempatan melihat lebih lanjut aktivitas berbelanja masyarakat di akhir tahun dengan mendatangi sejumlah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan juga Tangerang. Berikut rinciannya:

Pasar Modern BSD

Aktivitas berbelanja masyarakat di Pasar Modern BSD, Kota Tangerang Selatan, Minggu (28/12/2025). (Foto:Gema Dzikri/SUAR).

Berlokasi di Jalan Letnan Sutopo, Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, terpantau jumlah pengunjung di pasar ini tidak meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Saat didatangi Minggu (28/12/2025) pagi, terpantau mayoritas pengunjung terlihat hanya berbelanja kebutuhan sehari-harinya seperti sayur-sayuran, daging, hingga buah.

Seorang penjual sayur, Rian Aditya, mengatakan Pasar Modern BSD saat itu sudah mulai sepi pengunjung. Sebab, masyarakat sudah banyak yang pergi ke luar kota untuk berlibur.

“Kalau untuk sekarang sih sepi ya, banyak yang liburan, jadi sudah mulai agak sepi di pasar, sebelum libur masih ramai banget tuh,” ucap Rian.

Banyaknya masyarakat yang berbelanja itu pun menyebabkan peningkatan pesanan dan pendapatan dari hasil jualannya di Pasar Modern BSD.

“Akhir tahun ada kenaikan ya karena banyak acara, langganan kita juga banyak yang restoran atau rumah makan, jadi cukup naik juga pesenannya untuk bahan-bahan yang dimasak,” jelasnya.

Harga cabai mengalami peningkatan, sementara bawang masih relatif stabil di Pasar Modern BSD. (Foto:Gema Dzikri/SUAR).

Meski begitu, sejumlah harga komoditas bahan pangan juga malah ikut meningkat dari sebelumnya. Harga bawang, daging, telur, hingga cabai pun semakin pedas akibat sejumlah faktor di akhir tahun.

“Ya paling yang lagi naik cabai-cabaian sih, cabai rawit masih tinggi harganya, sekarang itu modalnya Rp65 ribu, rawit hijau rawit merah, jualnya kita kisaran di angka Rp75 ribu. Kalau cabai keriting lagi murah malah, turun harga, cabai keriting di harga Rp30 ribuan,” ungkap Rian.

Kenaikan harga ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan hingga pasokan yang tersendat akibat faktor cuaca. 

“Normalnya kalau cabai itu Rp30 ribuan kalau stoknya lagi cukup. Paling sering memang kendala cabai di akhir tahun suka naik, karena faktor cuaca ngaruh juga dia, musiman, kalau akhir tahun pasti harganya naik entah di cabai keriting atau cabai rawit,” ucapnya.

Selain harga cabai, kenaikan juga terjadi pada komoditas ayam yang kini berada di kisaran harga Rp45 ribu per ekor, dan juga telur ayam yang berada di kisaran Rp32 ribu di sejumlah pedagang. Meskipun terjadi kenaikan harga, masyarakat juga masih menjadikan Pasar Modern BSD sebagai tempatnya berbelanja.

Salah satu pengunjung, Tanti Arivianto (55), yang merupakan ibu rumah tangga, mengaku dirinya mendatangi Pasar Modern BSD untuk membeli sejumlah bahan-bahan untuk memasak di rumah.

“Emang biasa ke Pasar Modern beli sayur-sayuran, ikan, tahu, tempe, seperti itu, bawang juga bawang merah bawang putih,” ucap Tanti. 

Jika harga komoditas meningkat, ia mengakalinya dengan cara membelinya dengan porsi yang lebih sedikit, bukannya menawar ke para pedagang pasar demi mendapatkan harga yang lebih murah.

“Kalau cabai mahal sih biasanya beli dikit aja Rp5.000,” katanya.

ITC Fatmawati

Masyarakat berbelanja di Hari-Hari Pasar Swalayan, ITC Fatmawati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (28/12/2025). (Foto:Gema Dzikri/SUAR).

Pusat perbelanjaan ITC Fatmawati yang terletak di kawasan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menampung banyak kios dan toko kecil yang menjual berbagai macam barang. ITC Fatmawati identik sebagai salah satu pusat belanja ponsel dan elektronik, lantai-lantai tertentu dipenuhi oleh deretan kios kaca yang memajang puluhan jenis smartphone hingga laptop. 

Selain itu, ada pula Hari-Hari Pasar Swalayan di lantai 3 ITC Fatmawati yang menjadi daya tarik pengunjung untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Bagi sebagian besar pusat perbelanjaan di Jakarta, akhir tahun identik dengan dekorasi yang meriah dan ramainya pengunjung. Namun, suasana berbeda terasa di ITC Fatmawati. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (26/12/2025), mal yang satu ini sepi pengunjung.

Tidak ada antrean panjang di eskalator, dan area parkir pun masih lapang. Di tengah kondisi yang sepi ini, Hari-Hari Pasar Swalayan menjadi jangkar utama yang tetap menjadi magnet para pengunjung.

Meskipun swalayan tersebut menjadi daya tarik utama, tidak terlihat adanya diskon spesial akhir tahun yang bisa menjadi magnet para pengunjung. Aktivitas berbelanja pun terlihat normal seperti hari-hari biasanya.

Lotte Mart Bintaro

Diskon akhir tahun di Lotte Mart Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Minggu (28/12/2025). (Foto:Gema Dzikri/SUAR).

Pada Minggu (28/12/2025), pusat perbelanjaan yang satu ini terlihat ramai dikunjungi masyarakat yang ingin berbelanja. Salah satu daya tariknya, terletak di diskon spesial akhir tahun yang ditawarkan kepada para pengunjungnya.

Sejumlah bahan pangan mendapatkan potongan harga seperti minyak goreng dari Rp42.000 menjadi Rp36.900, susu segar dari Rp33.500 menjadi Rp24.500, hingga potongan daging sapi 500g dari Rp119.900 menjadi seharga Rp92.900.

Menariknya, para pengunjung yang berbelanja di Lotte Mart Bintaro dalam periode 4 hingga 31 Desember 2025, mendapatkan kesempatan untuk meraih harga spesial 3 family trip package ke Korea. Kesempatan menarik ini juga menjadi dorongan untuk masyarakat berbelanja akhir tahun di Lotte Mart Bintaro.

The Breeze BSD City

Pengunjung mendatangi The Breeze BSD untuk melihat instalasi SpongeBob Movie: Search for SquarePants Experience, Minggu (28/12/2025). (Foto:Gema Dzikri/SUAR).

Dalam rangka menarik pengunjung dan merayakan pergantian tahun baru, The Breeze BSD City yang terletak di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menghadirkan rangkaian pertunjukan bertema “Tropical Breeze New Year Celebration,” yang bisa dinikmati oleh masyarakat selama dua hari.

CEO Retail and Hospitality Sinar Mas Land Fariyanto Nickholas Sonda, mengatakan acara yang digelar pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2025 di Main Atrium The Breeze BSD City ini akan dimeriahkan dengan penampilan dari sejumlah musisi ternama seperti Juicy Luicy.

“The Breeze memanfaatkan momentum pergantian tahun 2026 dengan menghadirkan Tropical Breeze New Year Celebration. Rangkaian acara ini kami hadirkan sebagai hiburan spesial yang dapat dinikmati oleh seluruh segmen pengunjung, mulai dari komunitas anak muda hingga keluarga,” kata Nickholas.

Acara pergantian tahun ini dapat dinikmati secara gratis dan terbuka untuk umum. Tak hanya menikmati pertunjukan, para pengunjung juga bisa menikmati loyalty program berupa instant voucher, double point rewards, dan triple point rewards, hingga berkesempatan untuk mendapatkan cashback voucher.

“Beragam atraksi populer serta pilihan kuliner dengan promo khusus tahun baru dihadirkan agar pengunjung dapat menikmati malam pergantian tahun yang berkesan dan penuh keceriaan di The Breeze,” lanjutnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (28/12/2025), pengunjung terlihat meramaikan The Breeze BSD City. Ada yang menonton bioskop, makan bersama keluarga, ataupun melihat The SpongeBob Movie Experience Room yang hadir sejak 28 November hingga 28 Desember 2025. 

Pondok Indah Mall

Pengunjung membanjiri Pondok Indah Mall untuk berbagai macam aktivitas mulai dari berbelanja, memburu diskon, hingga menikmati kegiatan tematik, Minggu (28/12/2025). (Foto:Gema Dzikri/SUAR).

Strategi untuk menarik pengunjung di akhir tahun juga dilakukan oleh pusat perbelanjaan Pondok Indah Mall (PIM) yang berada di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. PIM menerapkan berbagai strategi untuk menarik pengunjung selama periode akhir tahun 2025 yang meliputi diskon besar-besaran hingga acara tematik.

Pada Jumat (26/12/2025) siang, mal yang satu ini sudah dibanjiri oleh pengunjung. Kapasitas parkir mobil di PIM 2 pada siang hari hanya tersisa kurang dari 150.

Tak heran jika mal yang satu ini dipadati oleh pengunjung. Sejumlah tenant-tenant dengan jenama ternama di PIM bahkan menawarkan promo besar-besaran, berkisar antara 50% hingga 80% untuk produknya. Produk-produk yang biasanya digunakan untuk merayakan natal juga dijual sangat murah melalui christmas clearance sale.

Diskon akhir tahun di Pondok Indah Mall. (Foto:Gema Dzikri/SUAR).

Pengunjung PIM, Idris Maramis (21), yang datang bersama dengan teman-temannya, menilai potongan harga yang ditawarkan di tempat belanja yang satu ini cukup menarik di akhir tahun.

“Lumayan menarik, banyak diskon di department store kayak Sogo atau Metro gitu yang diskonnya besar plus clearence sale akhir tahun, jadinya besar-besar diskonnya. Paling menarik sih diskon dan promo buy 1 get 1 atau gift with minimum purchase ya,” kata Idris.

Setiap bulannya, Idris mengaku bisa mendatangi pusat perbelanjaan mal sebanyak 5 hingga 7 kali. Sekali berkunjung ke mal, ia bisa menghabiskan sekitar Rp300.000 untuk makan, hangout, hingga menonton di bioskop.

“Alasannya tergantung lagi perlu atau pengennya apa sih pas main ke mal, tapi seringnya cuman makan, hangout, nonton, terus belanja kalau ada yang suka dan cocok,” lanjutnya.

Sementara itu, pengunjung lainnya, Chairunnisa (28) menjelaskan dirinya sangat menanti akhir tahun lantaran diskon-diskon besar yang ditawarkan para pelaku usaha.

“Aku ke mal hari ini pengen lihat-lihat aja sih sebenarnya, sama tadi makan doang nih, lihat ada promo apa nih. Sebenarnya lumayan menarik sih karena promonya akhir tahun biasanya akan lebih besar, makanya ke sini,” ucap Chairunnisa.

Setiap kunjungannya ke mal, wanita yang merupakan seorang pekerja swasta itu mengaku mengeluarkan biaya sekitar Rp500.000. Diskon-diskon yang ditawarkan menutup tahun ini bahkan membuatnya lebih selektif dalam memberi barang, bukannya konsumtif akibat memanfaatkan potongan harga.

“Jadi lebih selektif, jadi karena udah tau akan ada diskon akhir tahun, jadi kalau lagi butuh apa gitu nunggu akhir tahun aja belinya,” katanya.

Berlanjut

Kendati demikian, sejumlah pakar mengingatkan kalau peningkatan daya beli masyarakat ini jangan sampai berlangsung sesaat, tapi bisa berlanjut di masa yang akan datang.

Ekonom sekaligus pengamat kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN VJ) Achmad Nur Hidayat, menganalogikan diskon dan subsidi yang besar di akhir tahun ini sebagai solusi cepat, namun belum tentu menyelesaikan masalah utama.

“Akhir tahun selalu punya ilusi optik. Mal penuh, paket belanja menumpuk di kurir, dan linimasa media sosial ramai promosi. Tetapi kebijakan publik tidak boleh terpukau oleh keramaian. Ukurannya harus kembali ke dapur rumah tangga, apakah lauk harian tetap terbeli, biaya sekolah tidak menunggak, dan ada sisa untuk tabungan darurat,” kata dia dihubungi melalui sambungan telpon di Jakarta.

Menurut dia, diskon besar-besaran efektif untuk membangun suasana belanja dan mendorong transaksi. Namun, diskon ini berperan hanya sebagai memindahkan waktu belanja masyarakat, bukan menambahkan daya beli.

“Orang yang memang sudah berniat membeli barang tahan lama akan menunggu momen diskon, lalu checkout di Desember, bukan Oktober. Ekonomi tampak ramai, tetapi dompet tidak otomatis lebih tebal,” ucap Achmad pada Jumat (26/12).

Pemerintah telah mengambil sejumlah langkah kebijakan untuk mendorong daya beli masyarakat menjelang akhir tahun khususnya pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kebijakan ini berupa pengendalian harga kebutuhan pokok hingga pemberian stimulus pada sektor tertentu, seperti diskon tiket angkutan, program magang, hingga insentif pajak dengan harapan menjaga konsumsi rumah tangga tetap tumbuh dan menopang pergerakan ekonomi nasional.

Ahmad menilai diskon dan subsidi di akhir tahun ini bisa membantu, tetapi hanya efektif apabila berperan sebagai jembatan yang bisa mengarah ke perbaikan yang lebih bersifat struktural seperti harga pangan yang lebih stabil, ketersediaannya pekerjaan, dan pendapatan riil masyarakat yang meningkat.

“Tanpa itu, kita hanya merayakan konsumsi yang dipercepat, bukan daya beli yang menguat,”

Ia menyarankan, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan mulai dari memperkuat bantuan untuk masyarakat kelas menengah bawah, stabilisasi harga pangan, mendorong pendapatan riil melalui penciptaan lapangan pekerjaan, dan koordinasi antara fiskal dan moneter yang lebih baik.

Hal senada disampaikan Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Teuku Riefky yang menilai daya beli masyarakat di akhir tahun 2025 ini masih lemah dan tidak ada perbedaan signifikan dibanding dengan tahun sebelumnya.

“Tidak terlalu berdampak signifikan, subsidi tidak mengkompensasi upah riil yang turun. Artinya, kalau masyarakat upahnya cukup, subsidi atau stimulus bisa menjadi katalis. Tapi kalau daya belinya tidak ada, maka subsidi sulit menjadi dorongan,” jelasnya pada Jumat (26/12).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, meski angka pengangguran per Februari 2025 menurun menjadi 7,28 juta orang (4,76%), angka pengangguran pada kalangan terdidik justru meningkat 17,3% dibandingkan kondisi Agustus 2024.

"Kunci mendorong daya beli masyarakat adalah pemerintah perlu memperbaiki iklim investasi sehingga menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat dan meningkatnya pendapatan masyarakat," kata Riefky.

Baca selengkapnya