Jelajahi Wisata Elite yang Membahagiakan dan Hindari Over Empati yang Melukai
Traveling berdampak positif dalam meningkatkan kebahagiaan seseorang.
Traveling berdampak positif dalam meningkatkan kebahagiaan seseorang.
Selamat berakhir pekan.
Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.


Selanjutnya dibaca di sini.

Konser An EMOrchestra 2.0: The Black Symphony Revives merupakan pertunjukan orkestra yang menampilkan lagu-lagu dari band emo dan rock populer seperti Simple Plan, My Chemical Romance, Avril Lavigne, Linkin Park, dan lainnya. Lagu-lagu mereka akan dibawakan oleh Batavia Madrigal Singers, Farman Purnama, Stefani Yang, Ery Kumendong, dan Dirly Dave. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 15 November 2025 pukul 19.30 WIB di Studio RCTI+ Jakarta Barat. Terdapat beberapa variansi harga tiket untuk bisa menikmati pertunjukan orkestra tersebut.
Ballet Manila dan Étoile Dance Center mempersembahkan Lisa Macuja Elizalde’s Cinderella. Inilah satu pertunjukan kisah klasik dan timeless dari cerita Cinderella tentang kebaikan, cinta, dan komedi melalui gerakan tari yang indah. Pertunjukan ini akan diadakan pada tanggal 15 November 2025 pukul 19.30 WIB dan 16 November 2025 pukul 17.00 WIB di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta. Terdapat berbagai variansi tiket untuk menyaksikan pertunjukan balet ini. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui media sosial Instagram Étoile Dance Center atau Artpreneur.

Cinta yang berlebihan bisa membunuhmu. Terlalu banyak cinta, bisa jadi racun yang menghancurkan diri sendiri. Begitulah hidup, perlu terukur, tidak berlebihan. Seorang perawat yang punya pekerjaan mulia, menjaga seseorang, ia juga bisa terkena penyakit jika terlalu posesif kepada pasiennya, menjadi sangat sensitif dan terlalu protektif.
Terlalu perhatian, lama-lama perasaan itu menjadi beban, bertumpuk hingga menjadi penyakit, yang dinamakan compassion fatigue. Ini adalah kondisi di mana seseorang menderita kelelahan emosional dan mental yang muncul akibat empati yang terus-menerus terhadap penderitaan atau masalah orang lain.
Istilah ini awalnya banyak dikaitkan dengan profesi seperti tenaga kesehatan, pekerja sosial, atau relawan bencana. Namun, kini diketahui bahwa siapa pun yang sering terlibat dalam membantu atau mendengarkan masalah orang lain secara intens bisa terkena juga. Tak cuma pekerja di lapangan, pekerja kantoran pun bisa dihinggapi compassion fatigue.

Selanjutnya dibaca di sini.