Rangkuman Eksekutif: Berharap Pertumbuhan dari Investasi Danantara

investasi yang dituju BPI Danantara diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi

Rangkuman Eksekutif: Berharap Pertumbuhan dari Investasi Danantara
Daftar Isi

Sepanjang tahun 2026, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) merencanakan investasi hingga US$14 miliar (hampir Rp235 triliun - Rp720 triliun) untuk proyek strategis nasional, terutama hilirisasi. 

Dana ini difokuskan pada sektor energi, pangan, infrastruktur, dan hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Detail Rencana Investasi BPI Danantara 2026:

  • Total Nilai: Target investasi mencapai US$14 miliar (sekitar Rp235 triliun hingga Rp720 triliun berdasarkan berbagai laporan).
  • Fokus Sektor: Pembangunan 21 proyek hilirisasi strategis, termasuk industri pengolahan nikel/bauksit, bahan bakar nabati (bioavtur), dan pangan.
  • Sumber Pendanaan: Dividen dari portofolio BUMN dan penerbitan obligasi (Patriot Bonds).
  • Alokasi Pasar Modal: Sekitar 50% dari total dana investasi disiapkan untuk menyuntik pasar modal Indonesia.
  • Investasi Asing: Rencana investasi luar negeri sebesar Rp130 triliun, dengan total 20% dana dikelola untuk luar negeri dan 80% untuk domestik.

Investasi ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan nilai tambah industri. 

Selain itu juga ada proyek non-energi, seperti:

  • Kampung Haji Indonesia di Mekkah senilai US$500 juta (Rp8,3 triliun), 13 tower + mal, konstruksi akhir 2026.
  • Fasilitas budidaya unggas: 5 dari 12 proyek sedang berjalan, salah satunya di Malang.

Diharapkan dari investasi ini bisa memantik pertumbuhan ekonomi yang signifikan untuk mengejar target laju pertumbuhan ekonomi 8%. 

Danantara juga baru saja melakukan groundbreaking serentak untuk 6 proyek hilirisasi fase pertama pada awal Februari 2026 di 13 lokasi berbeda. 

Proyek-proyek tersebut memiliki tujuan utama sebagai berikut:

  • Transformasi Ekonomi: Mengubah struktur ekonomi Indonesia dari ketergantungan pada ekspor bahan mentah menjadi negara berbasis industri manufaktur dengan nilai tambah tinggi.
  • Ketahanan Energi dan Pangan: Mencakup pembangunan pabrik bioetanol di Banyuwangi dan kilang bio (bio-refinery) di Cilacap untuk mengurangi impor BBM, serta fasilitas peternakan ayam terintegrasi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.
  • Peningkatan Nilai Tambah Mineral: Memperkuat rantai pasok industri nasional melalui pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, yang mampu meningkatkan nilai tambah hingga 70 kali lipat.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Proyek fase pertama ini diproyeksikan membuka sekitar 3.000 hingga 6.000 lapangan kerja langsung.
  • Substitusi Impor: Mengurangi ketergantungan pada produk impor, seperti bahan bakar pesawat (Sustainable Aviation Fuel) dan garam industri.

Investasi fase pertama ini bernilai total US$ 7 miliar (sekitar Rp118 triliun) dan merupakan bagian dari rencana besar Danantara untuk menyelesaikan total 18 proyek hilirisasi hingga pertengahan 2026

Danantara secara strategis memacu investasi pada sektor garam dan peternakan ayam sebagai bagian dari 6 proyek hilirisasi fase pertama yang diresmikan serentak pada 6 Februari 2026.

Produksi Garam Industri (Gresik & Sampang)
Investasi ini bertujuan untuk mencapai swasembada garam nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor garam industri.

  1. Fasilitas Baru: Pembangunan pabrik pengolahan garam modern dengan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Manyar dan Segoromadu, Gresik.
    
  2. Kapasitas Produksi: Diharapkan menambah kapasitas produksi PT Garam sebesar 380.000 ton per tahun.
    
  3. Kolaborasi Strategis: Proyek ini merupakan kerja sama antara PT Garam dengan sektor swasta (seperti Unilever) untuk memastikan penyerapan hasil produksi. 
    

Peternakan Ayam Terintegrasi
Danantara mengalokasikan investasi sebesar Rp20 triliun (sekitar US$1,1 miliar) untuk membangun ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir.

  1. Dukungan Program Pemerintah: Fokus utama adalah menjamin pasokan protein (daging ayam dan telur) untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
    
  2. Pembangunan Infrastruktur: Mencakup pembangunan 12 unit pabrik pakan serta fasilitas produksi Day Old Chick (DOC) di 6 lokasi utama, termasuk Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan NTB.
    
  3. Pemberdayaan Peternak: Investasi ini diarahkan untuk memperkuat peternak kecil melalui Koperasi Desa Merah Putih agar mereka tetap kompetitif dan mendapatkan kepastian akses modal serta pakan. 
    

Melalui kedua proyek ini, Danantara diproyeksikan akan membuka sekitar 6.000 lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian industri nasional.

Baca selengkapnya