Selamat berakhir pekan.

Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Margareta Astaman Merasa Lebih Hidup dengan Traveling
- Margareta Astaman, CEO Java Fresh, melihat traveling bukan sekadar hobi, melainkan ruang untuk membaca manusia dan menemukan perspektif baru. Latar belakangnya sebagai jurnalis di Reuters, MSN, dan Yahoo membuatnya terbiasa bertemu banyak orang, namun justru lewat interaksi dengan petani, sopir truk, dan pekerja desa ia merasa kembali menemukan esensi jurnalisme: mendengar cerita hidup yang sederhana tapi penuh makna. Dari perjalanan itu, Margie belajar tentang kepasrahan menghadapi ketidakpastian—sesuatu yang berbeda dari ritme profesional perkotaan yang serba terukur.
- Selain mengelola ekspor buah tropis, Margie tetap menulis dan sudah menerbitkan tujuh buku, termasuk The Overqualified Leftover Club bersama Inayah Wahid. Gaya tulisannya ringan, penuh humor, dan lahir dari observasi kehidupan nyata.
Traveling, menulis, dan membaca menjadi cara Margie menjaga keseimbangan hidup sekaligus memperkaya perspektifnya sebagai pebisnis dan penulis.


FDC Fest 2026 & 5K Sunset Run: FDC Fest 2026 siap digelar sebagai festival musik yang dipadukan dengan olahraga lari bertajuk 5K Sunset Run. Ajang ini mengajak peserta merasakan sensasi berlari sore sambil menikmati udara segar Jakarta, sebelum kemudian larut dalam rangkaian konser musik. Deretan musisi papan atas seperti Tulus, Mahalini, HIVI!, hingga Dewa 19 akan tampil memeriahkan panggung, menjadikan FDC Fest bukan hanya sekadar lomba lari, tetapi juga perayaan gaya hidup sehat yang berpadu dengan hiburan musik berkualitas. Acara ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Stadion Madya B Gelora Bung Karno, Jakarta
Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta akan digelar di Plaza Festival pada 9–10 Mei 2026 dengan rangkaian hiburan spesial menjelang perayaan menuju lima abad ibu kota. Acara ini menghadirkan deretan artis dan penampil ternama, mulai dari Ardhito Pramono, Souljah, Pasming Based, Pee Wee Gaskins, Moluccan Soul, Big Lion, Gondal Gandul, Kinder Garten, hingga Maudy Koesnaedi, DJ Rizano Andreas, Danar Gumilang, Amira Kareem, dan Yusril Fahriza.
Art Jakarta Gardens akan kembali hadir di Hutan Kota GBK pada 5–10 Mei 2026 sebagai pameran seni terbuka yang menyatukan 26 galeri lokal dan Asia. Event ini menawarkan perspektif baru dalam mengeksplorasi seni sekaligus menghadirkan berbagai aktivitas menarik, mulai dari musik, seni pertunjukan, hingga diskusi yang memperkuat komunitas seni dan budaya Jakarta. Dengan konsep ruang terbuka, Art Jakarta Gardens diharapkan menjadi wadah pertemuan seniman, pecinta seni, dan publik untuk merayakan keberagaman karya serta memperluas apresiasi terhadap seni kontemporer.

Sembunyi di balik Kenyamanan Kawanan
Dalam dunia kerja yang semakin perlu kolaborasi, agar kinerja perusahaan meningkat demi memenangkan persaingan yang begitu ketat, ada sebuah paradoks yang mengikuti. Saat satu tim disiapkan dalam kerjasama antar individu yang solid, justru di kerumunan itulah sebagian orang ada yang menemukan ruang untuk bersembunyi.
Ia hadir dalam rapat, tercatat dalam penugasan, tetapi kontribusinya kurang optimal. Fenomena ini, dalam psikologi organisasi dikenal sebagai social loafing yaitu kecenderungan seseorang mengurangi usaha ketika bekerja dalam kelompok, dibanding saat bekerja sendiri.
Istilah ini bukan sekadar keluhan antarpegawai, melainkan masalah serius yang diam-diam menggerus produktivitas, moral kolektif, bahkan kesehatan budaya perusahaan.

Pancaran Jiwa
Saudaraku, gambaran dunia itu tergantung cuaca di langit jiwa. Keindahan hidup di dunia merupakan pancaran keindahan jiwa. Terang hidup di dunia tergantung pantulan sinar di langit jiwa.
Untuk bisa keluar dari kelam krisis kehidupan diperlukan kemampuan menyibakkan kabut jiwa. Kita tak bisa menerobosnya hanya berbekal galib penglihatan. Butuh mata daya spiritualitas yang dapat menembus tabir gelap.
Inti daya spiritualitas adalah kemampuan menyalakan energi rohani lewat pengenalan dan pengaktifan jatidiri. Tenaga rohani itu dipancarkan menuju tatanan kosmis yang harmonis dengan Dunia Atas (Yang Ilahi), Dunia Tengah (yang insani), dan Dunia Bawah (yang alami).
