Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Dewan Gubernur BI, Debottlenecking Bisnis, dan SBN Ritel

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Dewan Gubernur BI, Debottlenecking Bisnis, dan SBN Ritel
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

DPR Pilih Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

  • Komisi XI DPR memutuskan bahwa Wakil Menteri Keuangan Thomas  Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun usai fit and proper test di Gedung DPR, Jakarta (26/1/2025). DPR memilihnya ketimbang dua calon anggota deputi gubernur BI lainnya yakni Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro yang saat ini masih menjadi pejabat karier di BI. 
  • Pada pemaparan yang disampaikan di hadapan Komisi XI DPR pada 26 Januari 2026 pukul 16.00-17.00 WIB, Thomas menegaskan bahwa konsep yang dibawanya ke kursi Dewan Gubernur BI akan memastikan BI tetap independen.  Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini menyebut lima konsep strategi yang diusungnya adalah GERAK. Konsep itu meliputi: Pertama, governance kebijakan yang kuat dan kredibel. Kedua, efektivitas kebijakan. Ketiga, resiliensi sistem keuangan. Keempat, akselerasi sinergi fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Kelima, keberlanjutan transformasi keuangan.

Pengusaha Nilai Jaminan Regulasi Diperlukan Dalam Terobosan Debottlenecking

  • Dalam sidang penyelesaian hambatan usaha atau debottlenecking yang digelar secara terbuka pada Senin (26/1/2026), Menteri Keuangan dan Wakil Ketua Satgas P2SP Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, hingga 26 Januari 2026 pukul 12.00, Satgas P2SP telah menerima 63 laporan melalui kanal aduan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 aduan tengah diproses, 4 aduan selesai dan ditindaklanjuti, sementara 7 aduan lain dikembalikan untuk kelengkapan berkas. Berbagai hambatan disampaikan sejumlah pengusaha dalam sidang kedua ini.

Multifungsi SBN Ritel

  • Kementerian Keuangan pada Senin (26/1/2026) resmi merilis Surat Berharga Negara (SBN) ritel terbaru, yakni Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 29 atau ORI029. SBN ini tidak hanya berfungsi untuk memperoleh pembiayaan untuk Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), namun juga jadi alternatif investasi konservatif yang aman bagi investor atau pengusaha di tengah ketidakpastian ekonomi dan global yang tinggi. Kementerian Keuangan resmi membuka masa penawaran ORI029 mulai Senin, 26 Januari 2026 pukul 09.00 WIB hingga 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. ORI029 ditawarkan dalam dua tenor melalui skema dual tranches, yakni ORI029T3 dengan tenor tiga tahun berkupon tetap 5,45% dan ORI029T6 dengan tenor enam tahun berkupon 5,80%. Adapun masa jatuh tempo ORI029T3 pada 15 Februari 2029 dan ORI029T6 pada 15 Februari 2032. Untuk nominal pemesanan minimal sebesar Rp 1 juta dan maksimal untuk ORI029T3 sebesar Rp 5 miliar dan ORI029T6 sebesar Rp 10 miliar. Instrumen ini dipasarkan melalui 28 mitra distribusi. Pemerintah menargetkan dana yang terkumpul mencapai Rp 25 triliun dari ORI29.

Strategi Jadi Pengusaha Untuk Generasi Muda

  • Perluasan pasar dan promosi berkelanjutan agar bisa memperoleh insentif berusaha menjadi salah satu cara mendorong generasi muda tertarik menjadi pengusaha. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi mengurangi tekanan di pasar ketenagakerjaan di masa depan. Presiden Bank Dunia Ajay Singh Banga menyatakan, dengan prediksi dunia kekurangan 800 juta lapangan kerja untuk orang muda dalam 12 tahun-15 tahun ke depan, tanggung jawab pemangku kepentingan ekonomi dalam membenahi kemudahan berusaha (ease of doing business) tidak hanya bertujuan mengundang investasi, melainkan juga memberdayakan orang muda membuka usaha.

Investor Lokal Kian Mendominasi Pasar Modal Indonesia

  • Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan terjadi lonjakan jumlah investor di tahun 2025 yang menembus angka 20,32 juta, tumbuh sekitar 37% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini bukan sekadar angka, melainkan juga cerminan dari meningkatnya literasi keuangan masyarakat Indonesia yang semakin cerdas dalam mengalokasikan asetnya, baik melalui sistem C-BEST untuk saham maupun S-INVEST untuk reksa dana. Komposisi investor lokal di sistem C-BEST telah mencapai lebih dari 60%. Sementara di sektor reksa dana melalui S-INVEST, dominasi lokal bahkan menyentuh angka di atas 97%. Kondisi ini memberikan stabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, membuat pasar modal kita lebih tahan terhadap gejolak ekonomi global.

Berkembang Pesat, Kedai Kopi di Indonesia Terbanyak di Dunia

  • Produksi kopi yang melimpah dan tradisi minum kopi di Indonesia telah mengembangkan iklim usaha melalui kedai kopi. Berdasarkan pemetaan terbaru dari Point of Interest (POI) per November 2025, Indonesia menduduki peringkat pertama di dunia dengan jumlah kedai kopi mencapai angka fantastis, yakni 461.991 lokasi. Angka ini jauh melampaui negara-negara besar lainnya, seperti China yang berada di posisi kedua dengan 190.000 kedai dan Amerika Serikat di posisi ketiga dengan 145.294 kedai. Posisi ini menegaskan bahwa budaya mengonsumsi kopi bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan ekonomi masyarakat di berbagai penjuru Indonesia, mulai dari kota besar hingga pelosok desa.

Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 - Sebuah forum dialog akan diadakan pada Selasa, 27 Januari 2026 pukul 07.30 - 13.00 WIB  di Thamrin Nine Ballroom Jakarta. Mengangkat tema “Reformasi Kebijakan Fiskal untuk Indonesia Berdaya Saing”, forum ini akan mempertemukan pembuat kebijakan, sektor swasta, dan akademisi untuk membahas arah kebijakan fiskal nasional di tengah ketidakpastian global. Acara tersebut akan dihadiri beberapa narasumber seperti Managing Director Danantara, Setyanto Hantoro, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Dirjen Pajak Bimo Wijayanto, Anggota DPR Kamrussamad, Dirjen Bea Cukai Permana Agung Dradjattun, CFO Inalum, Ken Permana, CEO Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan Pakar Keuangan Piter Abdullah. 

Forum Kemitraan Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) 2026 akan berlangsung pada 27 Januari 2026 di Markas Besar PBB di New York dengan tema “Tindakan transformatif, adil, inovatif, dan terkoordinasi untuk Agenda 2030 dan SDG-nya untuk masa depan yang berkelanjutan bagi semua”. Forum ini akan memberikan penekanan khusus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang sedang ditinjau secara mendalam pada forum politik tingkat tinggi tentang pembangunan berkelanjutan (HLPF) 2026, yaitu Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi), Tujuan 7 (Energi Terjangkau dan Bersih), Tujuan 9 (Inovasi Industri dan Infrastruktur), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Tujuan). 

"Merek Anda adalah apa yang orang lain katakan tentang Anda ketika Anda tidak ada di dalam ruangan." (Jeff Bezos - Pendiri & Executive Chairman Amazon)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya