Jemput Bola Pelaporan Pajak, Pengisian Daya Mobil Listrik, Hambatan Ekspor Unggas ke Arab, Risiko Perjanjian dengan AS

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Jemput Bola Pelaporan Pajak, Pengisian Daya Mobil Listrik, Hambatan Ekspor Unggas ke Arab, Risiko Perjanjian dengan AS
 Foto: Antara/Syifa Yulinnas/tom.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

6 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Melalui Coretax

  • Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaporkan sebanyak 6.007.000 wajib pajak telah menyampaikan SPT Tahunan melalui sistem Coretax hingga awal Maret 2026. Targetnya, sekitar 9 juta wajib pajak lainnya diharapkan melapor sebelum tenggat waktu berakhir. Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, mengungkapkan bahwa aktivitas pelaporan terus meningkat hingga mencapai rata-rata 250.000 wajib pajak per hari, termasuk pemanfaatan waktu akhir pekan oleh masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Guna mengantisipasi lonjakan di masa puncak, DJP melakukan berbagai langkah proaktif seperti pengiriman pengingat melalui email serta strategi "jemput bola" yang melibatkan relawan pajak dan tax center di seluruh Indonesia untuk memastikan kelancaran proses pelaporan.

Dukung Transisi Energi, Kemendag-PLN Resmikan Tiga Stasiun Mobil Listrik

  • Kementerian Perdagangan resmi mengoperasikan tiga unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hasil kolaborasi dengan PT PLN (Persero) guna mendukung pembangunan ekosistem kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya jumlah pegawai Kemendag yang menggunakan kendaraan listrik, yang tercatat telah mencapai 15% dengan tren penggunaan daya yang terus melonjak sejak masa uji coba. Melalui penyediaan infrastruktur yang strategis dan memadai ini, pemerintah berharap dapat mempermudah akses pengisian daya bagi pegawai maupun masyarakat umum sekaligus mempercepat transisi energi menuju penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Ekspor Unggas dan Telur Dilarang Otoritas Arab Saudi, Pengusaha Fokus Produk Olahan

  • Kerajaan Arab Saudi melalui Saudi Food and Drug Authority (SFDA) menetapkan larangan impor unggas dan telur secara total dari 40 negara termasuk Indonesia. Mengantisipasi hal itu, pengusaha dalam negeri akan mencoba beralih fokus produk pangan olahan agar tetap bisa menembus ekspor ke Arab Saudi. Larangan terbaru impor dari Indonesia tertuang dalam kebijakan SFDA Nomor 6057 dan mulai berlaku pada 1 Maret 2026. Menanggapi kebijakan larangan impor tersebut, pelaku usaha industri perunggasan nasional mulai menyiapkan strategi baru. Yakni, mengalihkan fokus ekspor dari produk ayam segar atau karkas ke produk unggas olahan seperti nugget, makanan siap saji, maupun produk ayam yang telah melalui proses pemanasan atau sterilisasi. 

Dari Migas hingga Media, Ini Sejumlah Klausul ART yang Dinilai Berisiko bagi Indonesia

  • Sejumlah klausul dalam rencana perjanjian perdagangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi merugikan kepentingan nasional. Para ekonom menilai kesepakatan ini justru lebih banyak menguntungkan AS ketimbang Indonesia. Pasal-pasal itu mulai dari persoalan komoditas energi, manufaktur, hingga media massa.

Kebijakan Stimulus Lebaran untuk Menjaga Daya Beli

  • Pemerintah memperkuat daya beli masyarakat menjelang hari besar nasional tahun ini, yaitu perayaan Ramadhan-Idul Fitri 1447 H. Seperti stimulus fiskal yang diberikan pemerintah setiap tahunnya, tahun ini ada kenaikan alokasi anggaran. Salah satu stimulus yang rutin diberikan pemerintah dalam menyambut hari raya adalah tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara. Pihak Kementerian Koordinator Perekonomian menyebutkan total anggaran THR bagi ASN melonjak dari Rp 49,4 triliun menjadi Rp 55 triliun di tahun 2026, atau tumbuh sebesar 10%. Kenaikan paling mencolok terlihat pada pos ASN Pusat/TNI/Polri yang mengalami peningkatan sekitar 25%, dari Rp 17,7 triliun menjadi Rp 22,2 triliun.

Menjaga Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman El Niño

  • Di tahun 2025, produksi padi melonjak tajam mencapai 60,21 juta ton, sementara produksi jagung relatif stabil di angka 15,03 juta ton. Keberhasilan meningkatkan produksi pangan menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk kembali mencapai swasembada pangan berkelanjutan. Namun, ambisi besar tersebut kini dihadapkan pada tantangan alam yang rutin terjadi. BMKG telah memberikan peringatan dini bahwa musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan datang lebih awal dengan puncak pada bulan Agustus, yang dibarengi dengan masuknya fase El Niño. 

Rilis statistik cadangan devisa Februari 2026. Bank Indonesia (BI) berencana akan merilis statistik perkembangan cadangan devisa Februari 2026 pada Jumat (6/3/2026). Rilis statistik ini akan dipublikasikan di situs resmi BI yakni www.bi.go.id. Data ini menjadi penting untuk melihat seberapa daya tahan moneter Indonesia dalam menghadapi berbagai ketidakpastian. 

Pembukaan BINA (Belanja di Indonesia Aja) Lebaran 2026. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) akan melakukan opening ceremony program BINA Lebaran 2026 pada Jumat, 6 Maret 2026 di The Foodhall, Mall Senayan City, Jakarta pukul 15.30 WIB. Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.

“Kebijaksanaan bukanlah produk dari sekolah tetapi dari usaha seumur hidup untuk mendapatkannya.” (Albert Einstein - Ilmuwan Dunia)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya