Dukung Transisi Energi, Kemendag-PLN Resmikan Tiga Stasiun Isi Daya Mobil Listrik

Adapun, sebanyak tiga unit SPKLU yang berada di Kantor Kemendag ini berjenis Ultra Fast Charging dengan masing-masing kapasitas 120 kW

Dukung Transisi Energi, Kemendag-PLN Resmikan Tiga Stasiun Isi Daya Mobil Listrik
Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kementerian Perdagangan, Jakarta, hari ini, Kamis, (5/3). (Foto: Humas Kemendag)
Daftar Isi

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung upaya PT PLN (Persero) dalam membangun ekosistem kendaraan listrik, dengan mengoperasikan 3 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, tren penggunaan kendaraan listrik di kantor pemerintahan, termasuk di Kemendag, terus meningkat. Sekitar 15 persen pegawai Kemendag telah menggunakan kendaraan listrik, sehingga kebutuhan terhadap fasilitas pengisian daya menjadi semakin penting.

“Kami melihat tren penggunaan kendaraan listrik di Kemendag terus meningkat. Dengan adanya SPKLU ini, kami berharap semakin banyak pegawai dan masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik karena infrastrukturnya semakin tersedia,” ujar Budi dalam acara peresmian di halaman parkir, kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/3).

Selain Budi Santoso, peresmian tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti, dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim mengatakan fasilitas SPKLU tersebut telah melalui tahap uji coba sejak Desember 2025 sebelum diresmikan pada Maret 2026. Ia menyebut penggunaan fasilitas tersebut menunjukkan tren yang terus meningkat sejak awal operasional.

“Sejak Februari 2026 jumlah transaksi pengisian sudah mencapai 2.460 kali dengan total energi listrik  yang disalurkan sebesar 62.598 kWh,” ujar dia.

Fast charging

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, transisi energi merupakan keharusan yang diperlukan untuk menjaga ketersediaan energi di masa mendatang dan memperbaiki neraca perdagangan dengan mengurangi biaya impor energi.

Adapun, sebanyak tiga unit SPKLU yang berada di Kantor Kemendag ini berjenis Ultra Fast Charging dengan masing-masing kapasitas 120 kW.

Fasilitas ini menyediakan enam konektor pengisian yang beroperasi secara simultan. Dengan teknologi Electric Vehicle Direct Current (EVDC), infrastruktur tersebut menjanjikan durasi pengisian baterai yang jauh lebih singkat dibandingkan perangkat standar.

Ia mengatakan, hingga memasuki Maret 2026, PLN terus memperluas fasilitas pengisian daya mobil listrik. Ia mencatat, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya kini telah mengelola 683 unit SPKLU yang tersebar di 385 lokasi strategis.

Moch. Andy Adchaminoerdin, General Manager PLN UID Jakarta Raya, merinci dari jumlah tersebut, terdiri dari Ultra Fast Charging (>60 kW) 145 unit, Fast Charging (25–60 kW) 70 unit dan Medium Charging (22 kW) 468 unit.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Energi Fabby Tumiwa mengatakan pemanfaatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang optimal menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan transisi menuju energi bersih di sektor transportasi. 

Baca juga:

Gencarnya Investasi Mobil Listrik Untungkan Kawasan Industri
Tingginya minat produsen kendaraan listrik untuk berinvestasi di Indonesia menguntungkan bagi kawasan industri Indonesia. Nilai investasinya pun telah mencapai Rp5,65 triliun yang berasal dari mobil listrik, motor listrik, dan bus listrik.

Penggunaan SPKLU yang baik tidak hanya berkaitan dengan kemudahan akses bagi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga mencakup pengelolaan sistem pengisian yang efisien, aman, dan ramah terhadap jaringan listrik. 

“Dengan pengaturan waktu pengisian yang tepat serta pemanfaatan teknologi pengisian pintar, penggunaan listrik dapat lebih terkontrol sehingga tidak membebani sistem kelistrikan secara berlebihan,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (5/3/2026).

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai serta kesadaran pengguna dalam memanfaatkan fasilitas pengisian secara bijak, SPKLU berpotensi menjadi pilar penting dalam menciptakan ekosistem transportasi rendah emisi.

"Langkah ini sekaligus mempercepat peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan," kata dia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kementerian Perdagangan, Jakarta, hari ini, Kamis, (5/3). (Foto: Humas Kemendag)

Jadi bisnis menjanjikan

Dihubungi terpisah, Founder PT Energi Anugerah Divina Ika Maya Sari mengatakan PT Energi Anugerah Divina memiliki visi untuk menghadirkan solusi pengisian kendaraan listrik yang lebih aman, efisien, dan inovatif di Indonesia. Adapun perusahaan ini mengusung nama DAYA sebagai mereknya.

Ika mengatakan bisnis pengisian daya mobil listrik sangat menjanjikan. Oleh karenanya usaha pengisian daya mobil listriknya sudah menjangkau 33 lokasi di pulau Jawa seperti Jakarta, Bekasi, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Produk kami tidak hanya berfokus pada kecepatan pengisian, tetapi juga pada aspek keselamatan, efisiensi energi, serta kemudahan akses bagi pemilik kendaraan listrik di berbagai lokasi," kata Ika kepada SUAR di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Sebuah mobil listrik sedang diisi daya listriknya. Foto: Dokumentasi DAYA

Berbagai produk dihadirkan seperti DC Fast Charging yang dirancang untuk pengisian daya sangat cepat sehingga memungkinkan output daya masif dari 60kW hingga 480kW.

Produk lainnya adalah LEISN dengan kemampuan arus total 500A, untuk arus besar serta Livoltek yang memiliki arus keluaran standar 125A (maksimal 200A), yang berarti pengisian dayanya sangat stabil namun mungkin sedikit lebih lambat dibandingkan kemampuan puncak LEISN jika digunakan pada mobil dengan arsitektur baterai mutakhir.

Melalui pengembangan teknologi serta infrastruktur pengisian daya yang andal, perusahaan berupaya mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin berkembang. 

“Upaya tersebut juga sejalan dengan dorongan pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” ujar dia

Melalui inovasi yang terus dikembangkan, Energi Anugerah Divina berharap DAYA dapat menjadi salah satu pilihan utama dalam penyediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Tanah Air. Perusahaan optimistis kehadiran solusi ini akan membantu memperluas jaringan pengisian daya sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik.

Baca selengkapnya