Situasi keamanan di Timur Tengah mengalami eskalasi drastis dalam beberapa hari belakangan ini yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer skala besar langsung ke pusat wilayah Iran pada Sabtu, (28/2), merusak fasilitas medis dan markas rezim. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama keluarganya.
Selain Khamenei, pemerintah Iran juga melaporkan bahwa putri Khamenei, menantunya, serta seorang cucunya turut tewas dalam serangan tersebut.
Sementara dari pihak militer, Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mohammad Pakpour, serta sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Iran.
Menanggapi situasi keamanan di kawasan dan keadaan terkini Iran pasca serangan militer tersebut, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, pada Senin 2 Maret 2026 memberikan pernyataan pers kepada awak media Indonesia di kediamannya Jakarta.
Dalam keterangannya, Dubes Boroujerdi mengecam keras aksi militer tersebut, menilai serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan nasional Iran dan bagian dari sejarah panjang intervensi Amerika Serikat. Ia juga menyambut positif tawaran Indonesia untuk memediasi konflik demi meredakan ketegangan yang terus meningkat.
Berikut adalah tujuh hal penting yang perlu diketahui mengenai situasi perang Iran saat ini menurut Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi:

Berapa banyak korban tewas?
Hingga saat ini, setidaknya lebih dari 555 orang tewas dalam serangan AS ke Iran pada Sabtu lalu (28/2/2026), termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei yang telah mati syahid.
Dari 555 orang yang tewas tersebut, sebagian besar merupakan warga sipil, perempuan dan anak-anak. Termasuk diantaranya 200 anak murid dinyatakan tewas dalam serangan bom yang menghantam sebuah sekolah dasar di Minab, wilayah selatan Iran.
Amerika Serikat dan Zionis Israel tidak menghormati keberadaan bulan Ramadan dan menyerang fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah. Saya menegaskan kembali bahwa tindakan semacam ini tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga menimbulkan trauma mendalam bagi keluarga korban dan rakyat Iran secara keseluruhan.
Apa alasan Iran membalas serangan tersebut?
Mereka tidak hanya mencoreng bulan suci Ramadan, mereka tidak patuh terhadap negosiasi dan peraturan internasional, Saat kami sedang berada di meja perundingan, mereka menyerang. Padahal, ujar Boroujerdi, negosiasi sedang mencapai titik terang.
Hal ini membuktikan kalau mereka tidak patuh terhadap peraturan PBB terkait tindakan agresi militer, dan ini merupakan agresi terang-terangan terhadap kami. Berdasarkan piagam PBB Iran memiliki hak dan sah untuk menanggapi serangan yang ditujukan ke negara kami. Kami memiliki hak untuk membela diri. Kami sudah membalas serangan ke basis militer yang merupakan asal serangan terhadap negara kami di beberapa negara tetangga. Tentunya kami sangat menghormati negara tetangga, namun terdapat basis militer tersebut.
Kami menyayangkan penyalahgunaan basis militer di negara tetangga Iran utuk melakukan serangan terhadap Iran.
Kami juga menyayangkan image yang diberikan terhadap Iran yang menyatakan Iran merupakan negara yang keras, dan menganggap kami adalah ancaman. Sangat ironi, Iran tidak pernah memulai invasi namun dicap sebagai pihak yang memulai peperangan.
Kami juga menyayangkan Amerika Serikat yang membela Israel untuk menyerang Iran. Padahal, negara Israel diketahui memiliki fasilitas nuklir. Mereka tidak mematuhi Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Amerika menyatakan pembunuhan terhadap pemimpin Iran sebagai bantuan bagi masyarakat Iran untuk menentukan jalan sendiri. "Maka bantuan seperti apa? Yang datang bom ke sekolah seperti ini? Ini sangat ironi ditengah tawaran demokrasi untuk negara kami,"
Bagaimana awal mula Iran menjadi anti-Barat?
Konflik panjang Iran dan Amerika Serikat berakar dari kudeta tahun 1953 yang didukung CIA untuk menggulingkan PM Iran Mohammad Mossadegh, setelah ia menasionalisasi industri minyak Iran.
Kudeta ini mengembalikan kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang pro-Barat, menciptakan kebencian mendalam di kalangan rakyat Iran. Kepemimpinan Rezim Shah yang didukung AS digulingkan oleh revolusi 1979 yang dipimpin Ayatollah Khomeini. Iran berubah dari sekutu mesra AS menjadi negara Islam anti-Amerika, hingga kini.
Sejak 2010, Iran dikenakan sanksi sangat berat terhadap perdagangan, menciptakan tekanan ekonomi. Namun itu tak menyurutkan kami sebagai negara anti-barat.
Amerika Serikat dan Israel juga turut menyusup dalam aksi demonstrasi di Iran beberapa waktu lalu sehingga korban sangat banyak dan menyebabkan ketidakpuasan terhadap pemerintah.
Dampak global atas ditutupnya selat Hormuz?
Kami terus mengedepankan keamanan dan pengawas utama di selat Hormuz. Iran telah mempertimbangkan secara matang terkait dampak yang dirasakan secara global apabila terjadi penutupan Selat Hormuz.
Penutupan Selat Hormuz justru merupakan bagian dari taktik yang dilakukan AS dan Israel. Kedua pihak itu secara sadar menyeret perang ke arah Selat Hormuz. Ini merupakan upaya dari rezim Zionis dan Amerika Serikat,Kami melihat bahwa sebelumnya pada saat perang 12 hari, rezim Zionis Israel berupaya agar Selat Hormuz dibuat tidak aman dan menyeret perang ke arah Selat Hormuz.
Kapal-kapal Amerika Serikat bergerak ke sana. Jika mereka ingin aman, maka kamipun sama.
Renpons terkait Presiden Prabowo mau jadi mediator?
Negosiasi tadinya sudah mencapai tahap keenam dan dimediasi Oman. Namun di tengah mediasi, negara kami diserang. Kami sudah tidak percaya kepada Amerika Serikat, karena tidak ada jaminan di tengah mediasi negara kami tidak diserang.
Kami berharap negara sahabat memberikan dukungan kepada negara kami. Kami mengapresiasi kesiapan Pemerintah Indonesia yang telah bersedia memfasilitasi usai serangan tersebut. Namun Iran berpandangan bahwa sampai saat ini tidak ada mediasi atau perundingan yang berdampak secara signifikan.
Kami meyakini bahwa saat ini tidak ada negosiasi dan perundingan apa pun dengan pemerintah Amerika yang akan berguna, karena mereka tidak terikat dan tidak patuh pada hasil apa pun.
Kami (Iran) mengajak negara-negara Islam bersatu dan menilai serangan AS dan Israel ke Iran sebagai tindakan ilegal dan Kami menjalankan kampanye 'Katakan Tidak pada Perang' dan menolak perang di seluruh dunia.

Bagaimana kondisi Iran saat ini?
Saat ini, Iran menghadapi dua perang sekaligus, yakni militer dan narasi. Iran tidak ingin adanya sebuah peperangan. Sebab, perang merupakan hal yang tidak baik dan membawa dampak ketidakamanan bagi negara-negara kawasan membawa dampak ekonomi yang amat luas. Untuk kawasan yang secara langsung akan mempengaruhi ekonomi dunia, mempengaruhi ekonomi dari berbagai negara mandiri yang berada di dunia, akan menerima dampak ekonomi dari perkembangan yang terjadi di wilayah kami.
perang narasi terjadi karena banyak pemilik media mainstream yang berafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel sedang berupaya untuk menggantikan hak dengan kebatilan menggantikan tempat kebenaran dengan kebohongan melalui pemutarbalikan fakta. Mungkin masyarakat biasa bisa mereka taklukkan dan bisa membuat masyarakat biasa percaya. Kami tidak meminta untuk menuliskan pemberitaan yang bohong dan untuk memberikan dukungan kepada Iran. Namun, Kami meminta agar apapun sumber berita dari media yang berasal dari Amerika Serikat dan Israel selain atau yang berafiliasi dengan mereka perlu verifikasi, pengecekan terhadap kebenaran kebenarannya.
Bagaimana kepemimpinan Iran pasca tewasnya Ayatollah Ali Khamenei? AS sedang menyiapkan keturunan Shah yang sedang pengasingan?
Saya rasa mereka sudah pernah melakukan ini di tahun 1953 saat orang kerajaan mengkudeta pemimpin Iran. Namun hal tersebut tak berlangsung lama melalui revolusi Iran di tahun 1979.
Apabila mereka adalah pihak yang menginginkan demokrasi Iran, kenapa ribuan orang Iran turun ke jalan-jalan. Kami tidak menganggap serius adanya tokoh turunan Shah tersebut di AS.
Iran akan membentuk dewan kepemimpinan usai Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel. berdasarkan Undang-Undang negara kami akan dibentuk sebuah dewan kepemimpinan yang bersifat sementara.
Dewan kepemimpinan tersebut terdiri dari tiga anggota. Pertama, Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian. Kedua, Ketua Kekuasaan Yudikatif Iran, Ejei. Ketiga, seorang ahli yang berasal dari Dewan Ahli atau Dewan Penjaga Konstitusi.