Menjelang Hari Raya Idulfitri, pusat perbelanjaan di Jakarta mulai menghadirkan suasana yang berbeda. Beragam dekorasi tematik bernuansa Ramadan menghiasi area mal, mulai dari ornamen ketupat, lampu-lampu gantung bergaya Timur Tengah, hingga instalasi foto yang menarik perhatian pengunjung.
Dua pusat perbelanjaan yang turut menghadirkan konsep tersebut adalah Central Park Mall dan Mall Kuningan City. Kedua mal ini memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran dengan menghadirkan dekorasi tematik, program promosi, serta berbagai aktivitas yang dirancang untuk menarik pengunjung.
Berdasarkan pantauan di area atrium utama Central Park Mall, dekorasi tematik Ramadan telah menghiasi sejumlah titik di dalam mal dengan nuansa yang hangat dan meriah. Dekorasi didominasi khas Timur Tengah seperti lampion Ramadan, ornamen pelataran masjid, dan pola geometris bernuansa Islami.
Perpaduan warna putih, biru, dan, emas, menghadirkan kesan elegan sekaligus menenangkan bagi para pengunjung. Banyak pengunjung memanfaatkan spot tersebut untuk berfoto bersama keluarga maupun teman.

Public Relation Central Park Mall Donny mengatakan dekorasi Ramadan mengusung tema “Raya Reflection". Tema ini terinspirasi dari elemen refleksi air yang melambangkan ketenangan, introspeksi, serta perjalanan spiritual selama bulan suci Ramadan.
"Dekorasi didominasi nuansa biru yang menenangkan dengan sentuhan motif geometris Islami serta instalasi artistik modern yang menciptakan atmosfer elegan dan penuh kedamaian," katanya pada SUAR, Jumat (13/03/2026).
Baca juga:

Sementara itu, Central Park 2 menghadirkan tema “A Taste of Raya,” yang mengangkat konsep ragam kuliner khas Ramadan sebagai inspirasi dekorasi, sekaligus menjadi spot foto yang menarik bagi pengunjung untuk merayakan momen kebersamaan menjelang Hari Raya.
Dekorasi Lebaran di Central Park Mall dan Central Park 2 mulai dapat dinikmati oleh pengunjung sejak 6 Maret 2026, bersamaan dengan dimulainya rangkaian program Raya Reflection & A Taste of Raya yang berlangsung hingga 29 Maret 2026.
Donny mengatakan beberapa area utama yang menjadi fokus dekorasi dan aktivitas di antaranya; Laguna Atrium sebagai pusat aktivitas utama seperti fashion show, pertunjukan seni, serta instalasi dekorasi utama. Kemudian Tribecca Park, area outdoor yang menghadirkan pertunjukan hiburan Ramadan dengan suasana yang lebih santai.
Lalu, Neo Atrium di Central Park 2 yang menjadi area utama untuk aktivitas hiburan dan dekorasi bertema “A Taste of Raya.
Aktivitas khusus
Selama periode Ramadham, Central Park juga menghadirkan program dan aktivitas menarik, di antaranya Raya Soirée. Fashion event ini menampilkan koleksi dari desainer Deden Siswanto dan Ivan Gunawan Prive, serta dimeriahkan oleh penampilan musik religi dari Debu dan Snada. Ada pula program lainnya seperti Raya Shopping Day dan Middle Eastern Arts.
"Rangkaian program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman Ramadan yang lebih hangat, interaktif, dan penuh nuansa budaya bagi pengunjung," katanya.
Donny mengatakan periode Ramadan hingga Lebaran memang menjadi salah satu momentum dengan aktivitas kunjungan yang lebih tinggi dibandingkan periode reguler, terutama pada akhir pekan dan mendekati Lebaran. Central Park menghadirkan beberapa strategi untuk meningkatkan pengalaman pengunjung selama Ramadan termasuk menghadirkan dekorasi tematik.
Kemudian, menyelenggarakan event lifestyle, program belanja menarik, hingga hiburan budaya dan musik religi yang menambah suasana Ramadan yang hangat.
Donny mengatakan selama periode Ramadan hingga menjelang Lebaran, beberapa kategori tenant yang biasanya mengalami peningkatan penjualan paling signifikan antara lain; fashion dan modest wear, terutama koleksi Ramadan dan Lebaran.
Lalu, food & beverage, khususnya restoran dan tenant yang menawarkan menu berbuka puasa, serta beauty dan personal care yang sering menjadi kebutuhan tambahan menjelang Hari Raya. Tak ketinggalan juga, gift dan hampers yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.

Sementara itu, Kuningan City Mall menghadirkan dekorasi Ramadan dengan memadukan konsep human, light strobe, dan bright color.
Manager TCR & Marketing Communication Kuningan City Mall Fauzan S. Utomo mengatakan perpaduan konsep tersebut disiratkan melalui visual yang dinamis, permainan cahaya, dan warna yang cerah di LED Anarmophic yang berlokasi di lantai Ground Floor dan di area concierge.
Tak seperti mal lain yang biasanya mengandalkan dekorasi dengan berbagai ornamen, dekorasi Kuningan City berfokus pada penggunaan LED Display. Langkah itu juga menjadi bagian proses Kuningan City menjadi hi-tech mall.
"Kuningan City sedang dalam proses menuju hi-tech mall, sehingga salah satu fokus utama dekorasi dan visual experience adalah melalui penggunaan LED Display," katanya.
Dekorasi tersebut hadir sebagai bagian dari program tahunan Ramadan Kareem yang diselenggarakan oleh Kuningan City. Program ini berlangsung mulai 18 Februari hingga 28 Maret 2026
Salah satu area yang menjadi sorotan adalah Ground Floor dengan LED anamorphic berukuran besar yang terletak di dekat Lobby Nature. Selain itu, di lantai Upper Ground Floor (UG Floor) juga terdapat instalasi LED anamorphic empat sisi yang menjadi salah satu focal point di dalam mal.

Selain dekorasi dan instalasi visual, Kuningan City juga menghadirkan berbagai acara hiburan selama Ramadan. Salah satunya “Ramadan Berkaraoke", konser gratis yang terbuka untuk seluruh pengunjung.
Acara tersebut menghadirkan penampilan spesial dari grup musik populer Nidji dan Barasuara.
"Diharapkan kehadiran Nidji dan Barasuara dapat menciptakan pengalaman hiburan yang dekat, inklusif,dan penuh energy positif bagi pengunjung Kuningan City," katanya.

Peningkatan kunjungan
Dari sisi kunjungan, Fauzan menyebut bahwa jumlah pengunjung mal mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama Ramadan.
Pada hari-hari biasa, aktivitas pengunjung umumnya terkonsentrasi pada waktu makan siang dan makan malam. Namun selama bulan puasa, pola kunjungan mengalami perubahan karena banyak pengunjung yang datang untuk berbuka puasa bersama.
Hal ini berdampak langsung pada kinerja tenant, terutama pada sektor food and beverage (F&B). Penjualan di kategori tersebut bahkan meningkat dua kali lipat dibandingkan periode normal.
"Peningkatan ini biasanya mulai terasa lebih signifikan pada pertengahan Ramadan hingga menjelang libur Lebaran, karena pada awal Ramadan sebagian besar masyarakat lebih bering berbuka puasa bersama keluarga di rumah," katanya.
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, Kuningan City juga menghadirkan berbagai strategi khusus. Salah satunya diskon dari tenant hingga 70 persen selama periode Ramadan.
Selain promo belanja, Kuningan City juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan berbasis komunitas, seperti olahraga lari, pound fit, hingga pilates, yang melibatkan berbagai komunitas olahraga.
"Jadi adanya kombinasi promo belanja dan aktivitas komunitas, Kuningan City terus berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para pengunjung," katanya.

Tren positif juga dirasakan secara lebih luas oleh industri pusat perbelanjaan di Indonesia. Menurut Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), berbagai indikator dalam industri ritel menunjukkan peningkatan yang terus bergerak naik sejak awal tahun.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan tren pertumbuhan tersebut sudah mulai terlihat sejak periode Tahun Baru 2026.
"Diperkirakan tren positif ini akan terus meningkat sampai dengan liburan Idul Fitri nanti," katanya.
Alphonzus memperkirakan lonjakan penjualan terjadi mulai awal Maret hingga akhir pertengahan Maret 2026, sebelum masyarakat mudik ke kampung halaman. Sementara itu, puncak kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan diperkirakan terjadi pada hari kedua Idul Fitri.
Ia mengatakan hampir semua kategori produk dan barang akan mengalami peningkatan penjualan selama Ramadhan. Namun, pola konsumsi masyarakat diperkirakan akan mengalami perubahan menjelang dan selama libur Idul Fitri.
"Masyarakat akan cenderung berbelanja produk makanan dan minuman (food and beverages) serta hiburan (entertainment )," katanya.
APPBI memperkirakan rata - rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan menjelang dan pada saat Ramadhan dan Idul Fitri meningkat sekitar 10% - 15% dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, berbagai program stimulus dan insentif dari pemerintah seperti diskon tarif transportasi, potongan tarif jalan tol, serta penyaluran bantuan sosial diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah saat Ramadan dan Idul Fitri.