Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menilai pasar modal Indonesia masih menghadapi kesenjangan antara kuatnya fundamental ekonomi dan tingkat kepercayaan investor. Meski pertumbuhan ekonomi dan sektor perbankan tetap solid, kondisi tersebut belum tercermin pada kinerja IHSG yang masih tertekan.
Menurutnya, pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi arus modal asing dan faktor teknikal dibanding fundamental. Selain itu, penguatan dolar AS serta repatriasi dividen turut menekan aliran dana asing ke pasar domestik.
Pandu juga menilai Indonesia perlu memperkuat narasi pertumbuhan jangka panjang. Di tengah dominasi tema AI dan teknologi di pasar global, Indonesia masih bertumpu pada sektor tradisional seperti perbankan dan komoditas. Karena itu, selain memperkuat fundamental, Indonesia juga perlu meningkatkan kepercayaan investor dan membangun cerita pertumbuhan yang lebih menarik.