Daya Tarik Sport Tourism Mendongkrak Pariwisata Lokal

Daya Tarik Sport Tourism Mendongkrak Pariwisata Lokal

MotoGP Mandalika 2026 atau Pertamina Grand Prix of Indonesia kembali digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, NTB. Lebih dari sekadar kompetisi adu kecepatan, ajang balap motor bergengsi tersebut menjadi momentum emas bagi pariwisata di NTB. 

Daya Tarik Sport Tourism  Mendongkrak Pariwisata Lokal

MotoGP Mandalika 2026 atau Pertamina Grand Prix of Indonesia kembali digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lebih dari sekadar kompetisi adu kecepatan, ajang balap motor bergengsi tersebut menjadi momentum emas bagi pariwisata di NTB. 

Kehadiran sport tourism melalui event sirkuit ini menjadi daya tarik utama yang terbukti mampu memikat ribuan pengunjung setiap tahunnya. Integrasi antara pesona alam kawasan di sekitar sirkuit dengan acara olahraga berskala internasional ini memberikan dampak langsung yang positif bagi perputaran roda ekonomi, khususnya pariwisata lokal.

Dari dinamika kunjungan wisatawan, terlihat tren kedatangan wisatawan ke NTB yang terus tumbuh positif pasca pandemi Covid-19, terutama jika dihubungkan dengan pengembangan kawasan Mandalika. Pada tahun 2019, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) berjumlah 8,5 juta perjalanan dan wisatawan mancanegara (wisman) sekitar 57 ribu kunjungan. Jumlah tersebut turun drastis pada 2020 akibat pandemi yang membatasi perjalanan secara global. 

Namun, titik balik mulai tercipta pada tahun 2021 yang bertepatan dengan tahun peresmian Sirkuit Mandalika. Setelah peresmian tersebut, angka kunjungan terus merangkak naik. Tahun 2023, kunjungan wisnus melonjak tajam menyentuh angka 12,9 juta perjalanan dan wisman kembali menyamai rekor prapandemi di angka 57 ribu kunjungan. Tren positif ini terus berlanjut hingga tahun 2025 yang berhasil mencatatkan kunjungan wisnus sebanyak 14,8 juta perjalanan dan wisman mencapai lebih dari 94 ribu kunjungan.

Secara persentase, pertumbuhan kunjungan wisnus mengalami lonjakan sebesar 215,8% dari tahun 2022 (4 juta perjalanan) ke tahun 2023 (12,9 juta perjalanan). Pertumbuhan wisnus kemudian mulai bergerak stabil di kisaran 6,5% pada 2024 dan 7,8% pada 2025. 

Di sisi lain, pertumbuhan kunjungan wisman juga menunjukkan tren peningkatan sebesar 283,3% pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah wisman ini berlanjut, yakni 41,6% pada 2024 dan 16,1% pada 2025. Pertumbuhan kunjungan wisatawan menandakan semakin tingginya minat turis global terhadap NTB.

Apabila membandingkan arus kunjungan wisatawan dari sebelum hingga sesudah sirkuit dibangun, terlihat jelas bagaimana infrastruktur ini telah mendongkrak skala pariwisata NTB dan menambahkan daya tarik baru. Pada periode 2010 hingga 2012, angka kunjungan terpantau relatif stabil di kisaran 17 ribu, lalu perlahan melonjak ke angka 40 ribu pada 2013 hingga mencapai puncak pra-Mandalika di tahun 2017. 

Namun, era setelah dibangun dan diresmikannya sirkuit pada 2021 membawa perubahan yang masif pada volume kunjungan. Sirkuit ini berhasil menciptakan ekosistem pariwisata baru yang membuat volume kunjungan wisnus dan wisman pasca pembangunan (2023-2025) secara konsisten berada di atas rata-rata angka kunjungan di era sebelum sirkuit dibangun.

Selain itu, dampak dari sirkuit ini juga tercermin langsung lewat antusiasme jumlah penonton MotoGP yang terus mengalami eskalasi. Pada awal penyelenggaraannya di tahun 2022, jumlah penonton di Sirkuit Mandalika tercatat sebanyak 102.801 orang, dan angka ini bertahan stabil di angka 102.929 orang pada perhelatan tahun 2023. 

Lonjakan penonton mulai terlihat sangat signifikan pada acara di tahun 2024 yang berhasil menarik 121.252 penonton, tumbuh sekitar 17,8% dari tahun sebelumnya. Puncak dari tren positif ini terjadi pada penyelenggaraan tahun 2025, di mana total penonton berhasil menembus angka 140.324 orang dengan pertumbuhan sebesar 15,7%.

Tren sport tourism lewat ajang MotoGP Mandalika menjadi dorongan untuk pengembangan hal yang serupa di wilayah lain. Sport tourism menjadi magnet pariwisata yang memiliki daya tarik tinggi, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Bagi daerah, keberadaan sirkuit ini bukan sekadar fasilitas olahraga, tetapi telah bertransformasi menjadi katalis utama yang mampu melipatgandakan arus kedatangan wisatawan dari tahun ke tahun.

Keberhasilan dalam mengintegrasikan ajang olahraga dengan potensi pariwisata lokal menjadi bukti daya tarik sport tourism patut menjadi upaya strategis mendongkrak kinerja pariwisata nasional.

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)