Pemerintah mengklaim perang AS-Israel terhadap Iran yang berpengaruh ke kawasan Timur Tengah tidak akan berdampak langsung terhadap pasokan pangan di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kondisi ketersediaan pangan nasional masih aman dan terkendali. Ia juga memastikan bahwa harga sejumlah komoditas pangan strategis di dalam negeri hingga saat ini relatif stabil.
“Perang Timur Tengah itu tidak berdampak kepada Indonesia terutama pangan. Karena kita tidak ada impor apapun dari Timur Tengah," ujar dia, ketika ditemui usai Rapat Terbatas di kantornya, Jakarta (11/3/2026).
Pemerintah terus memantau perkembangan global guna memastikan distribusi dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga.
Menurutnya, pemerintah juga telah mengantisipasi pasokan pangan di dalam negeri. Upaya penguatan pangan lokal juga terus dilakukan pemerintah. Menyusul swasembada pangan beras yang sudah dicapai Indonesia dalam waktu singkat.
Harga dan stok pangan stabil
Zulkifli memastikan jelang lebaran,harga dan ketersediaan berbagai komoditas pangan di dalam negeri masih berada dalam rentang yang stabil. Pemerintah terus memantau perkembangan harga di pasar serta melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar fluktuasi harga tetap terkendali.
“Distribusi dari sentra produksi ke berbagai daerah terus dijaga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pemerintah pun memastikan stok pangan strategis cukup untuk menjaga stabilitas pasar sehingga masyarakat bisa merayakan lebaran dengan aman,” ujar dia.
Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Perdagangan Budi Santoso juga meninjau harga dan ketersediaan bapok di pasar Kramat Jati, Jakarta pada (11/3).
Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga kebutuhan pokok secara umum masih relatif stabil secara nasional dengan pasokan yang tetap terjaga menjelang Lebaran 1447 Hijriah.
“Tadi pagi setelah kita bersama-sama membersihkan pasar rakyat, kemudian kami lanjutkan dengan mengecek harga. Berdasarkan pantauan kami melalui SP2KP, Hingga saat ini, harga kebutuhan bahan pokok terkendali dan pasokan terjamin,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima SUAR di Jakarta (11/3).
Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Kramat Jati, sejumlah komoditas bapok dijual sesuai atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) harga acuan (HA). Beberapa di antaranya, yaitu, bawang putih honan Rp35.000/kg dan cabai merah keriting Rp45.000/kg.
Selain itu, harga-harga komoditas lainnya yang terpantau stabil, antara lain, MINYAKITA Rp15.700/liter, daging sapi Rp140.000/kg, tepung terigu Rp12.000/kg, dan minyak goreng kemasan premium Rp22.000/liter. Di sisi lain, Sejumlah komoditas yang terpantau di atas HA atau HET, yaitu beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp16.000/kg, gula pasir Rp18.000/kg, daging ayam ras Rp42.000, telur ayam ras Rp31.000/kg, bawang merah Rp45.000/kg, dan cabai rawit merah Rp100.000/kg.
Ia menyampaikan, pemerintah terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok secara harian melalui SP2KP. Melalui sistem tersebut, Kemendag memantau perkembangan harga di berbagai daerah untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan menjelang Lebaran.
“Jadi setiap hari, tidak hanya menjelang Lebaran, kita melakukan pemantauan di sekitar 550 pasar. Kita mempunyai dashboard pantauan sehingga bisa melihat pergerakan harga kebutuhan pokok setiap hari,” ungkap dia.
Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga menjelang Lebaran, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta para pelaku usaha.
“Kalau kami lihat, harga kebutuhan pokok relatif stabil. Ada yang sedikit di atas HET, ada juga yang di bawah HET, tetapi secara rata-rata nasional masih stabil. Pasokan juga terjaga. Apabila ada kenaikan harga, maka kita cek dan koordinasikan dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta pemasok,” ujar dia.

Jaga daya beli
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jakarta menyatakan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan pangan menjelang perayaan Idul Fitri. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan berbagai komoditas pangan tetap terjaga serta harga di pasar tidak mengalami lonjakan yang signifikan.
Ketua Kadin Jakarta Diana Dewi mengatakan Kadin Jakarta juga menjalin koordinasi dengan pelaku usaha, distributor, serta pemangku kepentingan terkait guna menjaga kelancaran distribusi pangan.
“Selain itu, Kadin Jakarta menilai stabilitas harga dan pasokan pangan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat selama periode menjelang Lebaran,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (11/3).
Dengan pemantauan yang intensif, dunia usaha diharapkan dapat segera mengantisipasi apabila terjadi potensi gangguan pasokan atau kenaikan harga di pasar. Langkah ini juga bertujuan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Pengamat Pertanian Khudori menuturkan stabilitas pasokan pangan menjadi hal yang sangat penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ketidakpastian situasi internasional berpotensi mempengaruhi rantai pasok global, baik melalui gangguan jalur logistik maupun fluktuasi harga komoditas. Karena itu, penguatan cadangan pangan, kelancaran distribusi, serta koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Di sisi lain, perhatian terhadap pasokan pangan juga semakin krusial menjelang perayaan Idul Fitri ketika permintaan masyarakat biasanya meningkat,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (11/3).
Ketersediaan komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, daging, dan telur harus dijaga agar tidak terjadi lonjakan harga di pasar. Dengan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar, stabilitas harga dapat dipertahankan sehingga masyarakat dapat menjalani momentum Lebaran dengan lebih tenang.