Visualisasi, analisis, dan interpretasi data terkini yang relevan dengan isu-isu ekonomi, kebijakan, dan bisnis
Jelang pemberlakuan tarif resiprokal Amerika Serikat terhadap Indonesia per 1 Agustus 2025, data BPS menunjukkan terjadi peningkatan ekspor nonmigas Indonesia ke AS di bulan Juli 2025 hampir 16%.
Terlepas dari gejolak sosial dan beberapa indikator ekonomi yang berfluktuasi, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih kuat. Meski demikian, pemerintah perlu berhati-hati dan menyikapi dengan bijak segala dinamika sosial-politik yang terjadi.
Kemajuan suatu negara bukan ditentukan oleh sumber daya alam yang dimiliki, tetapi oleh sumber daya manusia yang kompeten. Singapura sudah membuktikan tesis tersebut. Ditambah dengan memperkuat trust kerjasama tiga pilar: pemerintah – dunia usaha – masyarakat madani.
Di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian dan penurunan daya beli masyarakat, perdagangan elektronik atau e-commerce yang merupakan tulang punggung ekonomi digital Indonesia diprediksi akan terus bertumbuh hingga 2030.
Konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar Indonesia hingga saat ini. Namun, data triwulan II-2025 menunjukkan perubahan pola konsumsi di mana konsumsi makanan-minuman meningkat, sementara konsumsi pakaian dan alas kaki menurun.
Di tengah upaya meningkatkan rasio perpajakan, pemerintah tidak hanya fokus pada penarikan pajak. Di tahun 2026, pemerintah akan lebih mengoptimalkan insentif perpajakan untuk mendukung konsumsi masyarakat dan kegiatan UMKM.
Ekonomi Indonesia triwulan kedua tahun 2025 tumbuh sebesar 5,12% secara tahunan. Pertumbuhan ini digerakkan oleh tiga komponen utama, yaitu ekspor, konsumsi LNPRT, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).
Sejak satu dekade lalu, berdasarkan skor Human Development Index, Indonesia masuk ke kelompok negara dengan kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Tapi, di ASEAN menempati peringkat ke-6.
Pemerintah menempatkan ketahanan energi sebagai salah satu agenda prioritas yang dalam RAPBN 2026 mendapat alokasi sebesar Rp402,4 triliun. Salah satu targetnya adalah untuk meningkatkan volume produksi migas nasional.
Pemerintah menambah alokasi anggaran ketahanan pangan dalam RAPBN 2026 sebanyak 5,9 persen menjadi Rp164,41 triliun. Hal ini menunjukkan komitmen serius pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, terutama beras dan jagung.
Berkurangnya alokasi dana transfer ke daerah (TKD) yang signifikan pada RAPBN 2026 menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan kemandirian fiskal.
Didorong oleh menguatnya permintaan global, kenaikan harga miyak sawit mentah menjadi angin segar bagi para pengusaha di tengah tantangan meningkatkan produktivitas.
Menampilkan 12 dari 367 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.