Main Golf Bantu Dubes Malaysia Beradaptasi

Main Golf Bantu Dubes Malaysia Beradaptasi

Golf menjadi kesempatan mengasah fokus dan menenangkan pikiran.

Main Golf Bantu Dubes Malaysia Beradaptasi
Dalam Artikel Ini

Menyingkap babak baru tidak selalu mudah bagi setiap orang. Itulah juga yang dirasakan Dato' Muzafar Shah Mustafa, Duta Besar Tertunjuk Malaysia untuk Indonesia.

Sejak mulai bertugas di Jakarta pertengahan Agustus lalu, 100 hari pertamanya masih diisi senarai rencana beradaptasi dalam penugasan baru ini. Golf dan rencana travelling menjelajah Indonesia menjadi dua di antara rencana itu.

Menerima kedatangan SUAR di sela-sela kesibukannya, Rabu (30/9/2026), Dubes Muzafar mengungkapkan tidak mempunyai hobi yang unik atau spesifik. Namun, dalam kapasitasnya sebagai diplomat, ia terbiasa mengembangkan keinginan untuk mengeksplorasi tempat-tempat baru di mana ia ditempatkan.

"Selain itu, kalau dari segi olah raga, saya suka bermain golf. Di Indonesia, terutama di Jakarta ini, banyak lapangan-lapangan golf yang perlu saya coba. Selain banyak, setiap lapangan golf juga punya keunikan-keunikan tersendiri," tutur Muzafar.

Duta Besar Malaysia Dato' Muzafar Shah Mustafa bersama rekan-rekannya saat Malaysia–Indonesia Friendship Golf Tournament (Invitational) 2026 pada 10 Oktober 2026 di Graha Metropolitan Golf Course, Medan. (Foto: Instagram MalaysiainMedan)

Mengasah fokus dan menenangkan pikiran

Bagi diplomat yang telah berdinas mewakili tanah airnya sejak 1995, golf menjadi kesempatan mengasah fokus dan menenangkan pikiran. Di sisi lain, kesempatan golf juga membantu penugasan sebagai diplomat. Menurutnya, seorang diplomat yang cakap perlu memiliki jejaring yang luas, terutama dengan pemangku kepentingan di negara tempat ia mengemban tugas.

"Sepanjang saya bermain golf, saya telah dapat membuat networking dan mengenali individu-individu yang penting dalam menjalankan tugas harian kita, baik dari pihak pemerintah, ataupun dari segi mereka yang terlibat dengan bisnis dan investasi," ujarnya.

Suasana santai saat mengayunkan stik golf, Muzafar menambahkan, juga menjadi kesempatan untuk bertemu dan memperkenalkan diri dengan komunitas diplomatik lain di Indonesia. Perkenalan dengan berbagai pihak di lapangan rumput itu juga menjadi cara agar negosiasi dan lobi-lobi tidak melulu dilakukan dalam suasana formal, tetapi juga dalam keakraban.

Duta Besar Malaysia Dato' Muzafar Shah Mustafa saat Malaysia–Indonesia Friendship Golf Tournament (Invitational) 2026 pada 10 Oktober 2026 di Graha Metropolitan Golf Course, Medan. (Foto: Instagram MalaysiainMedan)

Bertemu rekan baru

Di sisi lain, golf terkadang menjadi kesempatan Muzafar bertemu dengan sosok-sosok penting yang jarang memiliki waktu karena kesibukan. Karena bermain secara berkelompok, percakapan dan obrolan santai di sela permainan juga menjadi kesempatan mencurahkan isi hati personal, maupun keperluan lain.

"Ketenangan itu boleh menenangkan pikiran, tetapi itu mungkin manfaat sampingan. Yang lebih penting adalah kita dapat berinteraksi dengan lebih banyak orang dan memperluas jaringan networking kita," cetusnya.

Jelang 100 hari bertugas mewakili Negeri Jiran, Muzafar mengaku belum memiliki banyak referensi lapangan golf yang terekomendasi di Jakarta. Beberapa lapangan yang telah ia jajal, antara lain Royale Golf Club di kawasan Halim, juga salah satu lapangan golf di daerah Bogor, Jawa Barat. Di sejumlah lapangan itu, ia mengaku puas atas pemeliharaan, serta pelayanan yang ramah.

"Saya berharap nanti akan dapat kesempatan untuk bepergian ke pelbagai provinsi dan melihat tempat-tempat yang menarik di Indonesia," pungkas Muzafar.

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Glowlight