Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Pengusaha Pilih 'Wait And See' Kepastian Proyek Hilirisasi Danantara
- Pengusaha memilih menunggu kepastian sebelum berpartisipasi menanamkan modal maupun menjadi offtaker proyek-proyek hilirisasi sejumlah komoditas strategis yang telah diluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akhir pekan lalu. Tidak hanya kejelasan regulasi dan pembagian risiko, dunia usaha membutuhkan skema kerjasama yang investable dan bankable, kekuatan eksekusi dalam pipeline proyek yang telah tersedia, serta kesiapan pasar ke depan.
- Dalam peluncuran fase pertama 6 proyek hilirisasi yang dilaksanakan serempak di Jakarta, Mempawah, Banyuwangi, Cilacap, Malang, dan Gresik pada Jumat (06/02/2026), CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan, sebagai program prioritas Presiden, Danantara akan memastikan investasi proyek hilirisasi tidak hanya memberikan return yang baik, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pelipatgandaan nilai tambah bagi komoditas strategis.


Mencari Keseimbangan dalam Demutualisasi Bursa
- Wacana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) kian menunjukkan kepastian. Kelak BEI akan berubah statusnya tak lagi berbasis keanggotaan tetapi jadi entitas perusahaan yang memiliki pemegang saham. Secara sederhana, yang dimaksud oleh demutualisasi BEI artinya proses perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan (nirlaba) menjadi entitas perusahaan komersial (perseroan terbatas) yang berorientasi keuntungan dan dimiliki oleh pemegang saham. Ini memisahkan kepemilikan bursa dari anggota bursa (perusahaan sekuritas) untuk mengurangi konflik kepentingan, meningkatkan tata kelola, dan meningkatkan efisiensi. BEI perlu menemukan keseimbangan menjadi operator pasar modal yang independen dan akuntabel, namun tetap memperhatikan aspirasi pemegang saham, serta stakeholder ekosistem pasar modal lainnya. Adapun skema demutualisasi BEI ditempuh melalui dua tahap, yakni lewat penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement, serta melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Pelantikan Thomas Djiwandono Picu Kekhawatiran Independensi BI
- Mantan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono resmi menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) usai dilantik pengucapan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung Sunarto di Jakarta, Senin (09/02/2026). Sementara itu, pelantikan itu memicu kekhawatiran dari para ekonom dan masyarakat terkait kekhawatiran akan independensi kebijakan Bank Indonesia di tengah perekonomian global yang tidak menentu.
- Tiba di kompleks Mahkamah Agung pukul 14.00, Thomas mengucapkan sumpah dalam upacara yang didahului pembacaan Keputusan Presiden No. 10/P/2026 tertanggal 3 Februari 2026 berisi penetapan pengangkatannya sebagai deputi gubernur BI untuk masa jabatan 2026-2031.

Penjualan Makanan Minuman Bakal Naik 10%-20% Saat Ramadan
- Penjualan makanan dan minuman diprediksi bakal melonjak hingga 10%-20% saat Ramadan tahun ini. Angka ini cenderung stagnan atau bahkan hanya naik sedikit jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Prijosoesilo mengatakan, momen Ramadhan dan Lebaran merupakan peak season dan penyumbang terbesar industri makanan dan minuman. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan secara historis, rata-rata permintaan produk mamin pada periode Ramadhan dan Lebaran meningkat sekitar 15%-20% sama seperti Nataru. Produk yang paling laris dan diburu konsumen adalah kue kering (nastar, kastengel, putri salju), biskuit, minuman, dan snack.

Video Pilihan: Hari Pers Nasional 2026,Menko PM Muhaimin Singgung Pers Berbasis Nurani di Era AI


Dilema Perbankan Indonesia Pasca Penurunan Outlook Peringkat Kredit
- Dunia perbankan Indonesia menghadapi kondisi yang tidak mudah akibat dua penilaian yang kontradiktif. Di satu sisi, laporan Survei Perbankan Bank Indonesia menunjukkan optimisme. Di sisi lain, lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan status outlook Indonesia yang berdampak pada perbankan. Penilaian Moody's ini menandai babak baru setelah hampir satu dekade perbankan kita relatif stabil, di mana kini risiko makroekonomi dan ketidakpastian kebijakan fiskal mulai membayangi kesehatan neraca bank-bank besar di Indonesia.

Lonjakan Kebutuhan Investasi Emas Sepanjang 2025
- Berdasarkan data World Gold Council, pola kebutuhan emas dalam enam tahun terakhir cukup menarik. Sejak awal periode pandemi 2020, terjadi lonjakan pertama kebutuhan emas sebagai instrumen investasi. Pada periode 2022-2023 emas bergerak stabil, namun cenderung menguat seiring pemulihan pasca-pandemi dan pecahnya konflik di Eropa Timur. Memasuki tahun 2024 hingga puncaknya di 2025, harga emas dunia mengalami anomali pertumbuhan yang luar biasa. Harga sempat melonjak hingga lebih dari 55% dalam setahun hingga menembus rekor psikologis di atas USD 4.000 per ons pada akhir 2025. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi antara inflasi global, pelemahan dolar Amerika Serikat, dan ekspektasi pemotongan suku bunga bank sentral AS di tengah kondisi geopolitik yang terus memanas.


Laporan Survei Penjualan Eceran Desember 2025. Bank Indonesia (BI) berencana merilis Laporan Survei Penjualan Eceran Desember 2025 pada Selasa 10 Februari 2026. Laporan ini penting untuk jadi perhatian, karena menjadi salah satu indikator bagaimana konsumsi masyarakat sepanjang Desember 2025 dan bagaimana estimasi ke depannya. Untuk mengakses laporan ini, Anda bisa mengunduhnya di situs resmi BI.
China Conference: Southeast Asia (CCSEA) 2026. Acara ini akan diselenggarakan Selasa 10 Februari 2026 di Hotel St. Regis, Jakarta pada 08.00 - 17.50 WIB. Acara ini untuk memperingati usia 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, kerjasama bilateral kedua negara telah berkembang menjadi kemitraan strategis di bidang perdagangan, investasi, dan transformasi ekonomi. Di tengah dinamika geopolitik, ekonomi, dan teknologi kawasan Indo-Pasifik, Indonesia memegang peran penting sebagai jangkar stabilitas dan penghubung kerja sama regional. Hadir sebagai pembicara dalam acara ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, dan lain-lain.

Dari penderitaanlah muncul jiwa-jiwa terkuat; karakter-karakter paling hebat ditempa dengan bekas luka. (Kahlil Gibran - Penyair)
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR