Penjualan mobil nasional secara wholesales pada Januari 2026 mencapai 66.447 unit atau naik 7 persen (year on year) jika dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 62.084 unit, demikian menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)
Hal ini menunjukkan kinerja industri otomotif mulai menunjukkan tanda pemulihan pada awal tahun 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan ritel dari dealer ke konsumen sebanyak 66.936 unit pada periode yang sama, juga mengalami kenaikan 4,5 persen dibanding tahun sebelumnya 64.076 unit.
Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menyatakan optimistis bahwa penjualan mobil sepanjang 2026 mampu mencapai target yang telah ditetapkan sebesar 850.000 unit.
“Bahkan kalau bisa lebih. Kita selalu optimistis dan realistis,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (19/2)
Daftar merek mobil terlaris sepanjang Januari 2026 adalah Toyota dengan penjualan mencapai 20.078 unit,Daihatsu mencapai 12.513 unit,Mitsubishi Motors mencapai 6.898 unit.
BYD yang mencapai 4.879 unit, Honda mencapai 4.016 unit,Suzuki mencapai 2.783 unit, Mitsubishi Fuso yang mencapai 2.332 unit,Isuzu yang mencapai 2.170 unit,Jaecoo mencapai 2.025 unit dan Hino yang mencapai 1.556 unit.
Astra Kuasai Pangsa Pasar
Penjualan mobil nasional pada Januari 2026 mencapai 66.446 unit secara wholesales. Dari jumlah tersebut, Astra membukukan penjualan 34.867 unit dan menguasai 52% pangsa pasar nasional.
Data Gaikindo menunjukkan kontribusi Astra masih dominan di awal tahun. Kinerja ini mencerminkan daya tahan grup otomotif terbesar di Indonesia di tengah dinamika pasar.
Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo mengatakan capaian tersebut menjadi bukti kepercayaan konsumen. Ia menyebut Astra akan terus menjaga kontribusinya bagi industri otomotif nasional.
“Di tengah dinamika dan perkembangan pasar mobil nasional, pangsa pasar mobil Astra pada Januari 2026 berada di angka 52%,” ujar Windy dalam siaran persnya yang diterima SUAR di Jakarta (19/2).
Secara rinci, penopang utama penjualan Astra berasal dari Toyota dan Lexus yang mencatatkan 20.127 unit. Disusul Daihatsu sebanyak 12.513 unit, Isuzu 2.170 unit, serta UD Trucks 57 unit.
Di segmen LCGC, Astra membukukan penjualan 7.264 unit. Pangsa pasar Astra di kategori ini mencapai 68% pada Januari 2026.
Sementara itu, total penjualan merek non-Astra tercatat 31.579 unit. Beberapa kontributor terbesar berasal dari Mitsubishi 9.230 unit serta BYD dengan Denza 5.271 unit.
Windy menegaskan Astra akan terus mendukung pertumbuhan industri otomotif yang sehat. “Sebagai salah satu pelaku utama di industri ini, Astra akan terus berupaya untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif yang sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.

Insentif Masih Dibutuhkan
Pengamat Otomotif I Made Tangkas mengatakan untuk mendorong industri otomotif dan meningkatkan penjualan mobil insentif masih dibutuhkan, pemerintah dapat memberikan insentif fiskal seperti pengurangan pajak penjualan, bea masuk, atau subsidi bunga kredit kendaraan. Kebijakan ini membuat harga mobil lebih terjangkau bagi masyarakat, sehingga minat beli meningkat. Selain itu, program relaksasi pajak terbukti mampu memicu lonjakan penjualan karena konsumen merasa mendapatkan nilai lebih.
Akses pembiayaan yang mudah juga menjadi kunci utama. Perbankan dan lembaga pembiayaan dapat menawarkan uang muka rendah, tenor panjang, serta bunga kompetitif agar cicilan lebih ringan.
Dari sisi industri, produsen perlu menghadirkan inovasi produk yang sesuai kebutuhan pasar, seperti kendaraan hemat bahan bakar, ramah lingkungan, serta fitur keselamatan dan teknologi modern.
“Tren kendaraan listrik dan hybrid juga dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik baru, terutama jika didukung infrastruktur pengisian yang memadai. Produk yang relevan dengan gaya hidup konsumen akan lebih mudah terserap pasar,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (19/2).
Peningkatan kualitas layanan purna jual juga sangat penting. Jaringan bengkel luas, ketersediaan suku cadang, serta biaya perawatan yang terjangkau akan meningkatkan kepercayaan konsumen. Selain itu, program garansi panjang dan layanan darurat dapat menjadi nilai tambah yang mendorong keputusan pembelian.