Tol Baru ke Pelabuhan Tanjung Carat Disiapkan, Investasi Capai Rp26 Triliun

Tol Trans Sumatera bakal terkoneksi dengan Pelabuhan Tanjung Carat, Palembang, yang juga akan dibangun. Pembangunan tol penghubung ini diproyeksikan menelan anggaran Rp26 triliun.

Tol Baru ke Pelabuhan Tanjung Carat Disiapkan, Investasi Capai Rp26 Triliun
Penandatanganan Mou Pembangunan Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Hutama Karya (Persero), PT Bukit Asam Tbk, hingga PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di kantor BKPM, Jakarta (13/5) (Ridho-Suar.id)
Daftar Isi

Pemerintah berencana membangun ruas jalan tol baru di Sumatera Selatan guna mendukung konektivitas menuju Pelabuhan Tanjung Carat, di Kabupaten Banyuasin. Proyek strategis tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 26 triliun dan diharapkan menjadi pengungkit baru pertumbuhan ekonomi kawasan Sumatera bagian selatan. Kehadiran infrastruktur ini dinilai penting untuk memperkuat jalur distribusi logistik sekaligus mempercepat arus perdagangan komoditas unggulan daerah.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu Rencana mengatakan, pembangunan tersebut akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), baik untuk pembangunan jalan tol maupun pengembangan pelabuhan. Pemerintah menilai skema KPBU menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis tanpa sepenuhnya membebani anggaran negara. 

“Pola kolaborasi ini juga diharapkan mampu menarik minat investor swasta untuk terlibat dalam proyek jangka panjang yang memiliki potensi ekonomi besar,” ujar Wamen Todotua dalam Konferensi Pers Penandatangan Mou Kerjasama Strategis Pembangunan Jalan Tol Pelabuhan Tanjung Carat, di Kantor BKPM, Jakarta (13/5/2026).

Efisiensi rantai pasok logistik

Komitmen pembangunan proyek ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) integrasi pembangunan jalan tol.

Penandatanganan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Hutama Karya (Persero), PT Bukit Asam Tbk, hingga PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Sinergi lintas lembaga dan BUMN ini menjadi langkah awal percepatan realisasi proyek strategis tersebut.

Ia menuturkan pembangunan jalan tol dan pelabuhan baru itu dirancang untuk mendukung pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok logistik di Sumatera Selatan.

Pemerintah menilai selama ini biaya logistik masih menjadi salah satu hambatan utama dalam meningkatkan daya saing produk daerah. “Dengan akses transportasi yang lebih terintegrasi, distribusi barang dari kawasan industri menuju pelabuhan diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien,” ujar dia.

Pelabuhan Tanjung Carat, bukan sekadar pembangunan dermaga, melainkan transformasi total arsitektur logistik Sumatera Selatan untuk menembus pasar global. (ist)

Selain Sumatera Selatan, sejumlah provinsi lain seperti Jambi diproyeksikan turut memperoleh manfaat dari keberadaan jalan tol dan Pelabuhan Tanjung Carat. Jalan tol tersebut nantinya akan menjadi perpanjangan dari backbone Jalan Tol Trans Sumatera yang saat ini telah terhubung hingga Sumsel dan ditargetkan beroperasi sampai Jambi pada akhir tahun ini.

Dari ruas utama tersebut akan dibangun jalur interkoneksi dari pintu Tol Betung menuju Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 kilometer.

Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana memperpanjang konektivitas dari ruas Palembang–Prabumulih sekitar 37 kilometer menuju Muara Enim. Pengembangan jaringan jalan ini dipandang penting untuk memperlancar distribusi komoditas unggulan Sumatera Selatan menuju pelabuhan ekspor. 

“Dengan konektivitas yang semakin luas, kawasan industri dan sentra produksi di pedalaman akan memiliki akses yang lebih baik menuju pusat logistik dan perdagangan,” ungkap dia.

Perbesar kapasitas distribusi komoditas unggulan

Todotua mengatakan Pemerintah menyebut proyek ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperbesar kapasitas distribusi komoditas Sumatera Selatan serta menekan biaya logistik agar daya saing produk daerah meningkat. 

Sejumlah komoditas yang diproyeksikan mendapat manfaat besar antara lain batu bara, kopi, karet, dan kelapa sawit. Selama ini arus distribusi komoditas tersebut masih menghadapi berbagai kendala akses dan tingginya ongkos transportasi, sehingga keberadaan tol dan pelabuhan baru diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang.

Dalam pelaksanaannya, PT Bukit Asam Tbk diproyeksikan menjadi salah satu pengguna utama infrastruktur tersebut, terutama untuk distribusi batu bara dan produk turunannya. Sementara itu, PT Hutama Karya (Persero) akan memimpin pembangunan jalan tol dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bertanggung jawab terhadap pengembangan pelabuhan. 

Pemerintah juga membuka peluang dukungan pendanaan dari Danantara serta konsolidasi perbankan nasional. Konstruksi proyek ditargetkan mulai berjalan tahun ini. Pelabuhan Tanjung Carat sendiri telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 dan diproyeksikan berkembang sebagai kawasan ekonomi khusus berbasis hilirisasi industri di Sumatera Selatan.

Memicu multi efek perekonomian

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra menuturkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung penuh terhadap rencana pembangunan jalan tol baru yang akan menghubungkan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dengan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin. 

Foto udara pembangunan rest area STA 71 Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Betung di Sembawa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (6/3/2026) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Proyek tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas kawasan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. “Kehadiran akses tol menuju pelabuhan baru diyakini akan membuka jalur distribusi logistik yang lebih efisien bagi berbagai sektor industri dan perdagangan di Sumsel,” ujar dia.

Pemprov Sumsel menilai pembangunan infrastruktur tersebut sangat penting, karena Pelabuhan Tanjung Carat diproyeksikan menjadi simpul logistik baru di wilayah Sumatera bagian selatan.

Dengan dukungan akses jalan tol yang terintegrasi, arus barang dari kawasan industri, perkebunan, hingga pertambangan menuju pelabuhan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Kondisi itu diharapkan mampu menekan biaya distribusi yang selama ini masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan ekonomi daerah

Selain mendukung kelancaran logistik, proyek jalan tol menuju Tanjung Carat juga diyakini akan meningkatkan daya tarik investasi di Sumatera Selatan. 

Edward mengatakan Pemprov menilai konektivitas yang baik akan mendorong tumbuhnya kawasan industri baru, memperluas aktivitas perdagangan, serta menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. 

“Sejumlah komoditas unggulan Sumsel seperti batu bara, karet, kopi, dan kelapa sawit diperkirakan akan memperoleh manfaat besar dari pembangunan infrastruktur tersebut,” ujar dia.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menyatakan siap mendukung koordinasi lintas sektor agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai target. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan pihak swasta dinilai menjadi kunci keberhasilan proyek strategis ini.

Pemprov berharap pembangunan jalan tol dan Pelabuhan Tanjung Carat nantinya tidak hanya memperkuat posisi Sumsel sebagai pusat logistik regional, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera.

Perkuat sistem logistik Sumsel

Sebelumnya, Kabupaten Banyuasin yang memiliki posisi strategis ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat Banyuasin. Proyek ini direncanakan mulai dibangun pada awal tahun 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem logistik dan konektivitas wilayah di Sumatera Selatan.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan bahwa pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat Banyuasin merupakan cita-cita besar para pemimpin terdahulu yang kini mulai terealisasi. Ia menilai kehadiran pelabuhan ini sangat penting mengingat keterbatasan kapasitas pelabuhan yang ada saat ini.

“Ini merupakan mimpi yang diinginkan pemimpin-pemimpin kita dahulu. Pelabuhan yang ada saat ini sudah sangat terbatas, sehingga launching ini menjadi bukti nyata kerja keras kita bersama,” ujar Herman Deru dikutip dalam website Pemprov Sumsel (13/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat Banyuasin akan memperlancar distribusi berbagai komoditas unggulan Sumatera Selatan seperti kopi, karet, dan kelapa sawit. Selama ini, kendala seperti pendangkalan dan surutnya Sungai Musi kerap menghambat aktivitas kapal serta distribusi barang. 

Baca selengkapnya

Ω