Di Saat Perang, Wisatawan dari Timur Tengah yang ke Indonesia Meningkat

Jumlah wisatawan Indonesia yang bepergian ke kawasan Timur Tengah khususnya ke Arab Saudi, di saat perang pada bulan Maret lalu menurun. Sementara, jumlah wisatawan dari Timur Tengah yang ke Indonesia pada periode yang sama justru meningkat.

Di Saat Perang, Wisatawan dari Timur Tengah yang ke Indonesia Meningkat

Perang di Timur Tengah mengubah pergerakan wisatawan secara global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri atau yang disebut juga dengan istilah wisatawan nasional (wisnas) meningkat selama bulan Maret 2026, yakni sebanyak 793.158 perjalanan dibandingkan bulan Februari yang sebanyak 701.070 perjalanan, atau naik 13,14%.

Namun, kenaikan ini belum menyamai jumlah wisnas di bulan Januari yang tercatat mencapai 1 juta perjalanan, angka tertinggi secara bulanan sejak pandemi Covid-19.

Dilihat secara kuartalan, jumlah wisnas selama kuartal 1-2026 (Januari-Maret) juga meningkat 6,5% dibandingkan kuartal 1-2025. Terjadinya perang tidak menyurutkan langkah orang Indonesia untuk melancong ke luar negeri. Hal ini kemungkinan besar disebabkan wisnas sudah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dan ada risiko kerugian yang sangat besar jika dibatalkan.

Namun, sedikit banyak, rencana bepergian ke luar negeri mengalami perubahan untuk menghindari wilayah yang sedang berperang. Hal itu terlihat dari berkurangnya jumlah wisnas yang tujuannya ke Arab Saudi.

Data BPS menunjukkan porsi wisnas yang tujuannya ke Arab Saudi pada bulan Maret berkurang menjadi 13,79% dibandingkan kondisi Februari (20,33%). Secara tahunan, rata-rata persentase wisnas yang tujuannya ke Arab Saudi adalah 17,5% dalam lima tahun terakhir. Bahkan, mencapai 19% pada tahun 2022.

Kenaikan jumlah wisnas pada Maret 2026 teralokasi pada negara tujuan di kawasan Asia, yakni China, Jepang, Singapura, dan Malaysia. Termasuk juga Korea Selatan dan Vietnam. Wisnas yang bepergian ke negara-negara lainnya jumlahnya menurun.

Kontras dengan berkurangnya wisnas yang bepergian ke Arab Saudi, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) asal Timur Tengah yang datang ke Indonesia jumlahnya meningkat 5,62% selama satu bulan perang berlangsung. Kenaikan tertinggi terjadi pada wisman asal Arab Saudi (64,28%) dengan jumlah yang naik menjadi hampir 4.000 perjalanan. Disusul oleh wisman asal Yaman (1,2%) dan Mesir (1,16%). Sementara wisman dari negara Timur Tengah lainnya seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, dan lainnya jumlahnya berkurang.

Kenaikan jumlah wisman, selain dari kawasan Timur Tengah, juga datang dari wisman yang berasal dari kawasan Amerika (19,24%) dan Oseania (18%). Sementara wisman yang berasal dari kawasan lain, seperti ASEAN atau Asia lainnya, Eropa, dan Afrika jumlahnya menurun selama Maret dibandingkan Februari.

Secara keseluruhan, jumlah wisman yang datang ke Indonesia sepanjang Maret berkurang sebanyak 6,17% dibandingkan Februari. Namun secara kuartalan, jumlah wisman periode Januari-Maret 2026 bertambah 10,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Author

Baca selengkapnya

Ω