Swasembada 2027, Pemerintah Percepat Transformasi Industri Garam

Pemerintah mendorong pembangunan serta penguatan fasilitas produksi garam di sejumlah daerah, seperti di Rote, Nusa Tenggara Timur, Gresik, Jawa Timur, serta daerah potensial lainnya guna meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Swasembada 2027, Pemerintah Percepat Transformasi Industri Garam
Photo by Timo Volz / Unsplash
Daftar Isi

Pemerintah mendorong percepatan transformasi industri pergaraman nasional untuk mencapai target swasembada garam pada 2027.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan swasembada garam menjadi penting bagi Indonesia karena komoditas ini tidak hanya digunakan sebagai bahan konsumsi rumah tangga, tetapi juga sebagai bahan baku utama bagi berbagai sektor industri seperti industri makanan dan minuman, kimia, farmasi, hingga pengolahan kulit. 

Ketergantungan terhadap impor garam berisiko mengganggu stabilitas pasokan bagi industri dalam negeri, terutama ketika terjadi gangguan rantai pasok global atau fluktuasi harga di pasar internasional.

Zulhas memuji kinerja dan potensi pengembangan industri garam nasional saat meninjau pabrik milik PT Garam (Persero) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur pada 8 Maret 2026.

Dalam kunjungan tersebut, ia menilai fasilitas pengolahan garam yang dimiliki perusahaan pelat merah tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemerintah memperkuat produksi garam nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional (P3N).

“Kehadiran saya ke pabrik PT Garam di Sampang ingin memantau kesiapan Indonesia menuju swasembada garam 2027,” ujar dia ketika ditemui di kantornya, Jakarta (11/3).

Ia menegaskan pentingnya transformasi PT Garam agar dapat semakin berkontribusi dalam mendorong perekonomian daerah, khususnya di Pulau Madura.

Pemerintah juga memberikan dukungan terhadap rencana PT Garam untuk melakukan ekstensifikasi lahan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan di Pulau Rote.

Selain perluasan lahan, pemerintah juga mendorong inovasi produksi melalui penerapan teknologi mechanical vapor recompression (MVR) dan seawater reverse osmosis (SWRO), yaitu teknologi yang membantu pemurnian air laut untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas garam industri.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung upaya substitusi impor garam secara bertahap.

Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah mendorong pembangunan serta penguatan fasilitas produksi garam di sejumlah daerah, seperti di Rote, Nusa Tenggara Timur, Gresik, Jawa Timur, serta daerah potensial lainnya guna meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Zulhas mengajak petambak garam rakyat untuk terlibat aktif dalam menyukseskan agenda swasembada garam nasional melalui perbaikan manajemen lahan agar produktivitas dan kualitas garam meningkat.

Pemerintah menargetkan pada 2027 kebutuhan garam nasional dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri sehingga hasil panen petambak dapat terserap oleh industri yang membutuhkan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi garam nasional dalam beberapa tahun terakhir berkisar sekitar 1–2 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 4,5–5 juta ton, sehingga sebagian kebutuhan nasional masih dipenuhi melalui impor.

Peningkatan produksi pabrik

PT Garam mengungkap rencana peningkatan produksi di tiga pabriknya. Hal ini untuk mendukung rencana swasembada garam yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto di tahun 2027.

PT Garam bakal meningkatkan produksi garam industri di tiga pabrik yang berada di Camplong, Segoromadu, dan Manyar, Jawa Timur.Totalnya, PT Garam menargetkan produksi garam bisa menyentuh 350 ribu ton per tahun

“Peningkatan kapasitas produksi dan kualitas di ketiga lokasi strategis ini tidak hanya menjadi bagian dari transformasi operasional perusahaan, tetapi juga bentuk konkret dari dukungan BUMN terhadap upaya pemerintah dalam menekan ketergantungan impor garam industri seperti dikutip dari Instagram official PT Garam (12/3).

Dengan integrasi teknologi modern, peningkatan sistem manajemen mutu, serta pelibatan SDM yang kompeten, PT Garam menargetkan ketiga pabrik ini mampu menjadi pilar utama pemenuhan garam industri dalam negeri, seiring dengan roadmap menuju swasembada garam nasional tahun 2027.

Sejauh ini PT Garam memiliki 3 pabrik yang tersebar di Jawa Timur. Pertama, ada Pabrik Segoromadu Gresik dengan kapasitas produksi 30 ribu ton per tahun. Kedua, Pabrik Camplong di Sampang Madura dengan kapasitas 63 ribu ton per tahun. Ketiga, ada Pabrik Manyar Gresik dengan kapasitas 40 ribu per tahun.

brown wooden spoon
Photo by Jason Tuinstra / Unsplash

Perkuat produksi garam

Dihubungi terpisah, Pengamat Pertanian IPB Dwi Andreas mengatakan untuk mewujudkan swasembada garam pada 2027, pemerintah perlu memperkuat produksi garam nasional melalui peningkatan produktivitas tambak garam rakyat dan optimalisasi lahan yang sudah ada. 

Langkah ini dapat dilakukan dengan memperluas penggunaan teknologi produksi seperti geomembran, sistem pemanenan modern, serta perbaikan infrastruktur tambak agar kualitas dan kuantitas garam yang dihasilkan lebih stabil. 

“Penguatan peran industri pengolahan juga penting agar garam rakyat dapat dimurnikan dan ditingkatkan kualitasnya sehingga mampu memenuhi standar kebutuhan industri,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (12/3).

Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah, badan usaha, dan petambak garam menjadi kunci dalam membangun ekosistem pergaraman yang berkelanjutan. 

Baca selengkapnya