Savoria Group yang merupakan bagian dari grup bisnis Djarum, resmi mengakuisisi bisnis teh SariWangi. Akuisisi ini diharapkan menjadi langkah strategis yang menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperkuat industri teh nasional sekaligus mendorong pertumbuhan merek legendaris asli Indonesia tersebut.
Bagi Savoria Group, pengambilalihan bisnis SariWangi tidak semata dipandang sebagai transaksi korporasi, melainkan sebagai momentum penting bagi penguatan industri teh nasional.
Sebab, merek SariWangi dinilai telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia selama puluhan tahun, sehingga keberlanjutan dan pengembangannya memiliki nilai strategis bagi ekosistem industri makanan dan minuman dalam negeri.
“Sebagai entitas bisnis makanan dan minuman yang berakar kuat di Indonesia, Savoria Group menilai pemahaman mendalam terhadap selera lokal, tradisi, dan dinamika pasar domestik sebagai aspek fundamental dalam membina dan mengembangkan merek warisan seperti SariWangi,” ucap CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/1/2026).
Melalui akuisisi ini, Ihsan mengungkapkan komitmennya untuk mendukung ekosistem bisnis nasional, memperkuat industri lokal, serta memastikan nilai ekonomi yang dihasilkan oleh merek ikonik tersebut dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.
"Akuisisi SariWangi sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan pertumbuhan Savoria Group. Langkah ini akan memperkuat portofolio perusahaan yang saat ini mencakup berbagai kategori produk, mulai dari kopi, susu, minuman isotonik, permen, hingga pastri," jelasnya.
Dalam dua bulan ke depan, seiring dengan penyelesaian transaksi, SariWangi akan resmi bergabung dan memperkuat jajaran merek unggulan Savoria Group bersama Kopi Tubruk Gadjah, Caffino, MilkLife, HydroPlus, FOX’S candy, dan 5Days croissant.

Savoria Group menyatakan optimistis terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang kategori teh celup. Perusahaan menilai SariWangi memiliki posisi unik dan peran sentral yang kuat di rumah tangga Indonesia.
Strategi pengembangan produk yang agresif, pemahaman mendalam terhadap konsumen domestik, serta dukungan jaringan distribusi nasional disebut akan menjadi faktor kunci dalam membawa SariWangi ke tahap pertumbuhan berikutnya.
Selain itu, Savoria Group menegaskan penerapan fondasi tata kelola perusahaan yang disiplin dan berorientasi jangka panjang guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
"Komitmen terhadap kualitas produk juga menjadi perhatian utama, melalui sistem kontrol kualitas yang ketat, praktik pengadaan bahan baku yang konsisten, serta keunggulan manufaktur," imbuh Ihsan.

Saat ini, Savoria Group mengoperasikan sejumlah fasilitas manufaktur di berbagai wilayah Indonesia. Operasional tersebut didukung jaringan distribusi nasional yang luas, sehingga memungkinkan jangkauan produk yang andal, baik di wilayah perkotaan maupun daerah.
Di luar pasar domestik, Savoria Group juga memiliki kemampuan mengekspor merek-mereknya ke sekitar 50 pasar global.
Dengan pengalaman lintas kategori makanan dan minuman serta rantai pasok yang efisien, ujar Ihsan, dia menyebut jika perusahaan nya siap membawa SariWangi ke level berikutnya melalui inovasi, keunggulan operasional, dan keterlibatan yang lebih dalam dengan konsumen.
“SariWangi adalah merek yang telah melekat di hati masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Dengan aksi tersebut, Ihsan mengaku fokus akan mengembangkan variasi produk teh tersebut untuk memancing konsumen baik yang sudah loyal maupun konsumen-konsumen baru berikutnya.
“Kami akan pastikan SariWangi terus bertumbuh dengan tetap menghormati warisan nilainya yang kaya,” tuturnya.
Baca juga:

Sebagai informasi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebelumnya mengumumkan divestasi bisnis teh SariWangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, perusahaan FMCG lokal yang terafiliasi dengan Grup Djarum.
Aksi korporasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement/BTA) pada Selasa, 6 Januari 2026.
Dalam keterbukaan informasi, Unilever menyebut nilai transaksi divestasi bisnis teh tersebut mencapai Rp1,5 triliun di luar pajak. PT Savoria Kreasi Rasa ditegaskan tidak memiliki hubungan afiliasi langsung dengan Unilever Indonesia.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyatakan divestasi ini diyakini akan berdampak positif bagi pengembangan merek SariWangi ke depan, sekaligus memperkuat fokus bisnis perseroan.
“Kami yakin transaksi ini akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya. Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata Benjie Yap.
Unilever menargetkan penyelesaian transaksi ini pada semester pertama 2026, setelah seluruh persyaratan penutupan terpenuhi.