Gelaran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi dibuka pada (5/2), di JIExpo Kemayoran, Jakarta. IIMS 2026 berlangsung dari tanggal 5-15 Februari 2026 sekaligus menjadi momentum dimulainya optimisme baru untuk mendorong kembali pertumbuhan industri otomotif sepanjang tahun ini.
IIMS 2026 memasang target transaksi sebesar Rp 8 Triliun atau sama dengan pencapaian tahun lalu. Adapun jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 579.339 orang.
Project Manager IIMS 2026 Rudi MF mengatakan, IIMS 2026 secara konsisten hadir untuk menggairahkan industri otomotif di Indonesia. IIMS telah menjadi wadah ekosistem otomotif sekaligus panggung utama bagi setiap brand untuk memperkenalkan produk terbarunya kepada publik.
“IIMS merupakan wadah ekosistem yang menghubungkan brand dengan publik dan komunitas pecinta otomotif, sekaligus ruang untuk memperkenalkan produk terbaru dan menawarkan promo menarik dari berbagai brand kendaraan,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima SUAR di Jakarta (9/2/2026).
Varian mobil baru
IIMS juga secara konsisten menampilkan berbagai acara menarik untuk memanjakan seluruh pengunjung.
Beberapa brand yang meluncurkan varian produk terbaru di IIMS 2026 antara lain Suzuki meluncurkan eVitara dengan harga mulai Rp 755 juta. Wuling memperkenalkan SUV Eksion dengan opsi BEV dan PHEV.
GAC Indonesia memberikan potongan harga lini AION. Hyundai luncurkan Santa Fe XRT seharga Rp 932 juta. Honda menyegarkan CR-V, BR-V, dan WR-V. Mitsubishi meluncurkan XForce dan Destinator edisi spesial 55 tahun.
Toyota luncurkan empat model elektrifikasi. Chery meluncurkan C5 Chery Super Hybrid seharga Rp 399,9 juta. Kia memperkenalkan The All New Carens. MG mengumumkan harga MGS5 EV mulai Rp 357,9 juta. BYD menambah varian Atto 3 Advance Plus.
Toyota Hadirkan Line-Up Hybrid EV
Memasuki 55 tahun kehadirannya di Indonesia, PT Toyota-Astra Motor (TAM) kembali menegaskan komitmen berkelanjutan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia. Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 5–15 Februari 2026, Toyota secara resmi meluncurkan jajaran line-up Hybrid EV terbaru yang lebih terjangkau yaitu, New Vios Hybrid EV, New Yaris Cross G Hybrid EV, dan New Alphard XE Hybrid EV.
Di event IIMS ini, Toyota juga mengumumkan harga resmi seluruh tipe New Veloz Hybrid EV. MPV andalan keluarga Indonesia tersebut kini hadir sebagai Full Hybrid EV paling terjangkau di kelasnya, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi Toyota yang efisien, nyaman, dan mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen ‘Toyota Ada untuk Indonesia’. Sejalan dengan strategi Multi-pathway, melalui semangat ‘Toyota Hybrid EV for Everyone and Everywhere’, Toyota akan terus menghadirkan pilihan mobilitas ramah lingkungan yang relevan dan dapat diakses oleh lebih banyak orang untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini.
“Sebagai Mobility Company yang telah menemani masyarakat selama 55 tahun, kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi mobilitas yang memberikan Peace of Mind dari generasi ke generasi. Melalui perluasan line-up Hybrid EV yang semakin lengkap, termasuk hadirnya New Veloz Hybrid EV sebagai Full Hybrid EV paling terjangkau di kelasnya, kami ingin memastikan teknologi elektrifikasi ramah lingkungan dapat diakses oleh lebih banyak keluarga Indonesia, tanpa mengubah kebiasaan berkendara dan mengorbankan kenyamanan,” kata President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Takuya Yokohama seperti dikutip di laman resmi TAM di Jakarta (9/2).
Sepanjang hadirnya Toyota di Indonesia, Toyota telah menciptakan multiplier effect yang memberikan dampak positif kepada pertumbuhan ekonomi. Sampai saat ini, Toyota telah berinvestasi lebih dari Rp 100 Triliun, aktif mengoperasikan 5 pabrik, dan 90% penjualan domestik Toyota diproduksi di Tanah Air. Hingga tahun 2025, Toyota Group juga telah mengekspor 3 juta unit kendaraan ke lebih dari 100 negara, didukung oleh lebih dari 360.000 tenaga kerja lokal yang berperan aktif dari hulu hingga hilir industri otomotif.
Momentum Pemulihan Otomotif
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong pemulihan sekaligus memperkuat transformasi industri otomotif nasional menuju arah yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja positif sektor industri manufaktur yang hingga kini masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” ujar Agus dalam siaran persnya yang diterima SUAR di Jakarta (9/2/2026).

Berdasarkan data Triwulan I–III 2025, Industri Pengolahan Non Migas (IPNM) mencatat pertumbuhan sebesar 5,17 persen atau meningkat Rp92,16 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,01 persen.
Di tingkat regional, Indonesia masih mempertahankan posisinya sebagai pasar otomotif terbesar di ASEAN dengan penjualan kendaraan mencapai 865.723 unit pada 2024. Namun demikian, rasio kepemilikan mobil nasional masih tergolong rendah, yakni 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Malaysia, Thailand, dan Singapura. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi pertumbuhan pasar domestik ke depan.
Memasuki 2026, industri otomotif mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Hal ini didorong oleh kinerja ekspor yang tetap kuat, percepatan pengembangan kendaraan elektrifikasi, serta penguatan permintaan pada akhir 2025. Kemenperin memproyeksikan penjualan mobil nasional pada 2026 berada di kisaran 850 ribu unit, atau meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025.
Baca juga:

Meski demikian, pemulihan pasar domestik masih berlangsung bertahap seiring tantangan daya beli masyarakat, pembiayaan, dan dinamika rantai pasok global. Sepanjang 2025, penjualan kendaraan secara wholesale tercatat 803.687 unit, turun 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan ritel juga turun 6,3 persen menjadi 833.712 unit. Di sisi lain, ekspor kendaraan utuh justru meningkat 9,7 persen menjadi 518.212 unit, mencerminkan daya saing Indonesia sebagai basis produksi otomotif global yang tetap terjaga.
Pada segmen tertentu, kendaraan murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) mengalami tekanan dengan penurunan penjualan lebih dari 30 persen sepanjang 2025. Pemerintah pun terus memberikan dukungan melalui skema insentif fiskal untuk mendorong pemulihan segmen tersebut. Sebaliknya, kendaraan elektrifikasi mencatat pertumbuhan signifikan. Penjualan mobil listrik berbasis baterai meningkat dari 43.194 unit pada 2024 menjadi 103.931 unit pada 2025.
Kendaraan hybrid tumbuh 15 persen, sementara penjualan plug-in hybrid melonjak dari puluhan unit menjadi lebih dari 5.000 unit. Secara keseluruhan, penjualan kendaraan elektrifikasi pada 2025 mencapai 175.144 unit atau sekitar 21,8 persen dari total penjualan nasional.
Kebijakan Dorong Industri Otomotif
Pengamat Otomotif I Made Dana Tangkas mengatakan agar industri otomotif tetap menjadi tulang punggung perekonomian diperlukan sebuah kebijakan.
Beberapa kebijakan yang bisa direalisasikan adalah peningkatan TKDN dengan Mendorong industri otomotif untuk memaksimalkan penggunaan komponen lokal guna memperkuat rantai pasok dalam negeri.
“Menjadikan Indonesia basis ekspor kendaraan bermotor, baik konvensional maupun listrik, serta menarik investasi baru,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (9/2).
Mengintegrasikan seluruh tahapan proses bisnis, mulai dari perencanaan, pengembangan, produksi, hingga perawatan (maintenance) serta dukungan sektor pendukung dengan memajukan industri modifikasi, bengkel spesialis EV, serta bengkel umum.