Perkembangan terkini di dunia saham, termasuk kinerja emiten, tren pasar, dan kebijakan yang memengaruhi pergerakan investasi.
Pemerintah bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kegiatan operasional bursa tetap berjalan tanpa gangguan meskipun terjadi transisi kepemimpinan akibat gejolak pasar modal yang terjadi beberapa waktu lalu.
Belum selesai para investor babak belur dihajar "longsor" Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (28/1/2026), indeks pasar modal tanah air kembali jeblok pada Kamis (29/1/2026). Hanya dalam 2 hari IHSG terperosok dalam hingga 748 poins.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Kamis (29/1/2026) pagi, IHSG anjlok 8 persen atau turun 665,89 poin ke level 7.654,66 pada pukul 09.30 WIB.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk tajam turun 7,34% saat penutupan perdagangan sesi I Rabu (28/1/2026), pada level 8.321.
Untuk IHSG, arahnya masih naik, tetapi dengan volatilitas yang sangat tinggi. Ini bukan pasar yang tenang, melainkan pasar yang penuh peluang bagi investor yang memahami risiko
“Jika pemerintah menempatkan BUMN sebagai mitra, swasta dapat lebih leluasa berpartisipasi. Sebaliknya, dominasi BUMN yang diperkuat justru bisa menyingkirkan swasta."
Menilik perhitungan bisnis dari divestasi bisnis teh Sariwangi yang dilepas Unilever. Ada apa di baliknya?
Total investor pasar ritel Single Investor Identification (SID) pasar modal melonjak 5,25 juta dalam setahun. Pada 2024 jumlahnya 14,87 juta lantas meroket menjadi 20,12 juta pada 19 Desember 2025.
Dari daftar 70 emiten yang masuk radar potensi delisting, empat BUMN menjadi perhatian utama. Emiten yang berpotensi delisting berasal dari berbagai sektor mulai dari tekstil, properti, dan lain-lain.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkerek naik 22,10% sepanjang tahun 2025. Sepanjang 2025, IHSG mencatat 26 kali rekor kinerja nilai tertinggi sepanjang sejarah (All Time High/ATH).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) pada perdagangan Senin (24/11/2025) pada level 8.570,25. Ini merupakan kali ke-19 IHSG mencatat ATH sepanjang 2025.
IHSG pekan lalu menunjukkan pelemahan sebesar 2,57% ke angka 7.906 pada penutupan perdagangan hari Jumat (17/10/2025). Angka ini berhasil rebound 2,19% ke angka 8.115 pada pembukaan perdagangan hari Senin (20/10/2025) dan Selasa (21/10/2025) ditutup menguat 1,84% di angka 8.238,08.
Menampilkan 12 dari 75 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.