Karier Petinggi INDEF, Ego yang Belum Selesai dan Keindahan Hidup

Karier Petinggi INDEF, Ego yang Belum Selesai dan Keindahan Hidup
Sandi Clarke / Unsplash
Daftar Isi

Selamat berakhir pekan. 

Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Dulu Anak Fisika, Kini Esther Memimpin INDEF

  • Perjalanan karir Esther Sri Astuti menuju kursi Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) tidak pernah ada dalam daftar rencana hidupnya sejak awal. Saat duduk di bangku SMA, ia mengambil jurusan Fisika, lingkungan akademik yang dipenuhi rumus, angka, dan matematika. Kala itu, ekonomi bukan bidang yang ia bayangkan akan digeluti, apalagi menjadi dosen, peneliti, hingga memimpin salah satu lembaga think tank ekonomi terkemuka di Indonesia. Namun arah hidup sering bergerak melalui pintu yang tidak diduga. Langkah awal Esther dimulai ketika ia menjadi asisten di Lembaga Studi Kajian Kebijakan Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada 1999–2000.
Esther Sri Astuti (Dokumen Pribadi)

Konser F4: Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dunia hiburan dengan hadirnya konser reuni F4 bertajuk ✦FOREVER City of Stars Concert Tour yang digelar di Indonesia Arena pada 28–30 Mei 2026. Grup asal Taiwan yang melejit lewat drama legendaris Meteor Garden awal 2000-an ini akhirnya kembali menyapa penggemar setelah penantian panjang 23 tahun. Kehadiran Jerry Yan, Vic Zhou, Vanness Wu, dan Ken Chu di panggung Jakarta bukan sekadar nostalgia, melainkan juga perayaan lintas generasi yang membangkitkan memori indah para penonton, khususnya generasi 90-an yang tumbuh bersama fenomena F4.

Java Jazz Festival (JJF) 2026 siap mengguncang panggung musik Indonesia dengan perhelatan ke-21 yang berlangsung di NICE, PIK 2, Jakarta Utara pada 29–31 Mei 2026. Festival jazz terbesar di tanah air ini menghadirkan sederet nama internasional seperti Jon Batiste, Ella Mai, wave to earth, hingga Daniel Caesar sebagai penampil utama dalam special show. Musisi Indonesia pun tak kalah bersinar, dengan Mahalini, Ruth Sahanaya, RAN, dan Yovie Widianto membuka hari pertama. Sementara hari kedua akan menjadi paduan unik antara jazz, indie, dan R&B modern lewat penampilan wave to earth, Ella Mai, Dave Koz and Friends Summer Horns, Citrus Sun, Frank McComb, hingga Al McKay All Stars yang membawakan lagu-lagu legendaris Earth, Wind & Fire. Nama besar Andien, Cakra Khan, Ziva Magnolya, dan Mocca juga turut meramaikan panggung.

Ego Yang Belum Selesai

Punya teman kantor yang sukanya mau menang sendiri? Mudah tersinggung ketika tidak diprioritaskan, memaksa agenda rapat mengikuti jadwalnya, kecewa berlebihan ketika pesan tidak segera dibalas, merasa diabaikan jika rekan kerja tidak hadir sesuai rencana, namun santai ketika dirinya sendiri membatalkan janji mendadak tanpa rasa bersalah.

Psikologi modern mengenalnya sebagai asymmetry of empathy atau asimetri empati, ketimpangan dalam kemampuan memahami dampak emosional yang dialami orang lain, dibanding sensitivitas terhadap dirinya sendiri. Dalam praktik sehari-hari, fenomena ini sering tampak sebagai ketidakdewasaan emosional di ruang kerja, kebutuhan untuk mengontrol situasi sosial demi menjaga ego dan kebutuhan untuk terus merasa diprioritaskan.

Fenomena ini menarik, karena sering muncul bukan pada orang yang lemah secara sosial, melainkan justru pada individu yang tampak dominan, vokal, atau percaya diri

Keindahan Hidup

"Hidup indah itu hidup yang bertabur cahaya," katamu. Tapi, bagaimana kita kenali cahaya tanpa gelap? Bila awan gelap menyergapmu, kau tak bisa melihat sisi terang dari hidup. Di sepanjang perlintasan waktu, kau terus berburu kesempurnaan, untuk mengabadikan perjalanan hidup dengan kisah kecewa.

Sekarang, lihatlah dunia dengan sudut pandang berbeda. Bukankah selalu ada pendar cahaya di balik gelap awan? Keindahan hidup justru terletak pada pergulatan menemukan terang (yang) dalam gelap, dan mengenali potensi gelap (yin) dalam terang.

Sungguh perjalanan hidup bagaikan pergerakan sinar mentari yang timbul-tenggalam di cakrawala. Kemunculan lembayung indah di ujung hari didahului kehadiran awan kelabu. Dan setiap mentari tenggelam, betapapun gelap malam segera menyergap, masih ada harapan bagi para petarung dlm waktu: fajar baru tak lama lagi akan menyingsing.

Cendekiawan muda Yudi Latif (Foto: AI / Tim SUAR)

Baca selengkapnya

Ω