Ada Beasiswa LPDP King's College London di KEK Singhasari

Dengan menggandeng LPDP animo calon mahasiswa yang mendaftar cukup besar, namun memang proses seleksinya yang ketat dengan persyaratan yang cukup tinggi

Ada Beasiswa LPDP King's College London di KEK Singhasari
Berbagai program diajarkan kepada mahasiswa di Universitas di kawasan KEK Singhasari, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan di bidang ekonomi digital dan keamanan siber di Malang, Jawa Timur. (Foto: Biro Komunikasi Kemenekraf/ Bekraf)
Daftar Isi

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Malang, Jawa Timur, menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan berstandar internasional yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Salah satunya dengan hadirnya universitas top dunia, King's College London yang membuka cabang kampus di kawasan ini.

Corporate Secretary and General Manager Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola (BUPP) KEK Singhasari Kriswidyat Praswanto mengatakan pihaknya sebagai pengelola kawasan menyediakan lahan beserta sarana, prasarana, hingga utilitas yang diperlukan di lokasi-lokasi yang siap dikembangkan oleh para investor sesuai dengan peruntukannya, seperti salah satunya untuk sektor pendidikan.

“Saat ini King’s College London yang telah mendirikan kampus cabang di KEK Singhasari dengan bentuk kerja sama B to B yang dilaksanakan memang bersifat terbatas dan tidak publik. Untuk sistem perkuliahannya 100% mengikuti sistem yang dilaksanakan di kampus asal atau pusat,” kata Kriswidyat kepada SUAR akhir bulan lalu.

Baca juga:

KEK Gresik Didorong Jadi Pusat Industri Kimia Lewat Proyek Melamin Rp10,2 Triliun
Proyek yang dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology ini mencatatkan total investasi sekitar USD 600 Juta atau setara Rp10,2 triliun, sekaligus menjadi tonggak penting dalam percepatan hilirisasi industri kimia nasional.

Kriswidyat mengatakan berbagai skema pembiayaan dibuka bervariasi termasuk dengan banyak peluang beasiswa salah satunya dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal ini dilakukan dengan tujuan mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di era ekonomi digital.

"Program Beasiswa Kerja Sama LPDP dan King’s College London Singhasari ini merupakan program yang diperuntukkan untuk jenjang Master satu gelar dengan masa studi selama 24 bulan di Indonesia," ujar dia.

Ia merinci saat ini sudah ada 39 mahasiswa dari angkatan pertama, kedua dan ketiga.

"Tahun 2026 mahasiswa cohort 1 akan menyelesaikan studi. Dengan menggandeng LPDP animo calon mahasiswa yang mendaftar cukup besar, namun memang proses seleksinya yang ketat dengan persyaratan yang cukup tinggi,” ucapnya.

Kriswidyat mengatakan investor di KEK Singhasari bisa melakukan pembelian lahan hingga sewa jangka panjang atau kerja sama strategis seperti membentuk perusahaan joint venture, seperti contohnya perguruan tinggi asal luar negeri yang mendirikan kampus di KEK Singhasari harus berada di zona pendidikan.

KEK Singhasari memiliki empat sektor utama untuk pengembangannya yaitu pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, dan pariwisata. King College’s London sendiri sudah beroperasi di KEK Singhasari sejak 28 Mei 2025 lalu, dengan program studi Master of Science in Digital Economies dan Master of Arts in Digital Futures.

Selain King's College London, beberapa inisiatif strategis yang telah berjalan di KEK Singhasari antara lain:

  • Hellomotion High School Malang: Sekolah menengah kreatif pertama di Indonesia yang fokus pada industri kreatif, teknologi, dan inovasi, dengan misi mencetak generasi muda kreatif berkelas dunia.
  • Cyber Defence Academy: Program kolaborasi antara India dan Indonesia yang berfokus pada pengembangan keahlian keamanan siber, untuk menjawab tantangan global di era digital.
  • SMK 2 Singhasari: Sekolah yang mengembangkan keterampilan siswa di bidang animasi dan industri kreatif lainnya, dengan para siswa yang aktif menciptakan karya-karya inovatif.

Fasilitas unggulan disiapkan

Kontribusi KEK Singhasari dalam mencetak SDM unggul diwujudkan melalui pengembangan sistem pendidikan yang terintegrasi dengan fasilitas dan infrastruktur kawasan. Kawasan ini menghadirkan sistem pendidikan unggulan dan tematik yang mencakup jalur akademik maupun vokasi, serta membuka ruang bagi pengembangan keterampilan nonakademis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Di KEK Singhasari juga terdapat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di bidang digital. Juga dikembangkan jalur nonformal dan nonakademis di bidang cyber security,” lanjut Kriswidyat.

Selain itu, KEK Singhasari juga mengembangkan program pembinaan talenta hingga level sekolah menegah atas. Para siswa sekolah di dalam kawasan tersebut didorong untuk mengembangkan talenta digital dan kreatifnya melalui pendekatan berbasis praktik.

“Di KEK Singhasari berdiri Lab Industri Animasi yang diampu oleh SMKN 2 Singosari yang dibangun di zona Animation and Film Factory agar dekat dengan industrinya. Ada juga Hellomotion High School yang selain mengajarkan kurikulum nasional untuk SMA juga mengembangkan talenta-talenta digital kreatif para siswanya,” ungkapnya.

"Dengan pengembangan pendidikan yang berfokus pada teknologi digital di berbagai jenjang tersebut, KEK Singhasari diharapkan mampu mencetak lebih banyak talenta digital unggul yang siap bersaing di dunia industri," ujar dia.

Sejak awal pengembangannya KEK Singhasari juga telah didesain untuk mengusung konsep integrasi lintas sektor yang saling mendukung. Melalui pendekatan ini, ekosistem yang ada saling terhubung secara langsung antara proses pembelajaran, kebutuhan industri, dan pengalaman wisata berbasis kreativitas.

“Kearifan lokal dan nilai sejarah Singosari sebagai warisan dan situs kerajaan besar di Jawa merupakan daya tarik pariwisata yang kuat dan sarat muatan pendidikan. Pengembangan pariwisata budaya melalui teknologi digital-kreatif antara lain animasi audio-visual, digital museum, dan lain-lain, sehingga akan memperluas jangkauan market khususnya kaum milenial dan Gen Z,” katanya.

Suasana belajar mengajar di Kampus king's College London di KEK SInghasari, Malang, Jawa Timur. ( Foto: KEK SInghasari)

Tantangan

Dijelaskan olehnya, sektor pendidikan merupakan sektor hulu yang menitikberatkan pada kualitas, bukan hanya sekadar kuantitas saja. Oleh karena itu, keberhasilannya lebih tepat diukur dari outcome atau dampak nyata yang dihasilkan, tidak soal berapa jumlah lulusan yang dicetak. Namun demikian, upaya tersebut juga masih dihadapkan dengan tantangan besar, terutama dari sisi regulasi yang kerap belum sepenuhnya adaptif terhadap pengembangan ekosistem pendidikan terintegrasi.

“Sektor pendidikan memang didesain high regulated, mengingat sisi kualitas yang harus dijaga. Namun regulasi yang mengatur pendirian perguruan tinggi di KEK masih belum memadai pada level implementasi. Terlebih, pendirian perguruan tinggi luar negeri masih banyak hal yang belum jelas aturannya, sehingga mengandalkan putusan pejabat yang berwenang,” ungkap Kriswidyat.

Pemberian insentif fiskal untuk KEK pendidikan juga dinilai tidak terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap pengembangan sektornya. Meskipun insentif tetap menjadi faktor pendukung, keberhasilan sektor pendidikan di KEK Singhasari lebih bergantung pada desain ekosistem dan kebijakan yang mampu mendorong outcome nyata dalam mencetak talenta unggul.

“Dukungan dan endorsement dari pemerintah dengan salah satunya kemudahan perizinan dan kepastian proses akan lebih signifikan dampaknya,” tutupnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya juga menegaskan bahwa kehadiran kampus ternama internasional di KEK Singhasari ini merupakan penegasan bahwa pemerintah Indonesia berupaya untuk memperkuat kerja sama pendidikan.

“Investasi sektor pendidikan di KEK Singhasari merupakan prototipe penting untuk menghadirkan pendidikan kelas dunia di Indonesia. KEK Merupakan terobosan kebijakan pemerintah, dengan penyediaan berbagai insentif dan kemudahan berusaha bagi masuknya kampus top dunia di Tanah Air,” kata Airlangga dalam keterangannya.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf),Teuku Riefky Harsya mengatakan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia menjadi sangat penting dalam meningkatkan daya saing negara di era global. KEK Singhasari memiliki peran strategis yang jadi bisa meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia.

"KEK Singhasari menjadi katalisator penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Inovasi, investasi, dan kolaborasi lintas sektor yang berada di KEK Singhasari menjadi modal penting untuk melahirkan talenta dan produk kreatif yang berdaya saing global," ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam press release, 29 April 2026.

Inovasi baru

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Feriyansyah, menilai pengembangan sektor pendidikan di KEK ini merupakan inovasi yang menarik lantaran mengintegrasikan sektor pendidikan dengan logika kawasan ekonomi berbasis investasi. Dengan pendekatan ini, ia melihat peluang besar untuk menggali potensi baru dalam sistem pendidikan nasional.

“Saya kira ini inovasi yang menarik ya, karena kita mencoba mengintegrasikan pendidikan dengan logika kawasan ekonomi berbasis investasi yaitu KEK. Kita bisa menggali potensi dan saya kira ini relevan untuk meningkatkan daya saing SDM dan sistem pendidikan yang terlibat langsung dalam ekosistem industri,” kata Feriyansyah, Selasa (05/05/2026).

Integrasi tersebut memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa soal pendidikan ini tidak bisa semata-mata ditempatkan dalam logika instrumen ekonomi.

“Karena jika pendidikan kita dorong untuk logika pasar, nanti terjadi reduksi fungsi pendidikan hanya sekadar penyedia tenaga kerja, jadi bukan lagi ruang pembentukan warga yang kritis. Maka relevansinya saya kira itu harus ada keseimbangan,” jelasnya.

Nilai-nilai dasar dan filosofi pendidikan nasional juga tidak boleh terlepas lantaran hal tersebut merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga. Ia mengingatkan bahwa setiap pihak yang masuk misalnya kampus internasional harus tetap berlandaskan pada nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai fondasi utama sistem pendidikan di Indonesia.

Jika kurikulum pendidikan yang diajarkan 100% mengikuti luar negeri, menurutnya hal tersebut juga tidak ideal.

“Apa pun sistem pendidikan atau lembaga pendidikan yang ada di Indonesia harus berlandaskan pendidikannya adalah Pancasila. Jadi saya kira tidak bisa mengadopsi kurikulum yang secara 100% gitu, harus tetap ada proses penjagaan terhadap konten-konten lokal kebangsaan kita dan kebudayaan-kebudayaan,” tegasnya.

Baca juga:

KEK Kesehatan Game Changer Efektif (2)
KEK Kesehatan didorong untuk mengubah kebiasaan orang Indonesia yang rajin berobat ke luar negeri. Disisi lain juga menjadi daya tarik orang asing datang untuk berobat sambil berwisata

Potensi kesenjangan akses pendidikan menurutnya juga akan tetap ada, terutama jika tidak diimbangi dengan kebijakan yang tepat. Oleh karena itu, langkah pemerintah untuk melakukan intervensi melalui skema pembiayaan atau beasiswa bagi kelompok ekonomi tertentu menurutnya juga sudah tepat.

“Skema afirmatif itu juga dibutuhkan untuk beasiswa yang signifikan untuk kelompok menengah ke bawah mungkin. Jadi kemitraan dengan pemerintah daerah juga kan dibutuhkan sehingga masyarakat atau anak-anak yang potensial di sekitar KEK bisa mengakses ini. Kalau nggak, nanti KEK pendidikan ini jadi seperti pendidikan elit yang jauh dari akses masyarakat sekitar,” ujar Feriyansyah.

Ia juga mendorong terjadinya kolaborasi antara kampus-kampus dalam negeri dengan internasional, sehingga melahirkan proses transfer pengetahuan dan pengembangan riset yang lebih berskala internasional.

“Jangan hanya sekadar buka kampus di Indonesia tapi ternyata tidak jauh beda dengan kondisi kampus-kampus kita yang sudah ada. Evaluasi secara berkala, untuk menjaga bagaimana KEK pendidikan ini tidak menyalahkan aturan atau membawa agenda-agenda tertentu yang di luar dari tujuan pendidikan nasional kita,” katanya.

Baca selengkapnya

Ω