Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai tantangan utama yang dihadapi pasar modal Indonesia saat ini bukan hanya faktor ekonomi, melainkan juga persoalan mendasar terkait kepercayaan publik terhadap sistem pasar. Menurutnya, isu tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari mekanisme pembentukan harga saham, transparansi transaksi, hingga struktur kepemilikan emiten.
Ia menegaskan bahwa DPR memiliki peran penting dalam menjaga profesionalisme dan kredibilitas pasar modal agar tetap terlindungi dari berbagai bentuk intervensi yang berpotensi menggerus kepercayaan investor. Pasalnya, keberlangsungan pasar modal sangat bergantung pada tingkat kepercayaan pelaku pasar.
Misbakhun juga mengingatkan bahwa pengalaman Indonesia menghadapi berbagai krisis, seperti krisis ekonomi 1998, krisis keuangan global 2008, dan pandemi COVID-19, menunjukkan bahwa menurunnya kepercayaan dunia usaha dan investor dapat memberikan tekanan besar terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Karena itu, ia menilai reformasi pasar modal perlu dilakukan secara menyeluruh dan menyentuh persoalan mendasar yang memengaruhi keyakinan investor. Menurutnya, pembenahan yang dibutuhkan bukan sekadar perubahan administratif atau prosedural, melainkan reformasi yang benar-benar mampu memperkuat integritas dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.