Dua menteri koordinator dan tiga menteri Kabinet Merah Putih menjabarkan pandangan masing-masing tentang kiat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tahun 2026. Selain memacu performa mesin-mesin pertumbuhan konvensional yang telah terbukti berhasil, akselerasi ekonomi mulai tahun ini akan mengoptimalkan peluang yang belum sempat digarap tahun lalu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, capaian pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia sebesar 5,11% Year on Year (YoY) pada 2025 mencerminkan stimulus tepat sasaran, keberhasilan stabilisasi harga, serta peningkatan mobilitas akibat libur Natal dan tahun baru yang meningkatkan aktivitas ekonomi. Capaian ini merupakan nomor dua tertinggi di antara negara-negara G20 setelah India
"Setelah sekian tahun, momentum Natal dan Idulfitri kembali back-to-back antara Kuartal-IV 2025 dan Kuartal-I 2026, sehingga kita mesti terus dorong pertumbuhan di Kuartal-I tahun ini, terutama melalui belanja program prioritas dan stimulus yang menjaga permintaan domestik dan shock absorber di tengah perlambatan ekonomi," ucap Airlangga sebagai panelis Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/02/2026).
Selain menjaga momentum pertumbuhan di Kuartal-I 2026 demi mencapai target pertumbuhan 5,4% dalam APBN 2026, Airlangga menyatakan pemerintah berkomitmen mengebut sektor yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan seperti pertanian, manufaktur, ekonomi digital, energi, serta implementasi program prioritas seperti Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, dan pembangunan 3 juta rumah.
"Kita perlu reformasi struktural terus-menerus, dan dengan program-program yang ada saat ini, kita harapkan bisa take off 2 tahun ke depan. Dengan landasan yang kuat untuk investasi, birokrasi sederhana, dan penegakan hukum, negara ini pasti bisa lepas landas," tegasnya.
Mempertegas penjelasan Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan semua kebijakan fiskal akan ditujukan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Sekalipun APBN 2026 menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%, Purbaya menegaskan kebijakan fiskal akan memaksimalkan potensi mendorong pertumbuhan mencapai 6%.
Menurutnya, perekonomian Indonesia telah melewati resesi saat pandemi, dan sekarang sudah kembali ekspansi, yang bisa bertahan 7-10 tahun.
"Saya keluarkan bola kristal ekonomi Indonesia. Anda tidak usah takut prospek jangka menengah, karena dari momentum saat ini, kita masih bisa ekspansi terus sampai 2033," ucap Purbaya.
Mesin dari bawah
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah instrumen untuk mencapai tujuan tersebut. Di desa, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan 30.008 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan selesai dan beroperasi penuh mulai Mei dan Juni 2026, bersamaan dengan 1.000 kampung nelayan yang akan memberikan dampak masif terhadap sektor riil dan serapan tenaga kerja.
"Selama ini, daya tawar nelayan rendah karena tidak punya dukungan infrastruktur. Dengan KDMP dan revitalisasi kampung nelayan, daya tawar nelayan akan lebih tinggi karena mereka memiliki pabrik es, cold storage, dan jalur distribusi. Setiap kecamatan juga akan dibangun bioflok untuk swasembada ikan yang mendukung suplai SPPG," ujarnya.
Dengan dasar peraturan yang lengkap dan jelas, Zulkifli menyanggah sementara anggapan bahwa KDMP adalah proyek eksperimental dan bersifat uji coba. Keseriusan pemerintah untuk menggerakkan ekonomi desa melalui KDMP akan memosisikan koperasi desa sebagai offtaker untuk hasil-hasil usaha rakyat di desa.
"Kalau tidak bisa ditampung pasar, Kopdes yang akan jadi offtaker sehingga rakyat punya kepercayaan bahwa hasil produksi mereka akan dibeli dan dapat memotong rantai pasok yang panjang. Kopdes juga akan menjadi supplier bagi SPPG sehingga ekonomi rakyat di tingkat desa benar-benar bergerak dan berdampak," tegas Zulkifli.
Baca juga:

Bukti nyata kontribusi KDMP mulai dirasakan di Bantul, Yogyakarta, saat koperasi desa tersebut memberikan dampak pertumbuhan produksi dan konsumsi di desa hingga 11-12%. Daya serap tenaga kerja hingga 20 orang per koperasi pun memungkinkan perluasan lapangan kerja, belum termasuk mitra koperasi yang terdiri dari UMKM, peternakan, penggemukan ayam, bioflok, hingga petani.
"Bung Hatta dulu mengingatkan bahwa Indonesia tidak mungkin terang hanya dengan satu obor, tetapi Indonesia akan terang kalau setiap lilin di desa menyala terang, dan gerakan ekonomi rakyat yang tumbuh di setiap desa inilah, lilin-lilin yang menyerap tenaga kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," pungkas Zulkifli.
Kuncinya: inovasi
Sebagai penunjang ekonomi bagi masyarakat agrari, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjabarkan capaian swasembada beras dengan cadangan 4,2 juta ton dan produksi 34,7 juta ton pada 2025 bukanlah hasil kerja satu malam, melainkan sebagai hasil nyata keberhasilan deregulasi dan transformasi pertanian modern yang dilaksanakan secara konsisten.
Amran menjabarkan dalam satu tahun, terdapat 13 instruksi dan keputusan presiden yang telah mencabut 547 aturan di bidang pertanian yang memungkinkan kebijakan pertanian terlaksana secara fleksibel, cepat, dan dirasakan langsung oleh petani.
"Dulu, pupuk itu tersalurkan setelah melewati tanda tangan 12 menteri, sehingga sering kita dengar jelang musim tanam, pupuk belum ada. Sekarang, dengan inpres yang telah mencabut 145 regulasi pupuk, maka Kementerian Pertanian bisa langsung memesan ke PT. Pupuk Indonesia, dan segera tersalur ke petani," jelasnya.
Selain deregulasi, Amran mengungkapkan bahwa transformasi pertanian modern yang telah dilakukan saat ini memungkinkan pembibitan lahan pertanian seluas 25 hektare dapat dilakukan hanya dalam 1 hari menggunakan drone. Efeknya, planting index meningkat menjadi 3 kali dan Nilai Tukar Petani melambung hingga 125,35, tertinggi sejak 1992.
Tak hanya itu, salah satu kebijakan drastis yang ditempuh Kementan untuk menghadapi dampak kekeringan akibat siklus El-Nino adalah mengalihkan semua anggaran seminar, perjalanan dinas, dan rapat untuk membeli pompa dan mengalirkan air sungai untuk irigasi. Dampaknya, produksi padi di wilayah paling kering pun meningkat, dengan kumulatif kenaikan mencapai 3 juta ton.
"Dengan deregulasi dan kebijakan yang kita ubah walau menambah sedikit anggaran, kita menghasilkan harga pokok beras Rp6.500 per kilogram dengan petani menerima Rp132 triliun. Cadangan beras kita 4,2 juta ton, dan kemungkinan 3 bulan ke depan naik 6 juta ton, sehingga produksi kita tertinggi di Asia Tenggara dan nomor dua di dunia setelah Brasil," ucap Amran.
Selain di bidang pangan dan pertanian, target swasembada energi pun dikejar dengan strategi dua jalur. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjelaskan, guna memaksimalkan lifting minyak yang baru berhasil mencapai target APBN tahun lalu setelah 10 tahun gagal mencapai target, Kementerian ESDM memaksimalkan tiga strategi.
- Mengoptimalkan luaran sumur-sumur tua dengan teknologi baru;
- Mengalihkan sumur-sumur Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang tidak dikerjakan kepada pihak swasta;
- Memberikan ultimatum pada pihak yang telah menerima Plan of Development (POD) wilayah kerja, tetapi tak kunjung menggarap.
"Ada 301 wilayah kerja yang sudah dieksplorasi tetapi sumurnya belum jalan. Kami berikan ultimatum karena kalau tidak akan kami cabut. Contohnya di Masela, itu sudah 26 tahun tidak jalan, dan baru beroperasi setelah kami berikan 'surat cinta', mengingat nilai investasinya USD18 miliar," jelas Bahlil.
Selain memaksimalkan cadangan energi fosil, Bahlil mempertegas komitmen Indonesia melaksanakan transisi energi dengan target pembangkitan listrik terbarukan hingga 50 giga watt (GW) pada 2034. Tak tanggung-tanggung, nilai investasi energi terbarukan tersebut mencapai Rp1.650 triliun dengan return yang dapat dipastikan.
"Pengusaha dan perbankan harus tahu bahwa ini captive market karena pasti dibeli oleh pemerintah. Kalau Anda tidak membiayai ini, pasti perbankan asing dengan bunga lebih murah akan masuk dan uangnya pasti akan keluar ke mereka juga," ujarnya.
Baca juga:

Ke depan, Bahlil memastikan 90% pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang menjadi tanggung jawab ESDM akan benar-benar dimaksimalkan dalam bentuk produk hilir dan perluasan ekspor barang mentah akan mulai diberlakukan, salah satunya timah.
"Sudah cukup kita dijajah Belanda 3,5 abad, jangan kita sudah merdeka masih kirim barang mentah. Kami akan membuat beberapa komoditas lain yang semuanya akan didorong untuk substitusi impor, sehingga nilai tambah hilirisasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita," pungkasnya.