Saham Keluar dari Indeks FTSE, Begini Tanggapan GoTo

PRESS RELEASE

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menegaskan penyesuaian klasifikasi saham GoTo ke papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak berdampak pada aktivitas operasional, maupun strategi Perseroan.

Head of Investor Relations GoTo Joel Ellis menyatakan GoTo mencermati pengumuman terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), FTSE Russell, dan MSCI terkait penyesuaian klasifikasi papan pencatatan BEI serta perlakuan indeks terkait.

Tidak ada satu pun dari perubahan tersebut yang berdampak pada aktivitas operasional, maupun strategi Perseroan. Secara operasional, GoTo terus mencatatkan kinerja yang kuat," kata Joel dalam press release kepada SUAR, Jakarta, Rabu (3/6).

Seperti diketahui PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk resmi dipindahkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan. Keputusan ini menyusul penyesuaian klasifikasi papan pencatatan yang diumumkan BEI bersama FTSE Russell dan MSCI.

Joel menyebutkan perubahan status tersebut terjadi karena GoTo tidak memenuhi ambang batas pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) pendapatan bersih tiga tahun minimal 20%. Faktor utama adalah dekonsolidasi Tokopedia pada awal 2024, yang menekan capaian pertumbuhan.

Perkembangan tersebut, ujarnya merupakan penyesuaian teknis-administratif yang didasarkan pada kriteria kuantitatif indeks terkait dan tidak mencerminkan kinerja bisnis Perseroan.

"Reklasifikasi BEI memindahkan GoTo dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan terjadi karena Perseroan tidak memenuhi salah satu kriteria yaitu ambang batas pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) pendapatan bersih selama tiga tahun minimal 20%, sebagai akibat dari dekonsolidasi Tokopedia pada awal 2024," ujar dia.

Mengingat FTSE Global Equity Index Series saat ini belum mengakui Papan Pengembangan, dan memperhatikan kondisi perdagangan terkini di BEI, saham GoTo akan dikeluarkan dari indeks tersebut.

Baca juga:

Isu Danantara Miliki Saham GOTO dan Komisi Baru untuk Ojol
Benarkah Danantara miliki saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk? Seperti apa duduk persoalannya? Lantas bagaimana ke depannya?

Adapun pengumuman MSCI berkaitan dengan kendala likuiditas perdagangan yang timbul akibat batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di BEI, sehingga tidak mencerminkan fundamental bisnis Perseroan.

Pada kuartal pertama tahun 2026, GoTo melaporkan laba bersih kuartalan pertama kalinya dalam sejarah sebesar Rp171 miliar, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 26% dari tahun sebelumnya menjadi Rp5,3 triliun.

Perseroan tetap mempertahankan pedoman EBITDA grup yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2–3,4 triliun yang setara dengan peningkatan sebesar 60% dari tahun sebelumnya. Fundamental bisnis GoTo kuat dan Perseroan tetap fokus pada pertumbuhan yang disiplin dan menguntungkan, serta menciptakan nilai bagi seluruh pelanggan dan pemegang saham.

Baca selengkapnya