Peluang Besar di Kerja Sama Strategis Indonesia-India

Hubungan kerjasama strategis Indonesia dan India semakin solid dimana kedua negara sepakat untuk memperkuat kerjasama di 8 sektor strategis.

Peluang Besar di Kerja Sama Strategis Indonesia-India
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty Saat Menghadiri acara "India Night: Weaving Collaboration Driving Investment di Westin Hotel, Jakarta (28/1) - (Ridho-Suar.id)
Daftar Isi

Hubungan kerjasama antara Indonesia dengan India semakin erat. Dua negara pun sepakat memperkuat kerjasama di delapan sektor strategis. Menurut Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, Delapan bidang tersebut mencakup sektor kesehatan, teknologi digital, keuangan, energi dan mineral kritis.

Kemudian pangan, konektivitas pariwisata, pertahanan, dan pendidikan. “Indonesia dan India sama-sama mempunyai penduduk yang besar dan tingkat produktivitasnya tinggi, ekonomi yang stabil sehingga membuka peluang untuk kerjasama,” kata Sandeep di acara “ India Night, Weaving Collaboration, Driving Investment, di Westin Hotel, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026 lalu.

Dari sektor kesehatan hingga mineral kritis

Salah satu kerjsama di bidang kesehatan yang sudah berjalan adalah pembangunan jaringan rumah sakit dari India di Batam. Kerjasama ini dilakukan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) atau Mayapada Healthcare yang memperkuat ekspansi layanan kesehatan dengan menggandeng Apollo Hospitals India untuk mengembangkan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional, Batam.

Proyek ini diharapkan mampu menghadirkan rumah sakit bertaraf internasional swasta pertama di KEK Batam, sekaligus bagian dari strategi memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan berstandar global di Indonesia.

Kolaborasi yang dimulai sejak 2023 tersebut semakin dimatangkan melalui kunjungan resmi jajaran pimpinan Apollo Hospitals ke Batam dan Jakarta pada 7-9 Januari 2026, yang turut didukung pemerintah Indonesia dan India.

Kerjasama yang juga dinilai strategis ada di sektor digital, yaitu integrasi sistem pembayaran QRIS (Indonesia) dan UPI (India) yang kini memasuki tahap akhir diskusi teknis.

Sandeep juga mendorong para investor untuk mulai berinteraksi langsung dengan lembaga pengelola investasi baru Indonesia, Danantara, serta BKPM. Ia menekankan pentingnya wadah komunikasi untuk menjajaki peluang investasi baru (co-investment).

Ia juga menjamin dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan investor dari India bisa lebih mudah berinvestasi di Indonesia. "Kami ingin memastikan bahwa masalah-masalah kecil yang dihadapi investor dapat diselesaikan melalui kelompok kerja, sehingga kolaborasi ekonomi ini bisa berkelanjutan," ucapnya.

Nilai perdagangan Indonesia–India dalam lima tahun terakhir (2019–2023) terus meningkat, dengan total perdagangan mencapai sekitar USD 38,5 miliar pada 2023 dan diperkirakan naik lagi pada 2024. India kini menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia, terutama di sektor batubara, minyak sawit, karet, tekstil, dan produk farmasi.

Hubungan lama yang terus dipelihara

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk India Ina Hagniningtyas Krisnamurthi mengatakan, hubungan bilateral Indonesia dan India semakin menguat dan berkembang. Ini sejak ada kunjungan Presiden Prabowo ke New Delhi pada Januari 2025.

Saat itu, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia dan India tentang kerjasama strategis ekonomi.

Terdapat lima dokumen kerja sama yang telah disepakati oleh kedua negara. Adapun kerja sama yang telah disepakati antara lain kerja sama Kesehatan antara Kementerian Kesehatan Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Republik India.

Kerja sama antara Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dan Komisi Pharmacopoeia untuk Obat-Obatan India.

Kerja sama Kementerian Komunikasi Dan Digital Republik Indonesia dan Kementerian Elektronik Dan Teknologi Informasi Republik India dalam bidang pengembangan digital dan Program Pertukaran Budaya Antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Republik India Periode 2025 – 2028.

Sejak 2005, Indonesia dan India telah menjalin Strategic Partnership yang kemudian ditingkatkan menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2018.
Hubungan ini berakar pada kedekatan historis, budaya, dan posisi geografis yang sama-sama strategis di Samudra Hindia dan Asia Tenggara.

Dalam kerangka kerjasama dengan Indonesia, India juga menunjukkan minat pada sektor batubara, komoditas ekspor unggulan, pendidikan, dan pertukaran pemuda. Selain itu juga ada wacana kerja sama maritim strategis untuk memperkuat keamanan jalur perdagangan di Selat Malaka, yang menghubungkan
jalur perdanganan laut via Sabang, Andaman–Nicobar.

Baca juga:

Banyak Peluang Sedikit Perhatian, Indonesia-India Jajaki Prospek Menjanjikan
Dengan jumlah populasi kedua negara mewakili seperlima penduduk bumi, India dan Indonesia memiliki banyak peluang kerja sama dengan prospek yang menjanjikan.

Kerja sama ini menjadi simbol penting menghadapi ketidakpastian global, termasuk rivalitas di Indo-Pasifik. Juga menunjukkan kedekatan India dan Indonesia yang sudah berlangsung ratusan tahun. Apalagi Presiden Prabowo diundang sebagai tamu kehormatan pada Parade Hari Republik India 2025, menandai kedekatan politik yang jarang terjadi.

Kerjasama ini juga menjadi alternatif untuk meredakan ketengangan terkait persaingan geopolitik dengan Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. Sedangkan bagi Indonesia, kerjasama ini berarti memicu peluang seperti untuk memanfaatkan pasar India yang besar untuk ekspor komoditas dan produk manufaktur.

Sedangkan India bisa dapat memperkuat akses energi dan sumber daya melalui Indonesia.

BPI Danantara buka pintu investasi negara mitra

Sedangkan Managing Director Treasury BPI Danantara Ali Setiawan yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, pihak ya menawarkan berbagai pilihan investasi bagi mitra global yang ingin mencari pekuang di Indonesia.

Saat ini, BPI DAnantara fokus pada implementasi proyek-proyek strategis pada 2026 guna menopang pengembangan sektor vital perekonomian nasional.

“Tahun 2026 menjadi momentum transformatif. Kami akan fokus pada delapan sektor utama, dengan sejumlah proyek yang telah kami umumkan,” ujar Ali.

Ali menjelaskan, salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dan bisa jadi pilihan investor dari India adalah Waste to Energy. BPI Danantara akan memprioritaskan investasi pada proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Hingga saat ini, Danantara telah menggandeng 24 mitra untuk menggarap proyek-proyek tersebut. “Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik membutuhkan waktu untuk penetrasi karena melibatkan banyak stakeholders. Namun demikian, kami bergerak cepat untuk memulai proyek ini,” ungkap Ali.