Perkuat Kemitraan, Indonesia-Rusia Resmikan Russian Space

Perkuat Kemitraan, Indonesia-Rusia Resmikan Russian Space

Melalui Russian Space, para pengunjung Perpustakaan Masjid Istiqlal kini dapat mempelajari sejarah Islam di Rusia, mengakses berbagai koleksi buku, melihat galeri foto masjid di Rusia, hingga menyaksikan salinan Al-Qur'an edisi pertama yang diterbitkan di negeri beruang merah tersebut.

Perkuat Kemitraan, Indonesia-Rusia Resmikan Russian Space
Dalam Artikel Ini

Hubungan bilateral Indonesia dan Rusia kini merambah sektor diplomasi keagamaan dan kebudayaan. Langkah ini ditandai dengan peresmian Russian Space atau ruang edukasi dan budaya Rusia di Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2026).

Fasilitas baru ini hadir sebagai wadah pertukaran pengetahuan, promosi budaya, sekaligus sarana mempererat koneksi antarwarga, khususnya komunitas Muslim kedua negara. 

Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dalam peresmian Russian Space atau ruang edukasi dan budaya Rusia di Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (06/11/2026).(Foto:Gema Dzikri/Suar.id).

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyebut peresmian Russian Space sebagai pijakan penting dalam memperkokoh hubungan antaragama kedua negara.

"Saya yakin ruangan ini menjadi langkah yang sangat penting untuk mempererat hubungan antaragama Rusia dan Indonesia, sekaligus mengenalkan budaya serta tradisi Rusia kepada warga Indonesia," ujar Sergei saat peresmian yang dilakukan di Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jumat (06/11/2026).

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Rusia telah banyak menjalin kerja sama untuk berbagai hal seperti di sektor strategis ekonomi, energi, maritim, militer, hingga teknologi dan pendidikan. 

Kedua negara di sektor ekonomi telah menjalin kerja sama untuk meningkatkan perdagangan sejumlah komoditas, investasi industri, serta menjajaki pengembangan energi nuklir.

Sergei pun menegaskan bahwa penguatan kerja sama di bidang keagamaan ini juga menjadi bagian penting dari perkembangan hubungan bilateral kedua negara yang semakin erat.

“Ini menggarisbawahi perkembangan yang pesat antara hubungan bilateral Rusia dan Indonesia. Setiap tahun, kami membuka format-format baru kerja sama termasuk forum multilateral, pertukaran mahasiswa, pakar, dan lain-lain,” jelasnya.

Sejumlah pengunjung melihat koleksi buku dan materi edukasi di Russian Space yang berada di dalam Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (06/11/2026).(Foto:Gema Dzikri/Suar.id).

Islam di Rusia

Para pengunjung dapat mengakses berbagai materi edukasi mengenai Rusia mulai dari koleksi buku, hingga dokumentasi foto masjid-masjid di Rusia. Ruangan ini juga menyediakan Alquran edisi pertama yang diterbitkan di Rusia sebagai salah satu bagian dari pengenalan sejarah perkembangan Islam di negara tersebut.

Ketua Dewan Spiritual Muslim Rusia (DSMR) Albir Krganov dalam peresmian Russian Space atau ruang edukasi dan budaya Rusia di Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (06/11/2026).(Foto:Gema Dzikri/Suar.id).

Di lokasi yang sama, Ketua Dewan Spiritual Muslim Rusia (DSMR), Albir Krganov, memaparkan bahwa Islam memiliki akar sejarah panjang di Rusia yang sudah berlangsung lebih dari 1.000 tahun.

"Sekitar 15 persen penduduk Rusia atau 23 juta orang adalah Muslim. Umat Islam di Rusia hidup di rumah mereka sendiri, bukan sebagai tamu," tegas Albir.

Ia menilai Masjid Istiqlal sebagai lokasi yang sangat tepat karena bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga pusat peradaban dan pendidikan masyarakat.

Busana muslim khas Dagestan yang dipamerkan bersama perlengkapan ibadah di Russian Space, Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (06/11/2026).(Foto:Gema Dzikri/Suar.id).

Ke depannya, Russian Space akan menjadi pusat berbagai kegiatan, pihak pengelola juga telah mempersiapkan sejumlah agenda dan program lanjutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang tersebut sebagai sarana pertukaran pengetahuan dan penguatan hubungan kedua negara.

“Hasil kunjungan kami beserta beberapa perwakilan dari kalangan bisnis Rusia, Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa sektor agama merupakan salah satu sektor kunci untuk dikembangkan dalam hubungan bilateral,” ungkapnya.

Melengkapi ruang kebudayaan

Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Farid Saenong mengatakan, Russian Space ini melengkapi sejumlah ruang kebudayaan negara asing yang sebelumnya telah hadir di Perpustakaan Masjid Istiqlal seperti American Corner dan China Corner.

“Sejak awal, Masjid Istiqlal diupayakan untuk mewujudkan gagasan menjadi pusat peradaban dunia. Kami mengundang berbagai pihak untuk turut menyediakan fasilitas di masjid ini, termasuk melalui penyediaan ruang dan pusat informasi kebudayaan,” katanya.

Menurutnya, kehadiran berbagai ruang kebudayaan ini tidak hanya memperkaya fasilitas edukasi bagi pengunjung, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat diplomasi Indonesia dengan negara-negara mitra.

“Fasilitas ini akan menjadi sarana yang sangat bermakna untuk mengenal lebih jauh tentang Rusia maupun Islam di Rusia. Melalui inisiatif kerja sama ini, saya meyakini hubungan dan koneksi antarmasyarakat akan semakin erat, pada akhirnya dapat membangun kerja sama yang lebih positif dengan berbagai negara,” ucap Farid.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid, menyambut baik hadirnya ruang kebudayaan Rusia di Masjid Istiqlal tersebut. Menurutnya, kehadiran ruang ini tidak hanya menjadi sarana perkenalan budaya, tetapi juga membuka ruang itneraksi dan perturakan pengetahuan.

“Ini bisa menjadi sarana efektif untuk memperkuat hubungan antara Rusia dan Indonesia. Menguatkan hubungan yang sudah terjadi antara negara dengan negara, rakyat dengan rakyat, umat dengan umat,” ucap Wahid.

Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Din Syamsuddin dalam peresmian Russian Space atau ruang edukasi dan budaya Rusia di Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (06/11/2026).(Foto:Gema Dzikri/Suar.id).

Sementara itu, Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Din Syamsuddin menilai, penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia khususnya dalam keagamaan ini juga tercermin dalam semakin intensifnya komunikasi, termasuk agenda buka puasa bersama yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya.

“Hubungan Kedutaan Besar Rusia dengan organisasi masyarakat Islam di Indonesia sangat baik sekali,” kata Syamsuddin.

Indonesia pun mengusulkan untuk menjadi tuan rumah sidang tahunan Kelompok Visi Strategis Rusia Dunia Islam pada tahun mendatang. Penyelenggaraan forum di Indonesia ini dapat menjadi momentum untuk mempererat kemitraan antara Indonesia, Rusia, serta negara-negara lainnya.

“Saya sampaikan kemarin, kami mengundang rapat atau sidang Kelompok Visi Strategis Rusia Dunia Islam pada tahun 2027 bulan November bisa dilangsungkan di Jakarta, Indonesia,” ungkapnya.

Sektor ekonomi tetap bergeliat

Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Kadin Indonesia Bidang Luar Negeri James T. Riady mengatakan, dunia usaha melihat kerja sama yang dilakukan oleh Rusia dan Indonesia di berbagai hal ini membuat Indonesia berada pada momentum penting. Ia pun mendorong agar perusahaan-perusahaan di Rusia untuk mulai berinvestasi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan.

“Perusahaan-perusahaan Rusia akan lebih diuntungkan jika mulai berinvestasi di Indonesia. Bawalah perusahaan-perusahaan Rusia dan mulailah berinvestasi di Indonesia. Ini bagi pertumbuhan bisnis Anda, dan kami siap menyambut Anda,” kata James dalam Indonesia-Russia Business Forum.

Saat ini, nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia sendiri telah mencapai sekitar USD 5 miliar, dengan defisit perdagangan sekitar USD 1 miliar.

“Kita bisa mengekspor banyak produk ke sana, tetapi kita membutuhkan pabrik-pabrik Rusia, teknologi Rusia, dan keahlian Rusia untuk berinvestasi di Indonesia,” jelasnya.

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)