Jepang Destinasi Wisata Utama Dunia dan Pelajaran yang Bisa Dipetik

Jepang Destinasi Wisata Utama Dunia dan Pelajaran yang Bisa Dipetik

Jepang berada di peringkat pertama destinasi wisata versi Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2026. Sementara, posisi Indonesia di peringkat 23.

Jepang Destinasi Wisata Utama Dunia dan Pelajaran yang Bisa Dipetik

Jepang menempati peringkat pertama sebagai destinasi wisata versi Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2026 yang diumumkan World Economic Forum (WEF) pada akhir September lalu. Posisi Jepang naik dua peringkat dibandingkan pengukuran sebelumnya (2024). Sementara, posisi Indonesia turun satu peringkat ke posisi 23.

Masyarakat dunia tetap melakukan traveling meski kondisi geopolitik, geoekonomi, dan lingkungan/iklim dunia diliputi konflik dan tantangan yang mengkhawatirkan. Setidaknya, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1,5 miliar kedatangan wisatawan secara global, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga kuartal pertama 2026, terdapat sekitar 307 juta orang yang melakukan perjalanan internasional.

Masuk dalam 10 besar destinasi wisata utama dunia tahun 2026, setelah Jepang, adalah Amerika Serikat, Spanyol, Australia, Prancis, Jerman, Inggris, China, Swiss, dan Italia. Negara-negara Eropa banyak yang menjadi tujuan turis internasional karena unggul dalam berbagai indikator pengukuran.

Secara umum, kawasan Eropa & Eurasia mendapat skor TTDI paling tinggi dibandingkan kawasan lainnya. Eropa & Eurasia mendapatkan skor 4,39, disusul kawasan Asia-Pasifik dengan skor 4,29. Selanjutnya kawasan Timur-Tengah dan Afrika Utara (3,98), kawasan Amerika (3,96), dan kawasan Afrika Sub-Sahara (3,36). Skor penilaian di rentang 1-7.

Setiap negara berlomba-lomba membenahi sektor pariwisatanya. Dari 110 negara yang diukur dalam TTDI, dalam periode 2024-2026 sebanyak 92% negara skornya meningkat dengan rata-rata 2,1%. Peningkatan terbesar terdapat pada pilar indikator atraksi budaya, infrastruktur dan layanan pariwisata, serta konektivitas udara. Tiga pilar inilah yang utama menopang pertumbuhan pariwisata.

Jepang berhasil menempati peringkat pertama TTDI 2026 dengan skor 5,27 tidak lepas dari upaya diversifikasi pariwisata yang dilakukan pemerintahnya. Tercatat sebanyak 42,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke negeri Sakura ini pada tahun 2025. Angka ini naik 16% dibandingkan 2024. Diversifikasi dilakukan dengan mempromosikan daerah di luar tujuan utama wisata, seperti Tokyo dan Kyoto, yang sudah overcrowded dan memiliki polusi suara (noise pollution) yang tinggi.

Dengan kampanye Go Beyond The Golden Route, Jepang mempromosikan destinasi-destinasi baru yang merupakan hidden gems. Turis-turis diarahkan ke tempat-tempat yang jauh dari keramaian, seperti Hokkaido, Kyushu, dan Okinawa. Turis bahkan ditawarkan penerbangan domestik gratis. Jepang juga mempercepat pengembangan jaringan transportasi regional yang saling terhubung. Selain itu, pajak akomodasi di kota-kota besar, seperti Kyoto, juga dinaikkan agar minat ke kota-kota lain lebih tinggi.

Selain itu, alasan lain yang menjadikan Jepang disebut sebagai negara yang pariwisatanya paling siap dan tertata (the world’s most tourism-ready) adalah memiliki moda transportasi bertaraf internasional, kekayaan budaya yang khas, serta mengedepankan aspek keberlanjutan dalam pengelolaan lingkungannya. Dengan membenahi sektor pariwisata ini, Jepang pada tahun 2025 berhasil meraih manfaat dari total pengeluaran wisatawan asing yang mencapai 59,7 miliar dolar AS atau 9,5 triliun yen.

Indonesia berdasarkan TTDI 2026 berada di peringkat 23, turun 1 peringkat dibandingkan 2024. Namun, skor yang dicapai Indonesia adalah 4,56 (di atas rata-rata skor kawasan) atau naik 2,2% dibandingkan 2024. Dibandingkan masa sebelum pandemi (2019), peringkat Indonesia tahun ini naik 17 peringkat, menandakan keberhasilan membenahi sektor pariwisata meski masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Data

Rekomendasi SUAR