Hari Mangrove Sedunia, BNI Tanam 258 Ribu Bibit di Lima Wilayah

Press Release

Hari Mangrove Sedunia, BNI Tanam 258 Ribu Bibit di Lima Wilayah

Momen Hari Mangrove Sedunia dimanfaatkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk mempertegas komitmennya menjaga ekosistem pesisir.

Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi, perseroan mencatat telah menanam sebanyak 258.000 bibit mangrove selama delapan tahun terakhir.

Aksi penanaman ini tersebar di sejumlah titik pesisir strategis, meliputi Mempawah (Kalimantan Barat), Kebumen (Jawa Tengah), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), hingga Banyuwangi dan Pamekasan di Jawa Timur.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari strategi BNI membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pendekatan Nature-based Solutions (NbS). Langkah tersebut juga selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia yang berfokus pada penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian nasional dengan semangat melayani sepenuh hati.

"Pelestarian mangrove tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat. Karena itu, kami melibatkan kelompok tani dan warga mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pengembangan ekowisata dan produk olahan mangrove agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara langsung," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya mendukung pelestarian ekosistem pesisir melalui rehabilitasi mangrove. (Foto: Dok. Humas BNI)

Selain menyerap karbon alami (carbon sink), mangrove juga berfungsi melindungi kawasan pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan kenaikan muka air laut. Ekosistem ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut yang menopang aktivitas perikanan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir.

Pendekatan tersebut turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis mangrove, mulai dari ekowisata hingga pengembangan produk olahan, sehingga manfaat rehabilitasi tidak berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dampak program tersebut pun telah terukur. Evaluasi terhadap Program Regenerasi Hutan Mangrove di Banyuwangi menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 84,09 persen, yang mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap kualitas pelaksanaan dan manfaat program.

"Semangat Swadharma Bhakti Nagara mendorong BNI untuk terus menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap inisiatif TJSL kami diarahkan agar mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian lokal," tegas Okki.

Baca juga:

BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting pada Hari Anak Nasional
Siaran pers PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI

Ke depan, BNI akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, komunitas, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat rehabilitasi mangrove sekaligus mengembangkan ekonomi berbasis ekosistem pesisir.

Sejalan dengan transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia, upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga:

BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian untuk Negeri
Siaran Pers PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)

Baca selengkapnya