Muhammad Qodari resmi melakukan serah terima jabatan (sertijab) sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dari Angga Raka Prabowo pada (28/4). Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru dalam penguatan komunikasi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum menjabat sebagai Kepala Bakom RI, Qodari diketahui mengemban tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Posisi tersebut kemudian digantikan oleh Dudung Abdurachman sebagai bagian dari penyesuaian struktur di lingkar pemerintah.
Dalam sambutannya, Qodari menegaskan bahwa pembentukan Bakom RI mengacu pada Perpres No. 96 Tahun 2025 yang secara khusus mengatur fungsi dan peran lembaga tersebut. Ia menjelaskan bahwa Bakom dibentuk untuk menjalankan orkestrasi komunikasi pemerintah agar lebih terarah dan efektif.
Menurut Qodari, kehadiran Bakom RI menjadi sangat penting di tengah banyaknya program pemerintah yang harus disampaikan kepada publik. Ia menilai komunikasi yang terstruktur dan terpadu menjadi kunci dalam memastikan masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah.
Mengubah paradigma komunikasi Pemerintah
Ke depan, Qodari berharap Bakom RI dapat bersikap lebih proaktif dalam mengkomunikasikan berbagai program pemerintah. Ia menekankan bahwa pendekatan komunikasi tidak lagi bisa bersifat pasif, melainkan harus responsif terhadap dinamika informasi di masyarakat.
“Program Presiden sangat banyak dan sebagian merupakan hal baru, sehingga membutuhkan penjelasan yang intensif kepada publik,” ujar Qodari.
Ia menambahkan bahwa paradigma komunikasi pemerintah juga harus ikut berubah agar lebih adaptif dan relevan.
Qodari juga menyinggung adanya pandangan dari sejumlah pengamat yang menilai langkah Presiden Prabowo dalam memperkuat tim komunikasi seperti “mengajak berperang” di ruang publik. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan pentingnya komunikasi sebagai instrumen strategis dalam pemerintahan.
Seiring dengan penunjukan Qodari sebagai Kepala Bakom RI, Presiden Prabowo juga menunjuk Hasan Nasbi sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang Komunikasi. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat koordinasi dan arah komunikasi pemerintah secara menyeluruh.
Kombinasi antara Qodari di Bakom dan Hasan Nasbi sebagai penasehat diharapkan mampu menciptakan sinergi dalam menyampaikan narasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Hal ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi.
Dengan struktur baru ini, pemerintah diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi, sehingga setiap kebijakan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat serta mendukung stabilitas dan keberhasilan program pembangunan nasional.
Penguatan strategi komunikasi Pemerintah
Mantan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo, menyampaikan keyakinannya bahwa komunikasi pemerintah akan semakin kuat dan efektif di bawah kepemimpinan Muhammad Qodari. Ia menilai pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat strategi komunikasi publik di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Angga Raka, yang akrab menyapa Qodari dengan sebutan “Mr Q”, menilai sosok tersebut memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni dalam bidang komunikasi politik dan kebijakan publik. Menurutnya, latar belakang Qodari sebagai analis politik dan mantan pejabat strategis di lingkar pemerintahan, menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Bakom RI.
Ia meyakini, di bawah kepemimpinan Qodari, Bakom RI akan mampu mengkomunikasikan berbagai kebijakan pemerintah secara lebih terarah, sistematis, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
“Hal ini dinilai krusial mengingat banyaknya program strategis pemerintah yang membutuhkan dukungan dan pemahaman publik,” ungkap dia.
Lebih lanjut, Angga Raka juga menekankan pentingnya peran Bakom dalam mengawal narasi kebijakan agar tetap konsisten dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia optimistis Qodari mampu menjaga ritme komunikasi pemerintah agar tetap solid dan responsif terhadap dinamika informasi yang berkembang.
Dengan kepercayaan tersebut, Angga Raka berharap kepemimpinan Qodari dapat membawa Bakom RI menjadi lembaga yang semakin adaptif, proaktif, dan kredibel dalam menyampaikan pesan-pesan pemerintah, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap arah kebijakan nasional.
Menjadikan Bakom lembaga adaptif
Pengamat Ekonomi Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menuturkan, posisi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan tersampaikannya kebijakan dan program pemerintah secara jelas, akurat, dan konsisten kepada publik.
Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap transparansi, Bakom menjadi garda terdepan dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, Bakom berfungsi sebagai orkestrator komunikasi lintas kementerian dan lembaga, sehingga setiap pesan yang disampaikan memiliki narasi yang selaras dan tidak saling bertentangan.
“Peran ini krusial untuk mencegah disinformasi, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan bahwa kebijakan strategis dapat dipahami dengan baik oleh berbagai lapisan masyarakat,” ujar Wijayanto kepada SUAR di Jakarta (28/4).
Ke depan, peran Bakom akan semakin strategis seiring dengan kompleksitas tantangan global dan domestik yang dihadapi pemerintah. Dengan komunikasi yang efektif, responsif, dan terintegrasi, Bakom dapat membantu menciptakan stabilitas sosial, mendukung keberhasilan program pembangunan, serta memperkuat legitimasi pemerintah di mata publik.